FKUB Kota Makassar Berikan Rekomendasi Pembangunan Gedung Gereja Toraja di Paccerakkang
- account_circle Arsyad Parende/Rls
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, Prof. Arifuddin memberikan Surat Rekomendasi pembangunan gedung Gereja Toraja Jemaat Lanraki Biringkanaya di RT 03 RW 02, Kelurahan Paccerakkang, Kota Makassar. (Foto: dok. istimewah).
KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar memberikan Surat Rekomendasi pembangunan gedung Gereja Toraja Jemaat Lanraki Biringkanaya di RT 03 RW 02, Kelurahan Paccerakkang, Kota Makassar.
“Selama sebulan sosialisasi rencana pembanguan rumah ibadah Gereja Toraja di Paccerakkang hingga batas akhir tidak ada surat yang masuk ke FKUB Makassar,” kata Ketua FKUB Kota Makassar Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag Ketika menyerahkan Surat Rekomendasi pembangunan gedung Gereja Toraja Jemaat Lanraki Biringkanaya di Paccerakkang kepada Ketua Panitia Pembangunan Pnt. Makis Wata di Makassar, Selasa, 14 April 2026 malam.
Prof. Arifuddin menambahkan FKUB hanya menerima surat tertulis dengan tanda tangan dan stempel basah atau barcode.
FKUB Kota Makassar memberikan rekomendasi pembangunan gedung gereja Toraja di Paccerakkang setelah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan perundang-undangan, seperti verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual di lapangan dan memasang spanduk sosialisasi rencana pembangunan gereja Toraja dilokasi selama sebulan pada 11 Maret hingga 10 April 2026.
Dia menjelaskan bahwa Jemaat Lanraki historisnya ada sedikit gangguan, tetapi dengan kehadiran pemerintah yang kompak sehingga semua ada titik baliknya yang tadinya menolak yang pada akhirnya menerima.
“Perlu diperbanyak dan diperbaiki adalah soal komunikasi. Suatu fakta di lapangan bukan karena perbedaan tetapi salah satunya adalah tidak adanya interaksi sehingga tak saling memahami perbedaan,” ungkap Prof. Arifuddin.
Sementara itu, Ketua Badan Sinode Wilayah 4 Gereja Toraja, Pdt. Lukas Dayung, M.Th dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasihnya yang tulus kepada Ketua FKUB bersama timnya karena tantangan dan pergumulan gereja selama ini telah dikerjakannya bersama pada akhirnya keluarlah rekomendasi yang sejak lama dinanti-nantikan.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menerima audiensi FKUB Kota Makassar beberapa Waktu lalu menegaskan pentingnya peran FKUB dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat toleransi antarumat beragama di Kota Makassar.
Munafri meminta FKUB bersama pemerintah serta para tokoh agama membangun kolaborasi untuk menghilangkan stigma nasional yang kerap melekat bahwa Makassar termasuk dalam daftar kota intoleran.
“Kita selalu dianalogikan sebagai kota yang intoleran, hampir mendekati posisi paling bawah. Padahal di tengah masyarakat, sebenarnya tidak seperti itu,” tegasnya.
Wali Kota menekankan bahwa fondasi keberagaman di Makassar sejatinya sangat kuat dan telah lama terbangun secara kultural. Karena itu, upaya untuk memperbaiki persepsi publik harus dilakukan secara kolektif.
“Tugas berat ini tidak mungkin selesai hanya dengan FKUB, dan tidak mungkin selesai hanya dengan pemerintah. Semua harus bekerja bersama, terutama para pemimpin agama untuk turun ke masyarakatnya memberikan pemahaman,” jelas Munafri.
Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Makassar ibu Merpati Sampeliling, S.Th, Badan Sinode Wilayah 4 Gereja Toraja ketua Pdt. Lukas Dayung, M.Th, Sekretaris Dr. Yeheschiel B. Marewa, SH, MH, dan ketua 3 Prof. Dr. Yoel Pasae, ST, MT sementara dari Klasis Makassar Timur hadir Ketua klasis Pdt Jehezkiel Kutana Akakib , S.Th, MM, dan Pdt. Elyaser Palondongan, M,Th, dari Pimpinan Majelis Gereja Filadelfia Citra Daya Pdt. Ester Yetti Sulle Sumbung, S.Th, MM dan Prof. Dr. Hendrik, SH, M.Kes sedang dari Pimpinan Majelis Gereja Lanraki hadir Adrianus Lintin, S.S. dan Yan Mailapa Lotong, A.Md. (*)
- Penulis: Arsyad Parende/Rls
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar