Sekolah Rakyat Tana Toraja Mulai Gelar MPLS, Jumlah Siswa Belum Terpenuhi, Pembangunan Gedung Belum Selesai
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 59 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Tana Toraja dan kondisi gedung yang belum selesai. (Foto: Arsyad – Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru Sekolah Rakyat Kabupaten Tana Toraja tahun ajaran 2026/2027 resmi digelar, Jumat 31 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi babak baru perjalanan Sekolah Rakyat di Tana Toraja setelah Sekolah Rakyat Terintegrasi 62 diresmikan September 2025 lalu.
Kegiatan ini menjadi bukti kesiapan Kabupaten Tana Toraja dalam mendukung program nasional bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Pembukaan MPLS dirangkaikan dengan Open House Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja yang digelar di salah satu bagian halaman gedung baru Sekolah Rakyat yang terletak di Buntu Mapongka, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek.
Sebanyak 180 dari target 270 siswa baru Sekolah Rakyat mengikuti rangkaian MPLS untuk tahu ajaran 2026/2027 ini.
Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Tana Toraja digelar serentak bersama 3 Sekolah Rakyat lainnya di Sulsel yakni Sekolah Rakyat Kabupaten Barru, Sidrap dan Bone.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja Adriana Saleng dalam sambutannya menyebut MPLS diikuti 180 siswa baru dan dihadiri 70 siswa Sekolah Rakyat Rintisan dan 90 siswa titipan dari Sekolah Rakyat Luwu Timur.
“Pendamping PKH masih terus melakukan penjangkauan untuk memenuhi kuota 270 siswa yang ditetapkan Kementerian Sosial dengan rincian 90 siswa tingkat SD, 90 tingkat SMP dan 90 tingkat SMA” tutur Adriana Saleng.
Sementara itu Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi program yang sebelumnya sulit dibayangkan bisa hadir di daerahnya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden karena telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Tana Toraja,” ujar Zadrak.
Zadrak berpesan agar para siswa belajar dengan baik dengan memanfaatkan semaksimal mungkin seluruh fasilitas yang telah disiapkan.
Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Belum Selesai
Meski MPLS sudah digelar sebagai tanda kesiapan memulai tahun ajaran baru, namun sejumlah hal belum sepenuhnya siap di Sekolah Rakyat.
Selain jumlah siswa yang belum memenuhi target yang ditentukan, proses pembangunan gedung serta sarana prasarana penunjang di Sekolah Rakyat juga belum selesai.
Dari pantauan langsung di lokasi Sekolah Rakyat saat kegiatan pembukaan MPLS, proses pembangunan masih terus dikebut oleh kontraktor pelaksana.
Kepala Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lestari Rante Allo mengatakan setelah pembukaan MPLS ini, siswa akan kembali ke rumah masing-masing sambil menunggu jadwal pembelajaran efektif yang dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026.
Hal ini dikarenakan kesiapan asrama Sekolah Rakyat yang saat ini belum memungkinkan untuk ditinggali oleh para siswa karena pembangunan belum selesai.
Adapun siswa angkatan rintisan kembali ke gedung lama yakni di Gedung SKB Ge’tengan Kelurahan Rante Kalua’.
Lestari menjelaskan seluruh siswa nantinya baik siswa baru maupun siswa angkatan rintisan, akan menempati sekolah permanen yang ada di Buntu Mapongka Lembang Marinding Kecamatan Mengkendek ini.
Pengawas Pekerjaan Proyek Sekolah Rakyat yang dikonfirmasi terkait progres pembangunan dan target penyelesaian justru saling lempar dan tak bersedia memberikan keterangan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende







Saat ini belum ada komentar