oleh

PMTI Sulteng Usulkan Matius Salempang dan Dharma Pongrekun Jadi Ketua Umum PMTI

KAREBA-TORAJA.COM, PALU — Nama-nama bakal calon Ketua Umum terus bermunculan jelang Musyawarah Besar Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), yang dijadwalkan berlangsung pada 2-3 Oktober 2021.

Setelah IKT Provinsi Papua Barat mengusulkan nama Mayjen Yulius Selvanus Lumbaa, kini giliran Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sulawesi Tengah yang mengajukan nama Jenderal dari Kepolisian. PMTI Sulteng mengusulkan nama Irjen Pol (Purn) Matius Salempang dan Komjen Pol Dharma Pongrekun.

“Menjelang Mubes PMTI, Badan Pengurus PMTI Sulawesi Tengah mengadakan rapat pengurus, diikuti Badan Pengurus KKT dan PMTI Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah. Ada dua keputusan penting dari rapat itu, yakni pertama bahwa PMTI Sulawesi Tengah mendukung penuh pelaksanaan Mubes PMTI. Kedua, mengusulkan nama Irjen Pol (Purn) Matius Salempang dan Komjen Pol Dharma Pongrekung menjadi Ketua Umum PMTI,” terang Ketua PMTI Sulawesi Tengah Dr. Ir. Kristian Seleng, dalam keterangan pers tertulis, yang diterima redaksi kareba-toraja.com, Senin, 27 September 2021 malam.

Baca Juga  Pengurus Pusat PMTI, Periode 2021-2026 Resmi Dikukuhkan

Kristian mengatakan, di Provinsi Sulawesi Tengah, terdapat 11 Kabupaten/Kota yang sudah memiliki pengurus PMTI atau KKT. Semua pengurus PMTI Kabupaten/Kota se Sulteng, kata Kristian, siap mengikuti Mubes PMTI di Jakarta.

Soal alasan mengusulkan Irjen Pol (Purn) Matius Salempang, Kristian menyebut mantan Kapolda Sulsel itu memiliki pengalaman dan kemapuan yang tadak diragukan lagi. “Kemudian, selama ini, belius duduk sebagai penasihat PMTI,” kata Kristian.

Sedangkan Komjen Pol Dharma Pongrekun, lanjut Kristian, memiliki kemampuan yang juga sangat tidak diragukan. Komjen Dharma juga disebut memiliki hubungan emosional dengan wilayah Sulawesi Tengah.  “Beliau lahir di kota Palu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris PMTI Sulteng, Barto Tandiabang, M.Eng menyebutkan rapat koordinasi PMTI Sulteng menjelang Mubes PMTI, sempat berjalan alot. Itu disebabkan karena ada nama Irjen Pol. Yan Sultra (Kapolda Sultra) yang juga diusulkan peserta rapat.

Baca Juga  Pembantaian Warga Sipil di Poso Berulang, PMTI Minta Negara Bertindak Tegas

“Tetapi Pak Yan memilih bersama kami di Palu, sebelum ke Kendari. Kemudian setelah membaca kriteria SC soal domisili calon harus di Jakarta, maka disepakati mengajukan dua nama, yakni Pak Matius dan Pak Dharma,” terang Barto. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya