Dua Pekan Warga Tikala dan Sekitarnya Tak Dapat Pasokan Air Bersih, PDAM: Pipa Induk Patah, Debit Air Sisa Tiga Persen
- account_circle Desianti
- calendar_month 51 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pipa induk yang patah di Ledo, Lembang Paonganan, Buntu Pepasan (gambar kiri). Kondisi debit air di Salu Silaga. (Foto: Capt Video PDAM Toraja Utara).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, TIKALA — Sudah dua minggu lebih, warga Tikala, Sereale, Lembah Keramat, hingga Ba’lele, tidak mendapat pasokan air bersih dari Perumda Amerta Toraya atau PDAM Toraja Utara. Musim kemarau memperparah kondisi warga yang sangat kesulitan mendapatkan air bersih.
Dalam pengaduaannya ke Redaksi Kareba-Toraja.com, Enrico, seorang warga Tikala, mengatakan bahwa sejauh ini informasi yang diperoleh warga bahwa sumber air masih mencukupi, namun karena ada pipa yang patah dan sampai saat ini belum diperbaiki oleh PDAM Toraja Utara.
“Kalau misalnya sumber air bakunya mengering karena musim kemarau, mungkin it’s okeylah kami masyarakat paham. Tapi inikan airnya ada, cuma alirannya terganggu dan sudah 2 minggu tidak ada tindak lanjut dari Pemda maupun PDAM,” keluh Enrico.
Dia berharap, masalah ini segera diatasi oleh PDAM maupun Pemda Toraja Utara. Jika, secara teknis perbaikan pipa membutuhan waktu yang panjang, dia berharap PDAM menyalurkan air bersih kepada warga menggunakan tangka atau sarana lain.
“Intinya, jika bisa PDAM cari cara bagaimana agar warga tetap bisa mendapatkan pasokan air bersih,” harap Enrico.
Direktur Perumda Amerta Toraya, Moses Padsing Limbongan yang dikonfirmasi Kareba-Toraja.com, Minggu, 4 Oktober 2026 tak menampik pasokan air untuk wilayah Tikala hingga ke Ba’lele mengalami masalah. Dia menyebut, hal itu disebabkan karena adanya gangguan pada pipa induk di Ledo, Lembang Paonganan, Kecamatan Buntu Pepasan. Pergeseran tanah dan longsor yang terjadi di lokasi itu menyebabkan pipa induk patah.
Moses menyatakan keliru jika dikatakan bahwa Pemda dan PDAM tidak melakukan upaya perbaikan pipa tersebut. “Pemda dan kami (PDAM) berupaya keras, sudah 6 kali kami perbaiki selama September. Kami perbaiki siang, malamnya pecah lagi, karena terdesak longsor yang pelan-pelan turun dari atas, begitu terus selama 6 kali perbaikan itu,” terang Moses.
Moses juga menjelaskan bahwa pipa induk Salu Silaga yang terdampak tanah turun (longsor perlahan/sedikit) statusnya masih merupakan barang milik negara (BMN) dibawah Balai BBWS Pompengan Jeneberang Kementerian PU.
Menurut dia, proses perbaikan pipa masih akan dilakukan oleh Balai BBWS Pompengan Jeneberang pada pekan ini.
Moses juga menjelaskan bahwa kondisi debit air di Salu Silaga sisa 2-3%. Hal ini disebabkan karena kemarau yang berkepanjangan.
Namun kekeringan ini juga dimanfaatkan oleh oleh Balai BBWS Pompengan Jeneberang untuk merehabilitasi bendungan 2 dan 3 di Salu Silaga, Sapan. (*)
- Penulis: Desianti
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar