Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » OPINI: Paskah Kristus Sebuah Transformasi Hidup

OPINI: Paskah Kristus Sebuah Transformasi Hidup

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sorak-sorai dan lambaian daun-daun palem menyambut dan mengiringi Yesus memasuki kota suci Yerusalem. Peristiwa itu membingkai perjalanan terakhir Yesus menunaikan tugas perutusan mulia dari Allah Bapa-Nya. Dia disambut sebagai Sang Raja Agung. Namun bukan raja kemegahan dan kekuasaan duniawi yang Dia usung tetapi sebuah via dolorosa (jalan salib penderitaan) yang menuntut kesetiaan, teguhan dan pengorbanan total.  Gambaran nabi Yesaya akan Hamba Yahwe yang menderita namun tetap sabar, ditindas namun tetapi setia, yang membawa keadilan dengan kelemahlembutan dan bukan kekerasan (bdk. Yes. 42:1-9; 50:4-9) adalah gambaran akan Yesus yang menempuh jalan sunyi penuh penderitaan. Momen mengesankan ketika Yesus memasuki kota suci Yerusalem, Dia mengendarai seekor keledai beban dan bukan seekor kuda jantan yang menjadi simbol kemegahan dan keperkasaan seorang raja duniawi. Yesus memilih seekor keledai beban sebagai sebuah simbol akan kerendahan hati, keteguhan dan kesediaan memikul beban-beban dosa. Yesus datang sebagai Raja mulia dalam kelemahlembutan dan bersedia berkorban memikul beban dosa manusia supaya manusia tidak hilang binasa melainkan diselamatkan dan memperoleh hidup kekal.

Di pengadilan, Pontius Pilatus, gubernur Romawi wilayah Yudea bertanya kepada-Nya, “Engkaukah raja orang Yahudi?” (Mrk. 15:2). Pilatus bertanya kepada Yesus demikian karena hasutan dan tekanan dari pemimpin-pemimpin Yahudi yang menuduh Yesus menghasut rakyat dan menanggap diri-Nya sebagai raja. Di pengadilan Pontius Pilatus juga mengajukan pertanyaan lainnya kepada Yesus, “Quid est veritas”? (Apakah itu kebenaran?) (Yoh. 18:38). Pertanyaan ini mengandung banyak tafsiran tetapi sekaligus mengungkapkan makna pencarian setiap orang akan kebenaran, tak terkecuali orang sekeras dan sekejam Pontius Pilatus. Dia mencari kebenaran dan dia bertanya kepada pribadi yang sesungguhnya adalah kebenaran sejati itu sendiri.

Alasan Yesus dijatuhi hukuman mati sebenarnya bisa kita temukan dalam tulisan di atas kayu salib. Pontius Pilatus sang gubernur Romawi menulis di atas kayu salib Yesus dalam bahasa Latin “Iesus Nazarenus Rex Iudaeorum” (INRI) artinya “Yesus orang Nazaret Raja orang Yahudi.” Tulisan itu diprotes oleh para pemimpin bangsa Yahudi namun Pilatus tegas mengatakan “Quod scripsi, scripsi” (Apa yang kutulis tetap tertulis) (Yoh. 19:22). Tulisan itu ditulis dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Ibrani, Latin dan Yunani (Yoh. 19:19-20). Tulisan bahasa Ibrani mewakili orang-orang Yahudi. Mereka menuduh Yesus sebagai penghujat Allah karena menyamakan diri-Nya sebagai Anak Allah (bdk. Mrk. 14:61-64). Sebab siapapun yang menghujat nama Allah harus dihukum mati dengan cara dirajam, yaitu dilempari batu (lih. Im. 24:16). Sementara tulisan berbahasa Latin mewakili penguasa Romawi yang menjajah tanah Palestina pada masa itu. Yesus harus dihukum mati karena dia dikategorikan dapat mengganggu stabilitas politik. Dia dicurigai mampu menghasut orang banyak dan bisa memberontak melawan penjajah Romawi. Hukum mati khas orang Romawi adalah disalibkan. Karena itu mereka mengganjar Yesus dengan hukuman penyaliban. Sementara tulisan berbahasa Yunani mewakili mereka yang percaya kepada Yesus Kristus. Bagi mereka, Yesus bukanlah penghujat Allah dan bukan pemberontak politik yang harus dihukum mati. Tetapi Dia menyerahkan diri-Nya sebagai korban tebusan di atas kayu salib supaya manusia ditebus dari dosa-dosanya sehingga tidak hilang binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Tiga alasan hukuman mati Yesus menunjukkan realitas kehidupan dan warna politik yang terjadi pada masa itu. Melalui persekongkolan pemangku kepentingan yaitu penguasa dengan para pemuka agama akhirnya Yesus dijatuhi hukuman mati yang kecam. Namun di balik semua penderitaan, duka dan luka Yesus sampai pada wafat di atas palang penghinaan, Dia tidak wafat sia-sia sebagai orang terkutuk atau tahanan politik melainkan seorang Hamba Yahwe yang setia dan taat kepada kehendak Bapa. Dia berkorban bagi setiap insan demi keselamatan kekal mereka. Itulah cinta tertinggi dari Allah kepada umat manusia sehingga Dia memberikan Putra Tunggal-Nya sebagai tebusan bagi mereka (bdk. Yoh. 3:16).

