Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » KPH Saddang I Akui Kecolongan Terkait Pengrusakan Kawasan Hutan di Lembang Gasing Mengkendek

KPH Saddang I Akui Kecolongan Terkait Pengrusakan Kawasan Hutan di Lembang Gasing Mengkendek

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 42 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kondisi Kawasan Hutan di Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek yang digarap secara ilegal. (Foto: Arsyad)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang 1 angkat bicara terkait aksi masyarakat adat Gasing yang mengusir paksa oknum penggarap yang melakukan aktivitas ilegal dalam kawasan hutan yakni berladang dan beternak yang mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan.

Aksi yang dipimpin langsung Kepala Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek ini dilakukan pada 08 Agustus 2026 lalu bersama ratusan masyarakat adat.

Kepala Kantor KPH Saddang 1 melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Yohanis Manan Tanda kepada Wartawan Rabu 30 September 2026 mengatakan berdasarkan peta kawasan hutan, wilayah tersebut memang masuk kawasan hutan dengan fungsi HPT (Hutan Produksi Terbatas).

Yohanis mengakui bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan disana telah terjadi aktivitas masyarakat meskipun belum memiliki izin.

Ditanya terkait tidak adanya penindakan dan terkesan adanya pembiaran sehingga penggarap leluasa melakukan pengrusakan kawasan hutan, Yohanis mengaku personil KPH mengalami keterbatasan personil dengan luas kawasan hutan yang harus dipantau yang cukup luas yang tersebar di 19 Kecamatan.

Yohanis menyebut jumlah personil Polisi Kehutanan hanya 5 orang dengan luas hutan 110.000 hektare kawasan hutan.

“Keterbatasan kami tidak semua kami jangkau, seandainya kami cepat ketahui mungkin kami akan melakukan penindakan” tutur Yohanis.

Kami berterima kasih dan cukup terbantu atas adanya informasi dari media sehingga kami langsung berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dan Camat agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Yohanis mengakui bahwa ada penurunan debit air dari kawasan hutan dengan adanya penebangan pohon namun bukan sepenuhnya karena penebangan pohon melainkan karena memang adanya kondisi cuaca kemarau atau elnino.

Yohanis mengatakan pihaknya sudah mengusulkan untuk dilakukan rehabilitasi kembali di kawasan tersebut.

Terkait sanksi pidana terhadap para pelaku pengrusakan kawasan hutan, Yohanis mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan penegak hukum terkait mekanisme dan tahapan yang akan dilakukan terkait penegakan hukumnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat yang mengatasnamakan diri Masyarakat Adat Lembang Gasing mendatangi kawasan hutan di wilayah Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek, Sabtu 08 Agustus 2026.

Kedatangan ratusan masyarakat adat di kawasan hutan dipimpin langsung oleh Kepala Lembang Gasing dan Tokoh Adat untuk menghentikan paksa aktivitas ilegal dalam kawasan hutan yang menyebabkan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, situs sejarah peradaban “Tallu Lembangna” menjadi rusak serta kolam alam “Mengguliling” yang berada di tengah hutan yang selama ini disakralkan dan dijaga masyarakat karena menjadi penyimpan cadangan air dan kini telah mengering.

Masyarakat yang tiba di lokasi langsung menebang dan mencabut semua tanaman yang tanam oleh oknum penggarap serta memasang papan peringatan agar siapapun yang beraktivitas dalam wilayah hutan gasing agar segera meninggalkan lokasi untuk selamanya.

