Penantian Selama 25 Tahun, Sidang Sinode Am Ke-26 Gereja Toraja Kembali Digelar di Tanah Luwu
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pembukaan Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja di Luwu Convention Center Palopo. (Foto: Arsyad – Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Persidangan tertinggi 5 tahunan Lembaga Gereja Toraja resmi digelar lewat pembukaan Sidang Sinode Am XXVI (SSA Ke-26) Gereja Toraja yang berlangsung meriah di Luwu Convention Center (LCC) Kota Palopo, Kamis 09 Juli 2026. SSA Ke-26 akan berlangsung mulai 09 Juli -14 Juli 2026.
SSA Ke-26 akhirnya kembali ke Tanah Luwu setelah 25 tahun lamanya dimana Tanah Luwu terakhir kali menjadi Tuan Rumah Pesta Iman terbesar Gereja Toraja ini pada SSA Ke-21 tahun 2001 lalu.
Kembalinya SSA Ke-26 ke Tanah Luwu bukan sekedar perayaan iman, tapi disambut meriah dan antusias lewat berbagai atraksi seni budaya dan teadisi serta puji-pujian dalam balutan busana adat suku -suku yang ada di Tanah Luwu mulai dari Seko, Rongkong, Basse Sangtempe (Bastem), Toraja, Bali dan beberapa suku pendatang lainnya yang hidup rukun dan damai di Tanah Luwu,
Pembukaan SSA Ke-26 diawali dengan Ibadah syukur lalu dilanjutkan dengan opening ceremony yang dihadiri sejumlah Pejabat Se-Tanah Luwu dan Tokoh – Tokoh Toraja baik yang duduk di Pemerintahan tingkap pusat hingga daerah mulai dari Anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja dan Bupati Toraja Utara dan teristimewa Kedatuan Luwu yang diwakili Cenning Kedatuan Luwu Andi Siti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ripajung.
Tak hanya tamu Dalam Negeri, SSA Ke-26 juga dihadiri langsung tamu luar negeri dari Gereja GZB Belanda dan Perwakilan dari Gereja Presbiterian Malaysia dimana warga Gereja Toraja yang ada di Malaysia berada dibawa naungan Lembaga Gereja ini.
Dalam sambutan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mewakili Bupati dan Kepala Daerah yang hadir menyampaikan pesan agar apa yang menjadi pembicaraan dalam Sidang Sinode Am itulah yang akan dikerjakan lima tahun kedepan.
Frederik menyampaikan bahwa Kami semua Kepala Daerah yang hadir menyambut baik setiap persidangan sebagai forum tertinggi mengevaluasi menyusun program dan menata pelayanan.
Frederik menitip pesan siapapun yang terpilih nantinya sebagai Ketua maka itulah yang terbaik untuk Gereja Toraja, jangan ada yang marah atau “Peccuk” jika calonnya tidak terpilih.
Frederik Victor Palimbong yang juga Ketua Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKBGT) menyampaikan bahwa kita semua punya kerinduan yang sama bagaimana mendukung pelayanan Gereja Toraja dalam mewujudkan misi Keselamatan dan Damai Sejahtera.
Sementara itu, Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Anggui dalam sambutannya menyampaikan refleksi dan capaian strategis selama lima tahun terakhir Gereja Toraja.
Pdt. Alfred Anggui memberikan apresiasi atas dukungan seluruh unsur jemaat yang mengawal pelayanan hingga SSA ke-26 ini dapat terwujud.
“Kita tidak berjalan sendiri. Apa yang sudah kita capai, kita syukuri. Atas semua keterbatasan dan kekurangan dalam periode lima tahun ini, kami memohon maaf,” ungkap Pdt. Alfred dengan penuh ketulusan.
Sidang Sinode Am dibuka ditandai pemukulan Gendang oleh Perwakilan Pejabat Pemerintahan dan Tokoh – Tokoh yang hadir. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar