Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Adat dan Budaya » Suara PPGT: “Ketika Kebenaran Didemo, Siapa Sebenarnya yang Salah?”

Suara PPGT: “Ketika Kebenaran Didemo, Siapa Sebenarnya yang Salah?”

  • account_circle Desianti/Rls
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AKSI DEMONSTRASI yang terjadi di Kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja patut disayangkan. Gereja, sebagai lembaga yang seharusnya menyuarakan suara kenabian, menegakkan kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai moral justru menjadi sasaran protes.

Perlu ditegaskan bahwa pembongkaran arena “Tedong Petarung” bukanlah tindakan yang dilakukan oleh Gereja Toraja. Tindakan tersebut dilaksanakan oleh pihak kepolisian, berdasarkan kesepakatan bersama dengan keluarga penyelenggara acara. Dengan demikian secara otoritatif dan operasional, keputusan tersebut berada dalam ranah penegakan hukum, bukan kebijakan institusional gereja.

Dalam konteks ini, PPGT (Persekutuan Pemuda Gereja Toraja) memandang penting adanya perbaikan informasi di tengah masyarakat. PPGT tidak hadir untuk menyerang budaya, melainkan untuk menjaga kemurnian nilai adat, baik nilai iman maupun nilai budaya yang luhur agar tidak disusupi praktik-praktik yang menyimpang.

Karena itu, penting untuk mempertanyakan secara jernih: mengapa Gereja Toraja yang menjadi objek demonstrasi? Jika yang dipersoalkan adalah tindakan pembongkaran, maka semestinya arah protes ditujukan kepada pihak yang memiliki kewenangan langsung atas tindakan tersebut.

Namun, entah bagaimana, arah kemarahan seolah kehilangan kompas. Yang memegang palu tidak didatangi, yang meniup peluit tidak diprotes, sementara yang menyuarakan nilai sebagai suara moral justru dijadikan sasaran. Mungkin memang lebih mudah mendemo suara kenabian daripada berhadapan dengan otoritas penegakan hukum. Atau barangkali Gereja dianggap cukup “aman” untuk diserang, tidak akan membalas, tidak akan menangkap, hanya akan terus berbicara tentang kebenaran.

Dalam situasi seperti ini, Gereja tidak boleh diposisikan sebagai tameng atau objek pelampiasan ketidakpuasan yang tidak tepat sasaran. Sebaliknya, Gereja harus tetap dihormati sebagai ruang moral yang menjaga kemurnian nilai, termasuk dalam menyikapi praktik-praktik yang berpotensi menyimpang dari makna budaya dan iman.

Kita semua diajak untuk bersikap bijak, objektif, dan proporsional. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi harus disampaikan dengan arah yang tepat, dasar yang jelas, serta semangat membangun,bukan sekadar reaksi emosional yang mencederai nilai-nilai yang kita junjung bersama.

Jika suara yang mengingatkan pun dianggap layak untuk didemo, maka persoalannya barangkali bukan lagi pada tindakannya, melainkan pada kebenaran yang terasa tidak nyaman, kebenaran yang ketika ditolak, justru membuka ruang bagi yang keliru untuk tampil seolah-olah benar.

Dalam posisi ini, PPGT tidak boleh bersikap ambigu. PPGT harus hadir dengan sikap yang tegas, jelas, dan berani, bukan sekadar menjadi penonton, apalagi larut dalam keramaian yang kehilangan arah.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan iman, PPGT menyatakan sikap yang konkret:

  • PPGT menolak dan melawan segala bentuk penyelewengan adat dan budaya, termasuk praktik yang menjadikan ritus sebagai ruang transaksi kepentingan maupun perjudian terselubung;
  • PPGT berkomitmen menjaga kemurnian makna budaya Toraja, agar tetap sakral, bermartabat, dan tidak terdistorsi oleh kepentingan ekonomi ataupun hiburan yang menyimpang.
  • PPGT juga mengambil peran edukatif di tengah masyarakat, melalui sosialisasi, diskusi, dan pembinaan generasi muda, agar mampu membedakan secara jernih antara budaya luhur dan praktik yang telah diselewengkan.

Lebih dari itu, PPGT menjadi teladan dalam kehidupan sosial, dengan secara konsisten menjauhi dan melawan berbagai penyakit sosial seperti narkoba, perjudian berkedok adat dan budaya, seks bebas, serta bentuk-bentuk dekadensi moral lainnya.

Dalam skala yang lebih luas, PPGT mendorong terbentuknya gerakan moral yang kolektif, dengan membangun sinergi bersama gereja, tokoh adat, , pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat, guna mengembalikan arah budaya pada nilai-nilai yang benar dan bermartabat.

Pada akhirnya, PPGT menegaskan bahwa keberpihakannya tidak pernah berubah: berdiri di atas kebenaran, menjaga kemurnian nilai iman, serta merawat budaya Toraja agar tetap luhur dan tidak disusupi oleh kepentingan yang menyimpang. PPGT tidak hadir sebagai oposisi terhadap budaya, melainkan sebagai penjaga makna agar yang luhur tetap terpelihara, dan yang keliru tidak diberi ruang untuk dibenarkan. (*)

Rantepao, 19 Maret 2026
Ketua Umum Pengurus Pusat PPGT periode 2023-2028

Malvin, M.Pd

  • Penulis: Desianti/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah 1.758 Pelayan Publik di Tana Toraja Disuntik Vaksin Covid-19

    Sudah 1.758 Pelayan Publik di Tana Toraja Disuntik Vaksin Covid-19

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebanyak 1.758 orang yang masuk dalam kategori pelayan publik sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 di Kabupaten Tana Toraja. Jumlah sebanyak ini menjalani tahap vaksinasi selama 4 hari sejak dicanangkan, Sabtu, 6 Maret 2021 hingga Selasa, 9 Maret 2021. 1.758 pelayan publik ini berasal dari instansi pemerintah lingkup Pemda Tana Toraja, instansi vertikal, […]

  • Ormas Katolik Vox Point Indonesia Kini Hadir di Toraja Utara

    Ormas Katolik Vox Point Indonesia Kini Hadir di Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Organisasi Masyarakat berbasis Katolik, Vox Populi Institute (Vox Point) Indonesia kini hadir di Kabupaten Toraja Utara. Secara resmi, organisasi yang hadir untuk menyuarakan suara umat ini, ditandai dengan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang berlangsung di Aula STIKPAR Toraja, Sabtu, 12 Desember 2022. Adapun Pengurus DPW Vox Point Indonesia Toraja Utara […]

  • Puncak Perayaan Hari Jadi Ke-778 Toraja dan HUT Ke-68, Pemda Gelar Festival Tana Toraja Bersyukur 2025

    Puncak Perayaan Hari Jadi Ke-778 Toraja dan HUT Ke-68, Pemda Gelar Festival Tana Toraja Bersyukur 2025

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Arsyad / Indra
    • 0Komentar

    Puncak Perayaan Hari Jadi Ke-778 Toraja dan HUT Ke-68 Kabupaten Tana Toraja dikemas lewat Festival Tana Toraja Bersyukur 2025 . (Foto/Arsyad-KarebaToraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah dan masyarakat Tana Toraja menggelar perayaan syukur Hari Jadi Ke-778 Toraja dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tana Toraja Ke-68 tahun 2025. Perayaan dikemas lewat Festival Tana Toraja Bersyukur […]

  • Lembang Gandangbatu Juara Turnamen Bola Voli Merah Putih Mengkendek-Gandasil 2023

    Lembang Gandangbatu Juara Turnamen Bola Voli Merah Putih Mengkendek-Gandasil 2023

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Lembang Gandangbtu menjadi jawara setelah meraih juara pertama dalam Turnamen Bola Voli Merah Putih yang digelar di Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, 9-16 Agustus 2023. Turnamen yang berlangsung selama sepekan, sejak sembilan hingga 16 Agustus 2023 ini diadakan di Kompleks Pesantren Muhammadiyah Ge’tengan, Mengkendek. Turnamen Voli Merah Putih ini untuk memeriahkan peringatan Ulang […]

  • YBM BRILian R.O Makassar dan B.O Rantepao Salurkan Program Zakat Support Pesantren

    YBM BRILian R.O Makassar dan B.O Rantepao Salurkan Program Zakat Support Pesantren

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian Regional Office (RO) Makassar bersama YBM Branch Office (BO) Rantepao menyalurkan paket sembako kepada Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah di Tana Toraja, Kamis, 3 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Pesantren, dihadiri perwakilan YBM BO Rantepao, Sartono Nur Said. Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian adalah sebuah lembaga […]

  • Polres Tana Toraja Segera Salurkan Bantuan Minyak Goreng kepada 6 Ribu Warga

    Polres Tana Toraja Segera Salurkan Bantuan Minyak Goreng kepada 6 Ribu Warga

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang mempersoalkan tingginya harga minyak goreng tengah berlangsung di berbagai kota di Indonesia. Di sisi lain, Kepala Kepolisian Resor Tana Toraja, AKBP Juara Silalahi menyebut pihaknya segera menyalurkan Bantuan Tunai Pangan Khusus Minyak Goreng kepada 6000 warga Tana Toraja. Hal ini diungkapkan Kapolres Tana Toraja, AKBP Juara […]

expand_less