Peristiwa sengsara dan wafat Yesus dikisahkan dengan sangat kelam, penuh penderitaan dan pengorbanan dari seorang yang tulus dan benar. Dia menegakkan nilai kebenaran yang sejati kendatipun Dia harus kehilangan nyawa-Nya. Gambaran para penginjil akan penderitaan keji yang dialami Yesus mau mengajak setiap insan untuk berani merefleksikan makna hidup ini bahwa kekuatan jahat akan terus-menerus ingin menggagalkan rencana baik Allah. Namun kebenaran dan kasih Allah tidak akan pernah dikalahkan oleh kuasa kejahatan dan kegelapan. Itulah makna salib Kristus yang memuncak dalam kematian. Namun kematian bukanlah akhir segala-galanya.

Setelah wafat dan dimakamkan selama tiga hari, Yesus pun bangkit mulia mengalahkan kuasa maut dan membawa terang keselamatan kepada setiap insan. Kini kita boleh berefleksi bahwa kuasa kegelapan dan kejahatan termanifestasi dalam beragam bentuk berupa praktek manipulatif, judi dalam berbagai bentuk, obat-obatan terlarang, intrik dan persekongkolan politik, pengrusakan-eksploitasi alam dan berbagai jenis kejahatan lainnya. Keterpecahan relasi sosial melalui berbagai peristiwa seperti runtuhnya tongkonan memberi pesan akan goyahnya pilar-pilar kearifan lokal dan relasi sosial kemasyarakatan, pengusakan alam melalui berbagai jenis tambang yang mengekploitasi alam sekitar secara tak terkendali, penggunaan media sosial dengan tidak bijaksana demi tujuan-tujuan yang tidak bertanggungjawab mesti dibendung dengan suara kenabian akan arti kebenaran sejati dalam terang kebangkitan Kristus. Perlawanan, permusuhan dan segala upaya untuk menggerogoti kehidupan bersama  yang damai dan harmonis harus dikalahkan dengan terang kasih kebangkitan Kristus yang mulia.

Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk mewujudkan dua hal mendasar dalam hidup ini melalui “transformasi diri” dan “transformasi sosial”. “Transformasi diri” berarti pertobatan sejati melalui kehidupan yang benar dengan meninggalkan segala macam praktek yang tidak benar dan kembali pada semangat hidup menurut Roh Kristus. “Transformasi sosial” berarti perjuangan tanpa kenal lelah mewujudkan kebenaran, kejujuran dan kebaikan demi bonum commune (kesejahteraan bersama). Selamat merayakan Paskah semoga terang kebangkitan Kristus menghalaukan segala bentuk kejahatan dan membawa terang suka cita serta berkat yang melimpah bagi kita semua! Christus surrexit – Prospera Pascha sit!

Penulis: RD. Aidan P. SidikImam diosesan Keuskupan Agung Makassar

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Natal, GP Ansor Toraja Raya Silaturahmi ke Wabup Toraja Utara

    Momentum Natal, GP Ansor Toraja Raya Silaturahmi ke Wabup Toraja Utara

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pengurus dan beberapa anggota GP Ansor Toraja Raya bersilaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Toraja Utara, Yosia Rinto Kadang, Sabtu, 16 Desember 2020. Silaturahmi ini dilakukan dalam momentum perayaan Natal tahun 2020. “Semoga sinergitas pemerintah bersama GP Ansor Toraja terus terjalin dengan baik untuk kemaslahatan masyarakat Toraja dan pembangunan daerah kabupaten Toraja Utara […]

  • BRI Bagikan ID Card BRIzzi kepada Jajaran KPU Toraja Utara

    BRI Bagikan ID Card BRIzzi kepada Jajaran KPU Toraja Utara

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebagai bentuk dukungan dan memberikan kemudahan transaksi, Bank BRI Cabang Rantepao membagikan  ID Card Brizzi kepada pimpinan dan seluruh pegawai lingkup KPU Kabupaten Toraja Utara. Program yang merupakan bentuk dukungan Bank BRI Kantor Cabang Rantepao kepada mitra kerjanya itu dilaksanakan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Pimpinan Cabang BRI Rantepao, Sugeng Priyanto menyerahkan […]

  • Pemkab Tana Toraja Siapkan Anggaran Rp 28 Milliar untuk THR, Kapan Cair?

    Pemkab Tana Toraja Siapkan Anggaran Rp 28 Milliar untuk THR, Kapan Cair?

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Cr1/NDL
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menyiapkan anggaran sebesar Rp 28 milliar untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Bupati, Wakil Bupati, anggota DPRD dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Jumlah Aparatur Sipil Negara yang akan menerima THR ini sebanyak 5.961 orang. Sedangkan jumlah anggota DPRD Tana Toraja sebanyak 30 orang. Sekretaris Daerah (Sekda) Tana […]

  • Tiba di Jayapura, Jenazah 2 Warga Toraja yang Dibunuh di Yahukimo, Didoakan

    Tiba di Jayapura, Jenazah 2 Warga Toraja yang Dibunuh di Yahukimo, Didoakan

    • calendar_month Senin, 1 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAYAPURA — Jenazah dua warga sipil asal Toraja yang dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK) di Distrik di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu, 20 April 2023, dievakuasi ke Jayapura, Senin, 1 Mei 2023. Kedua warga asal Toraja yang dibunuh tersebut, masing-masing Yonatan Arruan, wiraswarta berusia 46 tahun dan Asri Obed, juga […]

  • Rekonstruksi: Almarhum Sonda Dit*kam Empat Kali, Penyidik Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana

    Rekonstruksi: Almarhum Sonda Dit*kam Empat Kali, Penyidik Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Tiga pelaku pembunuhan terhadap Elius Sonda Randanan alias Sonda (18), terancam hukuman seumur hidup sesuai dengan pasal Pasal 459 dan Pasal 458 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP baru). Ketiga tersangka itu, masing-masing berinisial HP (22) warga Lembang Embatau, Kecamatan Tikala. Kemudian, YS (23) warga Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, dan NT (29) warga […]

  • Mahasiswa KKN Tematik Perhutanan Sosial Unhas Sosialisasi Penyadapan Getah Pinus di Mengkendek

    Mahasiswa KKN Tematik Perhutanan Sosial Unhas Sosialisasi Penyadapan Getah Pinus di Mengkendek

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perhutanan Sosial Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 108 menggelar kegiatan sosialisasi standar prosedur operasional (SOP) penyadapan getah pinus di Lembang Pa’tengko, Kecamatan Mengkendek, 28 Juli 2022 lalu. Kegiatan ini menyasar anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sipatuo yang terletak di Kambuno Lembang Pa’tengko Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja. Eduardus […]

expand_less