Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur » Melihat Lebih Dekat Lembang Bau Bittuang, Penghasil Kakao Ratusan Ton Tapi Jalannya Masih Rusak

Melihat Lebih Dekat Lembang Bau Bittuang, Penghasil Kakao Ratusan Ton Tapi Jalannya Masih Rusak

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Petani Kakao Lembang Bau Bittuang sedang menjemur buah kakao. (Foto: Istimewa)

 


KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Lembang Bau di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu Lembang yang terletak dibagian Ujung Barat Tana Toraja.

Dari Lembang ini, Kakao (Buah Coklat) dengan kualitas terbaik dengan jumlah ratusan ton pertahun dihasilkan petani. Kakao dari Lembang Bau kini jadi perhatian pengepul hingga pasar luar daerah.

Dengan iklim dan tanah yang subur, mayoritas warga Lembang Bau menggantungkan hidup sebagai petani kakao.

Meski jaraknya hanya sekitar 46 kilometer dari Kota Makale (Ibukota Kabupaten) namun akses jalan menunu Lembang Bau cukup memprihatinkan. Pada beberapa titik terlihat sangat rusak dan sulit dilalui kendaraan.

Hal ini membuat mobilitas hasil bumi dan aktivitas ekonomi masyarakat sangat terganggu. Masyarakat berharap agar akses jalan menjadi perhatian Pemerintah.

Salah satu pengepul kakao di Lembang Bau bernama Alexander Palullungan (45) mengaku sudah menjalani usaha pengepulan kakao sejak tahun 2010.

Saat ditemui di lapaknya di Pasar Bau, Rabu 13 Mei 2026, terlihat aktivis sangat sibuk, para petani silih berganti datang membawa hasil panen untuk ditimbang dan dibeli oleh Alexander.

Alexander mengaku dalam setahun bisa puluhan hingga ratusan ton kakao dengan kualitas terbaik dihasilkan petani dari Lembang Bau

Menurut Alex, salah satu keunggulan kakao dari Lembang Bau adalah proses budidaya yang minim penggunaan bahan kimia sehingga menjadi nilai tawar tersendiri.

Untuk saat ini, harga kakao premium yang dibelinya dari petani berada di angka Rp70 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan harga global kakao saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, sementara harga lokal berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu.

Dalam sepekan, Alex mengaku mampu mengumpulkan lebih dari dua ton kakao. Jika dihitung rata-rata sepanjang Januari hingga Desember, jumlah itu bisa mencapai sekitar 102 ton/tahun.

Meski kualitas kakao masyarakat Lembang Bau dinilai sudah cukup baik, Alex menyebut pengelolaan pascapanen masih perlu ditingkatkan agar hasilnya lebih maksimal.

Ia kemudian menunjukkan perbedaan warna kulit kakao yang dipengaruhi cara penjemuran. Menurutnya, kakao yang dijemur di tempat kotor akan menghasilkan warna berbeda dibanding yang dijemur di tempat bersih.

Selain itu, warna hitam pada kulit kakao biasanya disebabkan proses fermentasi yang kurang tepat.

“Kadang masih panas langsung ditutup akhirnya tumbuh jamur,” jelasnya.

Alex berharap akses jalan menuju Lembang Bau mendapat perhatian Pemerintah agar masyarakat lebih mudah memasarkan hasil perkebunan mereka.

“Kalau akses jalannya bagus, masyarakat tentu lebih leluasa memasarkan hasil kakao dan perputaran ekonomi masyarakat juga bisa lebih lancar,” ujarnya.

