Dosen UKI Toraja Dorong Penguatan Literasi Baca Digital Anak dan Pelestarian Budaya Lokal di SDN 2 Buntao
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 57 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Program Pengabdian Masyarakat Tim Dosen UKI Toraja lewat GEMERCITA: Penguatan Literasi Digital dan Pelestarian Budaya Lokal. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, BUNTAO’ — Tim dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “GEMERCITA: Penguatan Literasi Baca Anak Berbasis Digital bagi Masyarakat sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Budaya Lokal Toraja” di SD Negeri 2 Buntao, Lembang Rinding Kila, Kecamatan Buntao, Kabupaten Toraja Utara, 3 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian akademisi terhadap pentingnya meningkatkan minat dan kemampuan membaca anak melalui pemanfaatan teknologi digital.
Selain memperkuat budaya literasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan kecintaan anak terhadap nilai-nilai kearifan lokal Toraja sejak usia sekolah dasar.
Tim pengabdian UKI Toraja diketuai oleh Dr. Berthin Simega, S.S., M.Pd., dengan anggota Ervianti, S.Pd., M.Pd.
Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari Pemerintah Lembang dan pihak sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Lembang Rinding Kila, Kepala SD Negeri 2 Buntao, para guru, serta masyarakat yang merupakan orang tua siswa.
Dalam kegiatan GEMERCITA, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Pemanfaatan media digital diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk menghadirkan kegiatan membaca yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Ketua tim pengabdian, Dr. Berthin Simega, S.S., M.Pd menjelaskan bahwa kemampuan membaca tidak hanya berkaitan dengan kecakapan memahami teks, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi perkembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter anak.
“Melalui kegiatan GEMERCITA, kami berupaya mendekatkan anak-anak pada aktivitas membaca dengan memanfaatkan media digital yang menarik. Materi literasi juga dikaitkan dengan budaya lokal Toraja agar anak-anak tidak hanya terampil membaca, tetapi juga mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan warisan budayanya,” ungkap Dr. Berthin Simega.
Sementara itu, Anggota tim pengabdian, Ervianti, S.Pd., M.Pd menambahkan bahwa keterlibatan guru dan orang tua merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kebiasaan membaca tidak cukup hanya dikembangkan di sekolah, tetapi perlu diperkuat melalui pendampingan di lingkungan keluarga.
“Media digital dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara tepat dan didampingi oleh guru maupun orang tua. Karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, perguruan tinggi, dan pemerintah lembang sangat diperlukan untuk menumbuhkan budaya baca anak,” jelasnya.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara edukatif dan partisipatif. Para peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi mendampingi anak membaca, pemanfaatan media digital secara bijak, serta pentingnya menghadirkan bahan bacaan yang memuat cerita, nilai, tradisi, dan kehidupan masyarakat Toraja.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuat kegiatan membaca menjadi lebih dekat dengan pengalaman dan lingkungan sosial budaya anak.
Kepala SD Negeri 2 Buntao menyampaikan apresiasi kepada tim dosen UKI Toraja atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Program GEMERCITA dinilai selaras dengan upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Lembang Rinding Kila. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam mendukung literasi anak dan pemanfaatan teknologi secara positif.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan para guru dan orang tua selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai literasi digital, tetapi juga didorong untuk berperan aktif dalam menyediakan ruang dan waktu membaca bagi anak, baik di sekolah maupun di rumah.
Melalui program GEMERCITA, tim pengabdian UKI Toraja berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa literasimerupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan kearifan budaya lokal Toraja diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UKI Toraja dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah lembang, sekolah, guru, dan orang tua diharapkan terus berlanjut sehingga gerakan literasi digital berbasis budaya lokal dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Toraja Utara. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende








Saat ini belum ada komentar