oleh

Baru SMP, Remaja Asal Sillanan Ini Bisa Hasilkan Uang dari Miniatur Tongkonan

Usianya masih relatif muda, 14 tahun. Baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Berbekal bakat alam dan pengalaman mengikuti ayahnya yang berprofesi sebagai tukang bangunan (Tongkonan), Marsel, begitu dia biasa disapa, sudah bisa menghasilkan uang dari kreatifitasnya membuat miniatur Tongkonan.

Laporan: Abdul Munir – Gandangbatu Sillanan

Saat ini, Marsel sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama di Perindingan, Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Marsel tergolong anak yang pemalu dan pendiam. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menggambar dan membuat miniatur rumah adat Toraja (Tongkonan). Apalagi di tengah pandemi Covid-19, Marsel lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan membuat miniatur Tongkonan.

Membuat miniatur adalah salah satu hobi dan kreatifitas yang dikembangkan Marsel saat berada di rumah. Baginya, membuat miniatur adalah hal yang sangat menyenangkan.  Seolah menjadi teman bermainnya. Ia dapat menuangkan pikiran dan imajinasinya, juga menyuarakan banyak hal yang tidak bisa ia ucapkan.

Baca Juga  Ada Pegawai Terpapar Covid-19, Puskesmas Buntu, Gandasil, Ditutup Sementara

Marsel membuat miniatur Tongkonan sejak November 2020 hingga saat ini, tiap sore hari. Sejak November 2020, Marsel sudah membuat 3 miniatur Tongkonan yang berbeda dengan harga bervariasi. Satu miniatur Tongkonan dia jual dengan harga antara Rp 8 hingga Rp 10. Terantung tingkat kerumitan pembuatannya. Modal yang ia keluarkan untuk membuat 1 miniatur Tongkonan sekitar Rp4-5 juta.

Selain membuat miniatur, Marsel juga suka ikut bersama ayah jadi tukang rumah Tongkonan dan sisa kayu yang sudah tidak digunakan dia bawah ke rumah untuk membuat miniaturnya.

Melalui karyanya, Marsel berharap meskipun sedang berada di rumah seperti sekarang ini, bukan berarti hanya bermalas-malasan atau berdiam diri. “Kita bisa melakukan hal-hal produktif dan bermanfaat yang belum pernah dilakukan,” katanya.

Baca Juga  Pemuda IPGS Bantu Korban Kebakaran di Gandangbatu Sillanan

Rencana ke depannya, Marsel ingin membuat kepala untuk pelaminan pernikahan untuk jadi orderan. “Kalau ada yang bisa membantu modal, saya sangat bersyukur,” ujarnya.

Marsel berpesan “Mari jadikan masa pandemi untuk membuat kita lebih baik lagi. Yuk, jangan hanya rebahan, tetapi buatlah perubahan.”

Marsel ingin pandemi ini segera berakhir dan anak muda Indonesia tidak kehilangan waktu untuk mengembangkan diri secara optimal. Ia berharap pandemi ini menjadi refleksi untuk kita menjadi lebih baik lagi, lebih sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan terutama dari yang sangat kecil tapi berpengaruh besar, yaitu mencuci tangan.

Pesan Marsel bagi anak muda lainnya, “Yakinlah setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Siang diciptakan karena yang gelap tidak akan selamanya gelap. Semua akan indah pada waktunya. Jadi, jangan mudah menyerah dan tetap semangat.”

Baca Juga  7 Lumbung dan 1 Rumah Warga di Buntu Pepasan Rusak Diterjang Angin

Sementara itu ibunda Marsel berharap agar terus menekuni karya sembari terus belajar dan semoga Marsel sukses dalam berkarya. (*)

Komentar

Berita Lainnya