Tokoh Adat Gasing Paulus Herman Pakadang mengatakan penertiban secara paksa ini dilakukan setelah para penggarap yang berasal dari luar Lembang Gasing sudah beberapa kali diberikan peringatan untuk keluar dan tidak lagi menggarap hutan namun tidak diindahkan. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadirkan Rasa Aman di Bulan Suci Ramadan, Sat Samapta Polres Tana Toraja Rutin Gelar Patroli Malam

    Hadirkan Rasa Aman di Bulan Suci Ramadan, Sat Samapta Polres Tana Toraja Rutin Gelar Patroli Malam

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Tana Toraja selama Bulan Ramadan. (Foto: Humas Polres Tana Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —- Dalam semangat menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan, Satuan Samapta Polres Tana Toraja mengintensifkan kegiatan Patroli Perintis Presisi menjelang waktu sahur serta melaksanakan patroli dialogis sebagai Langkah preventif ini digelar sebagai bentuk komitmen Polri dalam mengantisipasi […]

  • Seorang Warga Simbuang Melahirkan di Jalan, Bayinya Meninggal, IPPEMSI: Pemprov Sulsel Harus Bertanggungjawab

    Seorang Warga Simbuang Melahirkan di Jalan, Bayinya Meninggal, IPPEMSI: Pemprov Sulsel Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Setelah jagat maya dihebohkan beberapa waktu lalu dengan viralnya video seorang warga Simbuang ditandu sepanjang 4 kilometer akibat akses jalan yang tidak bisa dilalaui ambulance, kini nasib naas kembali dirasakan oleh warga Simbuang, seorang Ibu (MA) terpaksa menepih di pinggir jalan poros untuk melahirkan karena jalan yang biasanya dilalui oleh kendaraan belum […]

  • Jubir: Gubernur Nurdin Abdullah Tidak Ditangkap Tangan, Tapi Dijemput untuk Dimintai Keterangan

    Jubir: Gubernur Nurdin Abdullah Tidak Ditangkap Tangan, Tapi Dijemput untuk Dimintai Keterangan

    • calendar_month Sabtu, 27 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Juru Bicara Gubernur Sulawesi Selatan, Veronika Moniaga membantah bahwa Nurdin Abdullah terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 26 Februari 2021 tengah malam. “Bapak Gubernur Sulsel sejauh ini tidak terlibat dalam proses atau operasi tangkap tangan, melainkan dijemput secara baik […]

  • Gerindra Tana Toraja Target 7 Kursi, Golkar: Kami Sudah Teruji Bertarung

    Gerindra Tana Toraja Target 7 Kursi, Golkar: Kami Sudah Teruji Bertarung

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dibawah kepemimpinan Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tobeq, Partai Gerindra begitu optimis akan memenangkan kontestasi pemilu legislatif tahun 2024 di Tana Toraja. Pelaksana Harian Ketua DPC Partai Gerindra Tana Toraja, Adolf Christian Pakke, yang juga mantan kader Partai Golkar, menegaskan bahwa Partai Gerindra memiliki peluang yang besar untuk memenangkan pemilu legislatif di […]

  • Komda PGPKT Toraja Utara Terus Lakukan Pencegahan Ketulian dan Gangguan Pendengaran

    Komda PGPKT Toraja Utara Terus Lakukan Pencegahan Ketulian dan Gangguan Pendengaran

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPKT) Kabupaten Toraja Utara terus melakukan upaya-upaya pencegaran terhadap gangguan pendengaran dan ketulian dari berbagai tingkat usia. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah pemeriksaan dan bersih-bersih telinga, baik di intutusi pendidikan maupun pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Pemeriksaan ini dilakukan secara gratis oleh sejumlah dokter […]

  • Banyak Warga Kecewa Tidak Kebagian Minyak Goreng Saat Operasi Pasar di Makale

    Banyak Warga Kecewa Tidak Kebagian Minyak Goreng Saat Operasi Pasar di Makale

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tana Toraja dan Bulog Palopo menggelar Operasi Pasar minyak goreng yang berlokasi di kompleks Pasar Seni Makale, Rabu, 16 Februari 2022. Operasi pasar yang menyediakan minyak goreng kemasan jenis Fortune tersebut dijual dengan harga Rp 27 ribu/2 liter dengan syarat membawa Kartu Keluarga (KK). Karena harganya yang […]

expand_less