oleh

Ini Solusi OmBas-Dedy Mengatasi Masalah Sampah di Toraja Utara

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Dalam jangka pendek, Dinas Lingkungan Hidup, OPD yang menangani masalah sampah, diminta untuk menambah armada pengangkut sampah. Namun dalam jangka panjang, penanganan sampah di Toraja Utara akan diserahkan ke pihak ketiga.

“Penanganan sampah dalam kota ini (Rantepao dan Tallunglipu) nanti akan kita pihakketigakan. Daripada bikin sakit kepala. Belum mobilnya, olinya, sopirnya, lebih baik kita pihakketigakan,” tegas Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang, saat memberikan arahan pada Apel Gabungan ASN dan Kepala Lembang di Lapangan Bakti Rantepao, Rabu, 28 April 2021.

Pemerintah, kata OmBas, begitu Yohanis Bassang biasa disapa, akan melelang secara terbuka kepada pihak swasta yang ingin menangani dan mengelola sampah di Toraja Utara.

Baca Juga  Mulai 3 Mei 2021, Pemkab Toraja Utara Berlakukan 5 Hari Kerja

“Silahkan. Kita akan lelang. Terbuka,” katanya.

Namun hal itu masih dalam tahap rencana sambil melihat ketersediaan anggaran. Pemerintahan baru, kata OmBas, akan mereview kembali APBD Toraja Utara sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Nah, karena kita masih dalam proses penyiapan anggaran, ok, jalan dulu seperti itu,” jelasnya.

Selain penambahan armada pengangkut dan sarana lainnya, solusi jangka pendek lainnya adalah dengan mengajak masyarakat untuk memilah langsung sampah organik dan non organik dari rumah.

OmBas bahkan menantang para Lurah, RW, dan RT untuk memberikan edukasi dan mewujudkan masyarakat yang taat sampah, dengan tertib membuang sampah (yang sudah dipilah) pada tempatnya.

“Semua Lurah di Rantepao dan Tallunglipu saya beri kesempatan satu minggu dari sekarang untuk membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayahnya. Saya mau lihat, siapa yang bisa bangun komunikasi dengan masyarakat. Karena kita mau masyarakat sadar, sebelum dibuang sampah mesti dipilah dulu (organik dan non organik). Kita butuh leadership Bapak, Ibu Kepala Kelurahan untuk mewujudkan hal itu,” tegas OmBas.

Baca Juga  Usai Salurkan untuk 2 Gereja, Komunitas Group FB Toraya Sikamali’ Kembali Buka Donasi untuk Gereja Lain

Solusi berikutnya adalah meningkatan dan menggiatkan kembali “Jumat Bersih”. Semua aparat, mulai dari Lembang, Kelurahan, Camat, hingga OPD diminta untuk menggiatkan kembali “Jumat Bersih”.

Pemerintah Kabupaten, kata OmBas, akan mengadakan pertandingan Kelurahan/Lembang Bersih. Lomba ini akan dinilai oleh tim independen. Pemenangnya akan diumumkan pada puncak HUT Proklamasi RI.

“Jika ada Lembang/Kelurahan yang kotor, kita akan umumkan juga predikat Lembang/Kelurahan Terkotor dan kita akan beri hadiah sapu lidi, sekop, cangkul, semua kita akan kasi,” tandas OmBas.

Kemudian, OmBas juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk mengatur ulang jadwal pengangkutan sampah, terutama di Kota Rantepao dan Bolu (Tallunglipu).

“Saya minta yang OPD yang menangani sampah, jam tujuh pagi, Kota Rantepao dan Bolu harus sudah clean, tidak ada lagi pengangkutan sampah. Sudah bersih. Kalau Anda tidak mampu, segera bikin pengunduran diri,” tegas OmBas, tanpa menyinggung sedikit pun soal tempat pembuangan akhir (TPA), yang juga selalu menjadi masalah di Toraja Utara. (*)

Baca Juga  Sudah 46 Kasus, 2 Meninggal karena DBD, Pemkab Toraja Utara Intensifkan Fogging

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya