Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur » Melihat Lebih Dekat Lembang Bau Bittuang, Penghasil Kakao Ratusan Ton Tapi Jalannya Masih Rusak

Melihat Lebih Dekat Lembang Bau Bittuang, Penghasil Kakao Ratusan Ton Tapi Jalannya Masih Rusak

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
  • comment 0 komentar

Petani Kakao Lembang Bau Bittuang sedang menjemur buah kakao. (Foto: Istimewa)

 


KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Lembang Bau di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu Lembang yang terletak dibagian Ujung Barat Tana Toraja.

Dari Lembang ini, Kakao (Buah Coklat) dengan kualitas terbaik dengan jumlah ratusan ton pertahun dihasilkan petani. Kakao dari Lembang Bau kini jadi perhatian pengepul hingga pasar luar daerah.

Dengan iklim dan tanah yang subur, mayoritas warga Lembang Bau menggantungkan hidup sebagai petani kakao.

Meski jaraknya hanya sekitar 46 kilometer dari Kota Makale (Ibukota Kabupaten) namun akses jalan menunu Lembang Bau cukup memprihatinkan. Pada beberapa titik terlihat sangat rusak dan sulit dilalui kendaraan.

Hal ini membuat mobilitas hasil bumi dan aktivitas ekonomi masyarakat sangat terganggu. Masyarakat berharap agar akses jalan menjadi perhatian Pemerintah.

Salah satu pengepul kakao di Lembang Bau bernama Alexander Palullungan (45) mengaku sudah menjalani usaha pengepulan kakao sejak tahun 2010.

Saat ditemui di lapaknya di Pasar Bau, Rabu 13 Mei 2026, terlihat aktivis sangat sibuk, para petani silih berganti datang membawa hasil panen untuk ditimbang dan dibeli oleh Alexander.

Alexander mengaku dalam setahun bisa puluhan hingga ratusan ton kakao dengan kualitas terbaik dihasilkan petani dari Lembang Bau

Menurut Alex, salah satu keunggulan kakao dari Lembang Bau adalah proses budidaya yang minim penggunaan bahan kimia sehingga menjadi nilai tawar tersendiri.

Untuk saat ini, harga kakao premium yang dibelinya dari petani berada di angka Rp70 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan harga global kakao saat ini berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, sementara harga lokal berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu.

Dalam sepekan, Alex mengaku mampu mengumpulkan lebih dari dua ton kakao. Jika dihitung rata-rata sepanjang Januari hingga Desember, jumlah itu bisa mencapai sekitar 102 ton/tahun.

Meski kualitas kakao masyarakat Lembang Bau dinilai sudah cukup baik, Alex menyebut pengelolaan pascapanen masih perlu ditingkatkan agar hasilnya lebih maksimal.

Ia kemudian menunjukkan perbedaan warna kulit kakao yang dipengaruhi cara penjemuran. Menurutnya, kakao yang dijemur di tempat kotor akan menghasilkan warna berbeda dibanding yang dijemur di tempat bersih.

Selain itu, warna hitam pada kulit kakao biasanya disebabkan proses fermentasi yang kurang tepat.

“Kadang masih panas langsung ditutup akhirnya tumbuh jamur,” jelasnya.

Alex berharap akses jalan menuju Lembang Bau mendapat perhatian Pemerintah agar masyarakat lebih mudah memasarkan hasil perkebunan mereka.

“Kalau akses jalannya bagus, masyarakat tentu lebih leluasa memasarkan hasil kakao dan perputaran ekonomi masyarakat juga bisa lebih lancar,” ujarnya.

