Gelar Ibadah Padang di Hutan Tandung Nanggala, Anggota Gereja Toraja Jemaat Penanian Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan
- account_circle NDL (Cr)
- calendar_month 59 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Peserta Ibadah Padang Anggota Gereja Toraja Jemaat Penanian di Hutan Tandung Nanggala. (Foto: Istimewa)
KAREBA-TORAJA.COM, NANGGALA — Ratusan Anggota Gereja Toraja Jemaat Penanian mengikutinya kegiatan ibadah padang yang digelar di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Tandung Nanggala Lestari Sangullele, Kamis 14 Mei 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus ini mengusung tema “Tuhan di Tempat Tinggi”.
Kegiatan ini menjadi wadah persekutuan jemaat sekaligus ajakan untuk semakin mencintai dan menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan.
Kegiatan diikuti kurang lebih 130 peserta lintas generasi, mulai dari Sekolah Minggu, PPGT, PKBGT, PWGT hingga Lansia. Seluruh peserta hadir dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan di tengah keindahan alam terbuka yang sejuk dan asri.
Hal menarik dalam kegiatan ini terlihat dari komitmen peserta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Seluruh peserta dianjurkan membawa piring dan tumbler masing-masing guna mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.
Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian jemaat terhadap lingkungan sekaligus upaya membangun budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah kreatif yang dipimpin oleh Pdt. Yesaya Saranga’.,M.Th. Ibadah berlangsung dengan penuh hikmat dan sukacita di tengah suasana alam terbuka. Melalui refleksi firman Tuhan, jemaat diajak merenungkan bahwa kenaikan Tuhan Yesus bukan hanya tentang kemuliaan-Nya di Surga, tetapi juga tentang panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam kasih, persatuan, serta tanggung jawab dalam menjaga ciptaan Tuhan.
Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh masing-masing OIG sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam. Penanaman pohon tersebut menjadi simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan dan mewariskan alam yang baik bagi generasi berikutnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti games dan berbagai aktivitas yang melibatkan lintas generasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana gembira, tetapi juga membangun kerja sama, kekompakan dan semangat persaudaraan di antara warga jemaat.
Kegiatan ini juga mendapat kesan positif dari ketua pengelola kawasan wisata, Markus Roni yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan dari Jemaat Penanian dalam pelaksanaan ibadah padang tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ajang promosi yang sangat baik untuk memperkenalkan kawasan wisata alam kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dari Jemaat Penanian. Kegiatan seperti ini menjadi ajang promosi yang lebih luas bagi tempat ini. Saya berharap kawasan ini semakin dikenal dan semakin banyak orang yang berkunjung ke sini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, salah seorang warga jemaat, Zevanianto Toding, S.T mengaku sangat terkesan dengan suasana alam yang memberikan pengalaman rohani yang berbeda selama kegiatan berlangsung.
“Suasana hutan yang sejuk dan tenang membuat kami dapat merasakan bahwa wisata sekaligus beribadah menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna. Saya melihat bahwa kawasan seperti ini memiliki potensi wisata alam yang sangat baik dan perlu mendapat perhatian dari pemerintah serta masyarakat untuk terus dijaga dan dikembangkan. Jika dikelola dengan baik, tempat ini dapat menjadi destinasi wisata rohani yang mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), membangkitkan UMKM, serta membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya. (*)
- Penulis: NDL (Cr)
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar