Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » KPH Saddang I Akui Kecolongan Terkait Pengrusakan Kawasan Hutan di Lembang Gasing Mengkendek

KPH Saddang I Akui Kecolongan Terkait Pengrusakan Kawasan Hutan di Lembang Gasing Mengkendek

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kondisi Kawasan Hutan di Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek yang digarap secara ilegal. (Foto: Arsyad)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang 1 angkat bicara terkait aksi masyarakat adat Gasing yang mengusir paksa oknum penggarap yang melakukan aktivitas ilegal dalam kawasan hutan yakni berladang dan beternak yang mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan.

Aksi yang dipimpin langsung Kepala Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek ini dilakukan pada 08 Agustus 2026 lalu bersama ratusan masyarakat adat.

Kepala Kantor KPH Saddang 1 melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Yohanis Manan Tanda kepada Wartawan Rabu 30 September 2026 mengatakan berdasarkan peta kawasan hutan, wilayah tersebut memang masuk kawasan hutan dengan fungsi HPT (Hutan Produksi Terbatas).

Yohanis mengakui bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan disana telah terjadi aktivitas masyarakat meskipun belum memiliki izin.

Ditanya terkait tidak adanya penindakan dan terkesan adanya pembiaran sehingga penggarap leluasa melakukan pengrusakan kawasan hutan, Yohanis mengaku personil KPH mengalami keterbatasan personil dengan luas kawasan hutan yang harus dipantau yang cukup luas yang tersebar di 19 Kecamatan.

Yohanis menyebut jumlah personil Polisi Kehutanan hanya 5 orang dengan luas hutan 110.000 hektare kawasan hutan.

“Keterbatasan kami tidak semua kami jangkau, seandainya kami cepat ketahui mungkin kami akan melakukan penindakan” tutur Yohanis.

Kami berterima kasih dan cukup terbantu atas adanya informasi dari media sehingga kami langsung berkomunikasi dengan pihak Kepolisian dan Camat agar tidak menimbulkan konflik sosial.

Yohanis mengakui bahwa ada penurunan debit air dari kawasan hutan dengan adanya penebangan pohon namun bukan sepenuhnya karena penebangan pohon melainkan karena memang adanya kondisi cuaca kemarau atau elnino.

Yohanis mengatakan pihaknya sudah mengusulkan untuk dilakukan rehabilitasi kembali di kawasan tersebut.

Terkait sanksi pidana terhadap para pelaku pengrusakan kawasan hutan, Yohanis mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan penegak hukum terkait mekanisme dan tahapan yang akan dilakukan terkait penegakan hukumnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan masyarakat yang mengatasnamakan diri Masyarakat Adat Lembang Gasing mendatangi kawasan hutan di wilayah Lembang Gasing Kecamatan Mengkendek, Sabtu 08 Agustus 2026.

Kedatangan ratusan masyarakat adat di kawasan hutan dipimpin langsung oleh Kepala Lembang Gasing dan Tokoh Adat untuk menghentikan paksa aktivitas ilegal dalam kawasan hutan yang menyebabkan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, situs sejarah peradaban “Tallu Lembangna” menjadi rusak serta kolam alam “Mengguliling” yang berada di tengah hutan yang selama ini disakralkan dan dijaga masyarakat karena menjadi penyimpan cadangan air dan kini telah mengering.

Masyarakat yang tiba di lokasi langsung menebang dan mencabut semua tanaman yang tanam oleh oknum penggarap serta memasang papan peringatan agar siapapun yang beraktivitas dalam wilayah hutan gasing agar segera meninggalkan lokasi untuk selamanya.

Tokoh Adat Gasing Paulus Herman Pakadang mengatakan penertiban secara paksa ini dilakukan setelah para penggarap yang berasal dari luar Lembang Gasing sudah beberapa kali diberikan peringatan untuk keluar dan tidak lagi menggarap hutan namun tidak diindahkan. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Desa Sadar Pengawasan, Masyarakat Lembang Balla Bittuang Siap Sukseskan Pilkada 2024

    Jadi Desa Sadar Pengawasan, Masyarakat Lembang Balla Bittuang Siap Sukseskan Pilkada 2024

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Pencanangan Lembang Balla sebagai Desa Sadar Pengawasan yang digelar Rabu 16 Oktober 2024. (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tana Toraja canangkan Lembang Balla Kecamatan Bittuang sebagai Desa Sadar Pengawasan pada Pilkada serentak 2024. Pencanangan Lembang Balla sebagai Desa Sadar Pengawasan digelar Rabu 16 Oktober 2024 tepatnya di Tongkonan Tondon […]

  • Hanya Berselang 5 Hari, Kembali Warga Toraja Tewas Ditikam OTK di Yahukimo, Papua Pegunungan

    Hanya Berselang 5 Hari, Kembali Warga Toraja Tewas Ditikam OTK di Yahukimo, Papua Pegunungan

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, YAHUKIMO — Hanya berselang sekitar 5 hari, warga asal Toraja kembali menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Kamis, 4 April 2024, seorang warga bernama Yosep Pulung, ST (55) ditikam orang tak dikenal (OTK) di Dekai, Yahukimo. Almarhum Yosep Pulung merupakan ASN yang bertugas di Inspektorat Kabupaten Yahukimo. Dia ditikam di jalan […]

  • Ingin Tampil Memukau dengan Harga Terjangkau, Yuk, Ikutan Webinar Langkah Emas Pegadaian!

    Ingin Tampil Memukau dengan Harga Terjangkau, Yuk, Ikutan Webinar Langkah Emas Pegadaian!

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Hampir semua perempuan menyukai perhiasan. Bahkan, ada sebagian orang yang menjadikan perhiasan sebagai cara membentuk identitas diri. Emas adalah logam yang paling banyak disukai untuk dijadikan perhiasan. Yang lebih menarik lagi, emas tidak cuma dijadikan perhiasan sehari-hari, tapi bisa juga jadi investasi. Nah, jika Anda ingin melipatgandakan wawasan tentang pentingnya investasi emas, […]

  • Mantan Menag RI, Pencetus Moderasi Beragama, Lukman Hakim, Berkunjung ke Toraja

    Mantan Menag RI, Pencetus Moderasi Beragama, Lukman Hakim, Berkunjung ke Toraja

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama RI yang saat ini gencar digaungkan di seluruh Indonesia. Saat menjabat sebagai Menteri Agama RI 2014-2019 lalu, Lukman Hakim Saifuddin menggulirkan gagasan dan praktik moderasi beragama yang dibutuhkan dalam membangun tatanan kehidupan masyarakat majemuk yang harmonis. Sang pencetus program Moderasi Agama di Indonesia ini […]

  • 55 Peserta Ikut Festival Paduan Suara Natal di Toraja Utara

    55 Peserta Ikut Festival Paduan Suara Natal di Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebanyak 55 kelompok paduan suara akan mengikuti Festival Paduan Suara Natal tahun 2021 yang digelar pemerintah Kabupaten Toraja Utara. Festival atau Lomba Paduan Suara Natal tahun 2021 ini akan dilaksanakan di Lapangan Bakti Rantepao, dari tanggal 14-21 Desember 2021. Ke-55 kelompok paduan suara ini terdiri dari OPD dan Kecamatan se-Toraja Utara, denominasi […]

  • Usai Salurkan untuk 2 Gereja, Komunitas Group FB Toraya Sikamali’ Kembali Buka Donasi untuk Gereja Lain

    Usai Salurkan untuk 2 Gereja, Komunitas Group FB Toraya Sikamali’ Kembali Buka Donasi untuk Gereja Lain

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBATORAJA.COM, RANTEPAO — Donasi yang digalang oleh Admin dan Members group Facebook Toraya Sikamali’, sejak November tahun lalu, sudah disalurkan ke dua gereja di Luwu Utara. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com dari salah satu Admin Group Toraya Sikamali’ menyebutkan total donasi yang terkumpul dari members group maupun masyarakat umum sebanyak Rp 30 juta. “Dana ini sudah […]

expand_less