Selain kakao, masyarakat Lembang Bau juga dikenal sebagai petani kopi dan penggarap sawah yang menjadi sumber penghasilan tambahan warga setempat. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sering Terjadi Kecelakaan, Pemkab Tana Toraja Diminta Perhatikan Jalan Poros Rembon-Tapparan

    Sering Terjadi Kecelakaan, Pemkab Tana Toraja Diminta Perhatikan Jalan Poros Rembon-Tapparan

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, REMBON — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dalam hal ini Dinas Perhubungan diminta untuk memperhatian rambu-rambu lalu lintas dan road safety pada jalan poros Rembon-Tapparan, yang menghubungan Kecamatan Rembon dan Kecamatan Rantetayo. Hal ini menjadi penting, karena di jalur ini cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan kendaraan terjatuh ke tebing atau sawah milik […]

  • Dinas Perpustakaan Sulsel Serahkan Bantuan untuk Kelurahan Buntu Masakke Sangalla’

    Dinas Perpustakaan Sulsel Serahkan Bantuan untuk Kelurahan Buntu Masakke Sangalla’

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ — Selain melalui jalur aspirasi Anggota DPRD Provinsi Sulsel, bantuan perpustakaan mini juga langsung juga diserahkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi SulSel menyerahkan bantuan Perpustakaan untuk Kelurahan Buntu Masakke, Kecamatan Sangalla’, 10 Januari 2022. Bantuan dari Provinsi tersebut disalurkan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana […]

  • Mau Glowing-glowing, Silahkan ke Klinik Estetika “Arrang” di RS Elim Rantepao

    Mau Glowing-glowing, Silahkan ke Klinik Estetika “Arrang” di RS Elim Rantepao

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Rumah Sakit Elim Rantepao membuat terobosan dengan menghadirkan dua jenis pelayanan baru, yang fasilitas dan ahlinya tidak kalah dengan fasilitas sejenis di kota-kota besar. Kedua fasilitas baru itu, yakni Klinik Estetika “Arrang” dan Poliklinik Mata. Peresmian kedua fasilitas layanan baru ini dilakukan oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui, Selasa, […]

  • Kemenko PMK Mendorong Adanya Regulasi Terkait Pengendalian Dampak Kesehatan  Akibat Pajanan Timbal Anak

    Kemenko PMK Mendorong Adanya Regulasi Terkait Pengendalian Dampak Kesehatan Akibat Pajanan Timbal Anak

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Timbel merupakan bahan berbahaya dan beracun yang dapat menimbulkan dampak pada kesehatan Masyarakat bila tidak dilakukan pengendalian dengan baik. Secara global, keracunan timbal diperkirakan berdampak terhadap satu dari tiga (atau 800 juta) anak – anak. Sementara itu, di Indonesia, diperkirakan lebih dari 8 juta anak memiliki kadar timbal dalam darah di atas […]

  • Potensi Picu Ketidakharmonisan Antar Masyarakat, Pemda Pertegas Batas Wilayah 112 Lembang di Tana Toraja

    Potensi Picu Ketidakharmonisan Antar Masyarakat, Pemda Pertegas Batas Wilayah 112 Lembang di Tana Toraja

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Penyerahan berita acara hasil penegasan batas wilayah dari Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa (TPPB Des Kabupaten) ke Bupati Tana Toraja. (Foto:Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Salah satu pemicu munculnya ketidakharmonis atau perselisihan didalam lingkungan masyarakat adalah ketidakjelasan batas – batas wilayah administrasi. Atas dasar ini, Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melalui Tim Penetapan dan Penegasan […]

  • Sudah 46 Kasus, 2 Meninggal karena DBD, Pemkab Toraja Utara Intensifkan Fogging

    Sudah 46 Kasus, 2 Meninggal karena DBD, Pemkab Toraja Utara Intensifkan Fogging

    • calendar_month Sab, 26 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, melalui Dinas Kesehatan, mengintensifkan fogging di beberapa lokasi yang beresiko (dengan jumlah kasus tinggi) terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga 23 Juni 2021, Dinas Kesehatan mencatat 46 kasus DBD di seluruh wilayah Kabupaten Toraja Utara dengan dua korban meninggal dunia selama tahun 2021. “Menindaklanjuti arahan Pak Bupati waktu […]

expand_less