Selain kakao, masyarakat Lembang Bau juga dikenal sebagai petani kopi dan penggarap sawah yang menjadi sumber penghasilan tambahan warga setempat. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Hari Lagi Mau Digusur, Pedagang Pasar Sore Rantepao Belum Dapat Tempat yang Layak

    3 Hari Lagi Mau Digusur, Pedagang Pasar Sore Rantepao Belum Dapat Tempat yang Layak

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebuah baliho besar berisikan tiga poin keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Toraja Utara dipasang di area Pasar Sore Rantepao. Selain baliho besar itu, banyak pula spanduk yang bertuliskan jeritan hati para pedagang, terpasang di depan lapak-lapak. Tulisan-tulisan dalam baliho dan spanduk ini seolah menyambut Satpol PP Toraja Utara, yang dibackup polisi […]

  • Reses, Legislator Tana Toraja, Ikal Paterson Bawa Material dan Kerja Bakti Bareng Warga

    Reses, Legislator Tana Toraja, Ikal Paterson Bawa Material dan Kerja Bakti Bareng Warga

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Ada cara unik yang dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Toraja dari Fraksi Partai PDIP, daerah pemilihan (Dapil) II, Ikal Paterson dalam menyerap aspirasi masyarakat pada Reses Masa Sidang ll Tahun Anggaran 2022. Dia tidak duduk dalam ruangan sambil mendengar keluhan warga, tapi langsung turun ke lapangan mengajak serta […]

  • Promosi Wisata, Tim Penggerak PKK Lembang Palipu’ Senam Sajojo di Atas Puncak Gunung Kandora

    Promosi Wisata, Tim Penggerak PKK Lembang Palipu’ Senam Sajojo di Atas Puncak Gunung Kandora

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Belasan ibu-ibu yang tergabung dalam Pengurus Tim Penggerak PKK Lembang Palipu’ punya cara unik didalam mendukung kemajuan pariwisata di wilayahnya. Sabtu, 29 Mei 2021 subuh, ibu-Ibu ini rela mendaki menuju puncak Gunung Kandora di Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek yang ketinggiannya sekitar 1.300 Meter di atas permukaan laut (MDPL) hanya untuk menggelar senam […]

  • BREAKING NEWS: Tiga Warga Meninggal Tersengat Listrik di Madandan, Tana Toraja

    BREAKING NEWS: Tiga Warga Meninggal Tersengat Listrik di Madandan, Tana Toraja

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Tiga warga meninggal dunia tersengat listrik di Madandan, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja, Minggu, 21 Februari 2021 petang. Ketiga warga itu terdiri dari satu anggota Polri, satu ASN Pemkab Tana Toraja, dan satu warga lainnya. Ketiganya, masing-masing Hamri (anggota Polri), Anwar Lagha (ASN Tana Toraja), dan Saruke alias Syahrul. Informasi yang diperoleh kareba-toraja.com […]

  • Anggota BNN Gadungan Sekap dan Peras Warga Toraja Utara Ratusan Juta, Kronologinya Mirip Film

    Anggota BNN Gadungan Sekap dan Peras Warga Toraja Utara Ratusan Juta, Kronologinya Mirip Film

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kronologi dalam berita ini mirip skenario film yang biasa disaksikan di layar kaca. Namun ini bukan fiktif. Kejadiannya nyata. Korbannya warga Toraja Utara. Pelakunya 7 orang pemuda. Mereka menyekap korban dan karyawannya serta berhasil memeras uang sebesar Rp 100 juta. Tapi aksi mereka berhasil diungkap Polres Toraja Utara. KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepolisian Resor Toraja Utara […]

  • Bittuang Diplot Jadi Kawasan Pertambangan dan Energi, Ranperda RTRW Tana Toraja Tuai Sorotan dan Ditolak

    Bittuang Diplot Jadi Kawasan Pertambangan dan Energi, Ranperda RTRW Tana Toraja Tuai Sorotan dan Ditolak

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Cr1/Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Memiliki banyak potensi wisata dan hutan lindung yang luas yang jadi penyangga dan pelindung bagi daerah tetangga. Kawasan ini juga terdapat masyarakat adat yang mengelola adat, budaya, tanah, dan hutan lestari. Namun, pemerintah dan DPRD Kabupaten Tana Toraja memasukkannya sebagai kawasan pertambangan dan energi dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang […]

expand_less