Ratusan Tabebuya, Pohon yang Mirip Sakura, Ditanam di Objek Wisata Buntu Burake

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bentuk pohon dan bunganya yang mirip dengan Sakura dari Jepang, bisa mengecoh banyak orang. Tabebuya pun kadang disebut sebagai Sakura. Padahal, sejatinya, pohon Tabebuya (handroanthus chrysotrichus) berasal dari Amerika Latin, tepatnya Brazil.

Mulai heboh di Indonesia ketika bunga dari pohon ini mulai mekar di Kota Surabaya, kini Tabebuya banyak ditanam di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Toraja.

Di jalan protokol (jalur dua) kota Rantepao, Toraja Utara, pohon yang ditanam tiga tahun lalu itu, sudah berbunga, meski baru satu dua dari ratusan pohon yang ditanam.

Dan, pada Jumat, 14 Oktober 2022, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Toraja mulai menanam ratusan pohon Tabebuya di objek wisata Buntu Burake, Makale.

Baca Juga  78 Tahun Indonesia Merdeka, Simbuang-Mappak Pelaku Sejarah yang Terlupakan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja, Nirus Nikolas mengatakan penanaman pohon Tabebuya di objek wisata Buntu Burake adalah salah satu program Dinas dalam Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

“Penanaman pohon Tabebuya ini dalam rangka mendukung KKS Khususnya yang terkait dengan penataan lingkungan kawasan objek wisata Buntu Burake. Juga sekalian aksi bersih-bersih,” tutur Nirus Nikolas.

Pohon Tabebuya, kata Nirus, akan ditanam di beberapa objek wisata di Tana Toraja, selain Buntu Burake, seperti Pango-Pango, Pasar Seni, dan sejumlah objek lainnya.

“Kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon ini juga dalam rangka menyambut rencana kedatangan Bapak Presiden Jokowi untuk menghadiri Kongres GMKI di Tana Toraja,” terang Nirus lebih lanjut.

Baca Juga  BREAKING NEWS: Presiden Jokowi Tiba di Bandara Toraja

Nirus berharap, setiap pohon Tabebuya yang telah ditanam ini bisa tumbuh dan dapat terpelihara dengan baik. “Dan kami kita juga berharap kalau bisa setiap unit kerja yang memiliki program untuk dapat diintegrasikan ke objek wisata Buntu Burake, begitu juga Pango-Pango dan objek wisata lainnya,” Nirus menaruh harapan. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar