Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Adat dan Budaya » Korpala Unhas Temukan Gua Sepanjang 1,2 Km di Buntu Kandora Mengkendek, Tembus Sampai Sangalla’

Korpala Unhas Temukan Gua Sepanjang 1,2 Km di Buntu Kandora Mengkendek, Tembus Sampai Sangalla’

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tim Speleologi Korpala Unhas saat melakukan Eksplorasi Gua di Kawasan Karst Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek. (Foto: Dokumen Pribadi Korpala Unhas)

 

 

KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Tim Speleologi Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala Unhas) melakukan kegiatan eksplorasi selama 7 hari sejak 23 maret s/d 29 maret 2026 di kawasan Karst Buntu Kandora Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek Tana Toraja.

Eksplorasi dengan tema Toraja Karst Exploration ini beranggotakan 12 anggota Korpala Unhas masing-masing Richardy Nura’ Bandaso’, Hamrullah, Walad Radillah Idham, Affection Kurniawan Sosang, Andreas Parhusip, Ahmad Resa Tamrin, Muhammad Maulana Arif, Muhammad Farhan Abdullah, Heryanto Manalu, Afriliani Yohana Lubis, Miswanja Batu Padang dan Karasiak Maliku.

Dari kegiatan eksplorasi selama 7 hari tersebut, Tim Speleologi Korpala Unhas berhasil mengidentifikasi sedikitnya tujuh gua dalam kawasan karst yang ditelusuri. Dari keseluruhan tersebut, tiga gua telah berhasil dipetakan hingga selesai.

Salah satu gua yang paling menonjol adalah Lo’ko’ Mapia, dengan total panjang lorong mencapai sekitar 1,2 km dan kedalaman vertikal hingga 150 meter. Proses pemetaan gua ini dilakukan selama kurang lebih 12 jam secara intensif di dalam gua. Lo’ko’ Mapia memiliki sistem sungai bawah tanah yang signifikan, yang mengalir dari Dusun Naniong, Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek dan muncul kembali (resurgence) di Dusun Kalembang, Lembang Turunan Kecamatan Sangalla’.

Richardy Nura’ Bandaso’ salah satu anggota Korpala Unhas kepada Wartawan Kareba Toraja menjelaskan bahwa penemuan awal gua pada kawasan kasrt buntu kandora berawal dari analisis penginderaan jauh, yaitu dengan memanfaatkan citra satelit dan data topografi untuk mengidentifikasi indikasi morfologi karst, seperti depresi tertutup (dolina), lineament, sungai bawah tanah serta potensi bukaan gua.

Dari hasil interpretasi tersebut, tim kemudian melakukan verifikasi lapangan (ground check) untuk memastikan keberadaan objek yang terindikasi. Saat survei lapangan itulah tim menemukan beberapa gua yang selanjutnya dilakukan eksplorasi lebih lanjut.

Pendekatan ini menggabungkan analisis spasial berbasis GIS dengan observasi langsung di lapangan, sehingga penemuan gua tidak bersifat kebetulan, melainkan melalui proses ilmiah yang terencana.

Dalam penelusuran gua, tim menggunakan metode eksplorasi speleologi yang sistematis, dimulai dari observasi lorong secara visual, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan gua.

Tim menerapkan teknik SingleRope Technique (SRT) untuk menjelajahi bagian vertikal gua, serta melakukan pengukuran lorong menggunakan alat seperti kompas, clinometer, dan disto meter untuk memperoleh data panjang, arah dan kemiringan lorong.

Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi kondisi gua, termasuk aspek geologi, hidrologi, serta temuan-temuan di dalam. Seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan dan etika eksplorasi gua.

Metode ini memungkinkan tim tidak hanya menelusuri gua, tetapi juga menghasilkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelusuran tersebut, tim juga menerapkan teknik ultralight dalam eksplorasi gua. Teknik ini dilakukan dengan membawa peralatan seminimal mungkin untuk meningkatkan efisiensi pergerakan di dalam gua.

Pada titik resurgence tersebut, aliran air telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan cara dibendung sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, sistem sungai bawah tanah di kawasan karst Kandora ini diduga memiliki potensi jaringan yang lebih panjang. Hal ini diperkuat dengan temuan pada dua gua lain yang juga telah dipetakan, di mana keduanya menunjukkan keberadaan aliran sungai bawah tanah di dalamnya. Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan adanya konektivitas hidrologi antar gua dalam satu sistem karst yang lebih luas.

Di luar temuan gua, tim juga mengidentifikasi tiga lokasi yang terindikasi sebagai situs pemakaman tradisional, salah satunya ditandai dengan keberadaan erong. Selain itu, ditemukan pula keanekaragaman biota gua, antara lain kepiting gua, koloni kelelawar dan berbagai jenis serangga selain itu, tim juga mengidentifikasi keberadaan organisme yang diduga merupakan parasit dalam ekosistem gua.

Pada kawasan eksokarst di sekitar lokasi, tim juga mencatat indikasi keberadaan fauna liar, termasuk dugaan kuskus beruang dan beberapa jenis primata (monyet).

Salah satu temuan menarik dari eksplorasi ini juga terlihat dari aspek antropologi, di mana kawasan Buntu Kandora diduga memiliki peran sebagai salah satu titik penyebaran Aluk Todolo.

Interpretasi ini diperoleh berdasarkan hasil diskusi dengan masyarakat setempat serta didukung oleh survei literatur terkait. Sementara itu, dari sisi geologi, kawasan karst Kandora menunjukkan karakteristik yang cukup unik.

Interpretasi geologi ini didasarkan pada hasil pengamatan langsung di lapangan, yang kemudian divalidasi dengan data sekunder berupa peta geologi regional.

Seluruh hasil eksplorasi ini masih merupakan temuan awal yang memerlukan tindak lanjut melalui kajian dan eksplorasi yang lebih mendalam.

Diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan aspek sistem gua, hidrologi, geologi, arkeologi, antropologi, serta keanekaragaman hayati secara komprehensif.

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi tahap awal dari rangkaian eksplorasi berkelanjutan yang akan dilakukan oleh Tim Speleologi Korpala Unhas dalam upaya mengungkap potensi dan karakteristik kawasan karst secara lebih utuh dan ilmiah.

Sebelumnya di tahun 2013 – 2014, Tim Speleologi Korpala Unhas juga telah melakukan kegiatan eksplorasi namun masih terpusat di Wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan, sehingga kawasan lain seperti Buntu Kandora masih relatif belum banyak terungkap. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (1)

  • Kristina Bumbu

    Kembang Palipu itu bersejarah dalam hidupku karena nenekku dari situ berasal saat pulang Batal tahun lalu aku ada disini letak rumah nenekku di Maruang❤❤❤semoga selalu terjaga kelestariannya bangga menjadi keturunan Lembang Palipu dengan buntu Kandora yang fenomenal ❤❤❤❤❤

    Balas8 April 2026 9:37 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.855 Tenaga Medis di Tana Toraja Siap Disuntik Vaksin Corona

    1.855 Tenaga Medis di Tana Toraja Siap Disuntik Vaksin Corona

    • calendar_month Kamis, 7 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebanyak 1.855 tenaga medis yang bekerja di rumah sakit, Puskesmas, dan layanan kesehatan masyarakat lainnya di Tana Toraja, siap divaksin. Tenaga medis atau pekerja kesehatan adalah kelompok masyarakat yang akan divaksin pertama, karena mereka dianggap sebagai garda terdepan dalam melawan virus Corona (Covid-19). “Sudah disosialisasikan. Dan pada prinsipnya tenaga medis di Tana […]

  • Cegah Pencurian, Kapolres Toraja Utara Minta Pengurus Rumah Ibadah Pasang CCTV

    Cegah Pencurian, Kapolres Toraja Utara Minta Pengurus Rumah Ibadah Pasang CCTV

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA,COM, RANTEPAO — Selain patroli perintis presisi yang dilakukan secara rutin, Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto juga meminta pengurus rumah ibadah di wilayah Toraja Utara untuk memasang kamera pengawas CCTV (Closed Circuit Television). “Kehadiran CCTV sendiri dapat membuat calon pelaku kejahatan berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya. Selain itu, rekaman CCTV dapat menjadi bukti […]

  • JRM: Siapapun Dia, Wajib Mendukung Setiap Event yang Mendatangkan Wisatawan ke Toraja

    JRM: Siapapun Dia, Wajib Mendukung Setiap Event yang Mendatangkan Wisatawan ke Toraja

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Anggota DPRD Provinsi Sulsel, John Rende Mangontan mengajak semua pihak untuk mendukung event promosi Wisata untuk kemajuan wisata Toraja. Hal ini disampaikan JRM, sapaan akrab John Rende Mangontan, saat memberikan sambutan di sela-sela pengundian hadiah bagi para peserta One Day Trail Adventure Jelajah Wisata Toraya Mala’bi’, Sabtu, 29 Oktober 2022. Event ini […]

  • Melalui Dana Aspirasi, JRM dan Dinas Perindustrian Sulsel Gelar Pelatihan Sablon di Toraja

    Melalui Dana Aspirasi, JRM dan Dinas Perindustrian Sulsel Gelar Pelatihan Sablon di Toraja

    • calendar_month Rabu, 29 Nov 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tana Toraja menggelar pelatihan industri kreatif printing, 27 – 29 November 2023 di Aula Pantan Toraja Hotel, Makale. Kegiatan ini merupakan realisasi dari dana aspirasi anggota DPRD Provinsi Sulsel dari  Partai Golkar, John Rende Mangontan (JRM). Dalam kegiatan tersebut para peserta diberikan […]

  • Peringati Hari Paskah, YKGT-RS Elim Rantepao Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Sangpiak Awan Rante Karua

    Peringati Hari Paskah, YKGT-RS Elim Rantepao Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Sangpiak Awan Rante Karua

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Peserta dan Panitia Bakti Sosial Kesehatan YKGT-RS Elim Rantepao di Gedung Gereja Toraja Jemaat Sangpiak Klasis Awan. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, AWAN RANTE KARUA — Dalam rangka memperingati Hari Paskah, Panitia Paskah Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT) – RS Elim Rantepao menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan. Kegiatan berlangsung pada tanggal 05 April 2025 lalu yang […]

  • Satu Rumpun Bambu Tumbang dan Halangi Akses Jalan Langso-Tampapute

    Satu Rumpun Bambu Tumbang dan Halangi Akses Jalan Langso-Tampapute

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil), Sabtu, 3 Juli 2021 dinihari, mengakibatkan satu rumpun pohon bambu (betung) di Langso, Lembang Betteng Deata, tumbang. Satu rumpun pohon bambu yang tumbang ini menimpa kandang ternak milik Mama Romi (Rotte). Selain itu, juga menghalangi arus lalulintas di jalan poros Langso-Tampapute. Rotte, warga […]

expand_less