Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Komunitas » Paskah Kristus; Terang Kebangkitan dan Belajar dari Simon Petrus, Sang Batu Karang Gereja

Paskah Kristus; Terang Kebangkitan dan Belajar dari Simon Petrus, Sang Batu Karang Gereja

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
  • comment 0 komentar

“Tu es Petrus, et super hanc petram aedificabo Ecclesiam meam, et portae inferi non praevalebunt adversus eam, et tibi dabo claves regni caelorum” ungkapan dalam versi bahasa Latin ini adalah kata-kata penuh makna dari Sang Guru kepada Simon Petrus. Dalam bahasa Indonesia kita pahami demikian, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat[1]Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga” (Mt. 16:18-19a).

Kisah Simon Petrus, murid pertama Yesus sekaligus menjadi ketua para murid, menjadi cermin perjalanan kehidupan umat beriman. Dia adalah sang batu karang artinya pribadi yang keras dengan pendirian yang teguh. Sedikit terkesan ceroboh dan arogan. Karakter Petrus itu di satu sisi menjadi kekuatannya. Sebuah keyakinan dan kepercayaan diri yang total dalam mengikuti Yesus. Namun di sisi lain, hal itu menjadi titik lemahnya. Dia terlalu percaya diri, mengandalkan kemampuan dirinya dan justru karena itu dia jatuh dan tak berdaya.

Kita mengangkat kisah Simon Petrus sebagai salah satu potret perjalanan spiritual dalam kisah Injil mengikuti Yesus sampai ke kota suci Yerusalem. Dengan sangat berat kita harus mengakui bahwa Simon Petrus awalnya mengikuti Yesus dengan penuh antusiasme diri. Di tepi danau Galilea, Yesus memanggilnya menjadi “penjala manusia.” Tanpa keraguan sedikitpun dan tanpa berpikir panjang, dia segera mengikuti Yesus (Mrk. 1:16-18). Namun dalam perjalanan selanjutnya dia jatuh dan gagal. Ketika Yesus memperingatkan dia bahwa mereka akan tergoncang imannya, dengan penuh kepercayaan diri Petrus menjawab, “Biarpun semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali[1]sekali tidak” (Mt. 26:33). Yesus pun memperingatkan dia akan bahaya penyangkalannya. Tetapi dia tetap kukuh pada pendiriannya hingga tiba saat penyangkalan itu. Hal ini terindikasi kuat saat dia bersama dua murid yang lain jatuh tertidur di taman Getsemani di saat-saat kritis hidup Yesus. Padahal Yesus berulang kali memperingatkan mereka, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mt. 26:41).

Peringatan Yesus ini baru terbukti saat Petrus “diinterogasi” oleh seorang hamba perempuan di halaman pengadilan di mana Yesus diadili oleh Mahkamah Agama. Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali dan pada saat itu ayam pun berkokok. Petrus sadar akan kelemahannya. Dia ternyata rapuh dan kini jatuh ke tubir terdalam. Dia telah menyangkal dan mengkhianati Gurunya. Dia jatuh terduduk dan menangis tersedu-sedu. Seorang laki-laki yang sebelumnya sangat percaya diri, kuat dan tegar, kini tertunduk lesuh dan menangis penuh penyesalan. Moment itu adalah moment menentukan bagi perjalanan hidup Petrus. Dia tahu kelemahannya dan sadar tanpa bantuan dan pertolongan yang Ilahi dia tak berdaya sama sekali. Tangis Petrus adalah tangis setiap insan yang terlalu mengandalkan dirinya dan lupa akan belas kasih serta rahmat dari yang Ilahi.

Petrus bangkit kembali dan dia menanggapi undangan rekonsiliasi Yesus setelah Dia bangkit untuk berjumpa kembali di Galilea (bdk. Mrk. 16:7). Perjumpaan di Galilea adalah undangan Yesus untuk memulihkan ketidaksetiaan para murid, terutama Simon Petrus sebagai ketuanya. Bagi Yesus, manusia bisa saja salah, berdosa dan jatuh. Manusia mudah ingkar janji dan tidak setia. Tetapi kerapuhan dan ketidaksetiaan manusia tidak akan pernah mengagalkan cinta yang Ilahi. Oleh karena itu, di tepi danau Galilea di mana cinta Yesus pertama kali bersemi dengan murid-murid-Nya saat Ia memanggil mereka mengikuti-Nya sebagai penjala manusia kini dipulihkan. Tiga kali Yesus bertanya kepada Simon Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dan setiap kali ditanya, Simon Petrus memberikan jawaban positif, “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Atas jawaban Petrus itu, Yesus memberikan keperacayaan yang sangat besar bagi dirinya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku” (bdk. Yoh. 21:15-17).

Kita bisa mengajukan sebuah pertanyaan refleksif, “Bagaimana mungkin Yesus mempercayakan sesuatu yang sangat penting (sebagai gembala kawanan domba-Nya) kepada orang yang nyata-nyata tidak setia dan mengkhianati Gurunya sampai tiga kali?” Kita menemukan dua jawaban otentik di sini. Pertama, ketidaksetiaan manusia dan kelemahan dirinya tidak menggagalkan cinta yang Ilahi. Rencana keselamatan Allah bagi umat manusia tidak akan digagalkan oleh dosa dan pelanggaran manusia. Kedua, Yesus tahu bahwa Petrus orang yang baik, jujur dan tulus hati. Namun kelemahan manusiawi karena terlalu mengandalkan dirinya maka dia jatuh. Syukurlah Petrus bangkit lagi dan kembali mengikuti Yesus dalam sebuah perspetif yang baru. Yesus tahu bahwa Simon Petrus sudah mengalami pengalaman jatuh-bangun mengikuti-Nya. Kini, dia bisa menjadi pendamping atau gembala yang baik bagi murid-murid yang lain yang masih muda imannya dan rentan untuk jatuh. Petrus sudah belajar dari pengalaman kelam masa lalunya dan kini dia mendapat amanat baru dari Yesus sebagai “sang batu karang Gereja” dan “sang gembala” untuk menuntun kawanan domba- domba Tuhan sendiri.

Perayaan Paskah merupakan perayaan kebangkitan Kristus dari alam maut membawa terang mulia keselamatan kekal. Kerapuhan dan kelemahan manusiawi seperti ditunjukkan lewat figur Simon Petrus dalam kisah sengsara Yesus Kristus membuka sebuah cakrawala baru bagi kita. Mengikuti Yesus berarti kesediaan menyangkal diri, memanggul salib dan mempersilahkan Tuhan sendiri yang berkuasa atas hidup ini. Pengorbanan Kristus di atas kayu salib bukanlah pengorbanan sia-sia belaka melainkan rencana indah Allah untuk menebus dan menyelamatkan setiap insan yang percaya kepada-Nya. Simon Pertrus adalah tokoh utama sebagaimana dikisahkan oleh Injil menjadi saksi hidup dan saksi kunci membuktikan kebenaran hal itu. Kita pun dipanggil belajar dan bercermin pada figur Simon Petrus, sang batu karang Gereja Kristus. Semoga terang kebangkitan Kristus dalam Paskah yang mulia memampukan kita menjadi “batu-batu karang” Kristus yang mewartakan terang kebangkitan-Nya yang mulia. Selamat menghayati misteri agung Kristus dalam Perayaan Liturgi Pekan Suci (Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah dan Minggu Paskah). Dan selamat merayakan Hari Raya Paskah 2024. Alleluya, surrexit Dominus vere, prospera Pasca sit!

Penulis: RD. Aidan P. Sidik — Imam diosesan Keuskupan Agung Makassar

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral di Medsos, Oknum Pelajar dari 3 Sekolah di Mengkendek dan Gandasil Terlibat Tawuran

    Viral di Medsos, Oknum Pelajar dari 3 Sekolah di Mengkendek dan Gandasil Terlibat Tawuran

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Tawuran sekelompok pelajar ini melibatkan pelajar dari SMK Andika Mebali, Kelurahan Rante Kalua’, Kecamatan Mengkendek, SMA 9 Tana Toraja Kelurahan Salubarani, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, dan SMK 2 Tana Toraja Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Tawuran tersebut pecah di depan sekolah SMK Andika Mebali, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Senin, 4 September 2023. […]

  • Januari-Mei, Terjadi 148 Kasus Demam Berdarah di Tana Toraja

    Januari-Mei, Terjadi 148 Kasus Demam Berdarah di Tana Toraja

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam di Kabupaten Tana Toraja. Dalam lima bulan pertama tahun 2022, sudah terjadi 148 kasus. Masyarakat pun diimbau untuk waspada, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, serta kebersihan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggalnya. “Dari Januari hingga April terjadi 127 kasus. Sedangkan bulan Mei, 21 kasus,” […]

  • Hadiri Sosialisasi Pasangan Calon Bupati, Oknum Kepala Lembang dari Kapala Pitu Dihukum 1 Bulan Penjara

    Hadiri Sosialisasi Pasangan Calon Bupati, Oknum Kepala Lembang dari Kapala Pitu Dihukum 1 Bulan Penjara

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepala Lembang Benteng Ka’do, Kecamatan Kapala Pitu, Andarias Lepong dijatuhi vonis satu bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makale. Andarias didakwa melanggar pasal 88 junto pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tetang Pilkada. Pasal ini mengatur tentang Kepala Desa […]

  • Apresiasi Kinerja Operasi Lilin 2020, Kapolda Beri Bingkisan kepada Pesonil di Toraja Utara

    Apresiasi Kinerja Operasi Lilin 2020, Kapolda Beri Bingkisan kepada Pesonil di Toraja Utara

    • calendar_month Sen, 28 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Merdisyam, memberikan bingkisan kepada personil yang bertugas dalam Operasi Lilin tahun 2020 di Kabupaten Toraja. Pemberian bingkisan ini sebagai bentuk apresiasi Kapolda terhadap kinerja personil gabungan yang bertugas mengamankan Natal dan Tahun Baru di Toraja Utara. Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Merdisyam melakukan kunjungan kerja […]

  • Pemda Belum Maksimal, Warga Rantepao Fogging Mandiri untuk Cegah DBD

    Pemda Belum Maksimal, Warga Rantepao Fogging Mandiri untuk Cegah DBD

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kegiatan fogging yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara melalui Dinas Kesehatan untuk mencegah kenaikan angka Demam Berdarah Dengue (DBD) dinilai belum maksimal. Beberapa wilayah di Kabupaten Toraja Utara belum mendapatkan giliran fogging, sementara masyarakat mulai takut dan resah terhadap kenaikan angka penderita penyakit DBD. Akibatnya, sejumlah Warga Rantepao berinisiatif untuk melakukan […]

  • 2022 Pemkab Toraja Utara Hibahkan Sarana Peribadatan Senilai Rp 4,4 Miliar

    2022 Pemkab Toraja Utara Hibahkan Sarana Peribadatan Senilai Rp 4,4 Miliar

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4.446.944.000 dari APBD tahun 2022 untuk membangun tujuh sarana peribadatan;  Kristen dan Katolik. Tujuh sarana peribadatan itu, diantaranya 3 Pastori Gereja Toraja, 2 gedung Gereja Toraja, dan 2 Pastoran Gereja Katolik yang tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Toraja Utara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum […]

expand_less