Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Memaknai Kemerdekaan dari Wilayah Terpencil, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Inklusif

Memaknai Kemerdekaan dari Wilayah Terpencil, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Inklusif

  • account_circle Desianti
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Memaknai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat akses layanan keuangan yang inklusif hingga ke pelosok negeri sehingga memperluas manfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, BRI.

Direktur Operations BRI, Hakim Putratama menjelaskan, perluasan akses layanan menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung kelancaran aktivitas transaksi keuangan masyarakat di berbagai wilayah.

“BRI terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi BRI dan Danantara dalam mendorong transformasi layanan yang semakin berorientasi pada masyarakat. Salah satunya seperti program CX100 yang berfokus pada peningkatan customer experience melalui kualitas layanan yang semakin dekat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Hakim.

Pernyataan tersebut diungkapkan Hakim, saat kunjungan kerja pendampingan Danantara di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara. Hadir pula dalam ramah-tamah bersama mantri Bank BRI Unit Bulo, Branch Office Rantepao, Chief Marketing Officer Danantara, Dendi T. Danianto.

Pada kesempatan itu pula, dimanfaatkan untuk berdiskusi, diantaranya dengan salah satu mantri bernama Elce Putri Bontong, mantri BRI Unit Bolu, Branch offive Rantepao. Mantri Perempuan tersebut yang selama ini telah membuka layanan akses perbankan hingga pelosok terpencil di Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara.

Setiap hari ia menempuh perjalanan ke desa-desa terpencil bukan sekadar tugas pekerjaan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat di wilayah kerja 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Medan perjalanan terjal sama sekali tak menyurutkan semangat Elce untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat.

Ketangguhan Elce menjadi potret nyata semangat perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga membawa dampak bagi lingkungan sekitarnya. Wilayah tersebut berada sekitar 35 kilometer dari kantor unit. Meski jaraknya tidak terlihat terlalu jauh, perjalanan menuju desa harus melewati jalan pegunungan dengan kondisi medan yang menantang. “Kalau nasabah di desa kebanyakan itu petani dan peternak, seperti peternak babi, kerbau. Layanan keuangan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Kalau pinjaman biasanya digunakan untuk menambah modal, misalnya beli indukan, penggemukkan, pokoknya untuk mengembangkan usahanya,” jelas Elce

Bagi Elce, kebahagiaan terbesar justru datang ketika melihat usaha para nasabah berkembang.
“Tentunya saya merasa bangga. Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak 1-2, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang karena bisa membantu mereka. Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Itu yang bikin saya bangga,” tutupnya.

Dari pengalaman Elce tersebut adalah satu dari salah satu penerapan komitmen BRI dalam memberikan pelayanan keuangan kepada seluruh masyarakat sampai ke daerah terpencil sekalipun, melalui pemahaman yang kuat terhadap karakter usaha, potensi wilayah, serta kebutuhan finansial nasabah, pemasar BRI khususnya Mantri, tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga bertindak sebagai financial advisor yang mengawal pertumbuhan usaha melalui pendampingan menyeluruh sejak tahap awal hingga berkembang.

“BRI selalu menanamkan nilai-nilai budaya kerja yang positif bagi seluruh pekerja sehingga tercipta komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan para mantri di lapangan. Ini merupakan bukti nyata kontribusi perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Kisah Elce juga menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegas Hakim. (*)

  • Penulis: Desianti
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Bawaslu Toraja Utara Serukan Pemilos Jujur, Adil, dan Berintegritas di SMAN 3 Toraja Utara

    Ketua Bawaslu Toraja Utara Serukan Pemilos Jujur, Adil, dan Berintegritas di SMAN 3 Toraja Utara

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN — Dalam rangkaian kegiatan “Bawaslu Goes To School” di SMA Negeri 3 Toraja Utara, Ketua Bawaslu Toraja Utara, Brikken Linde Bonting, menyampaikan amanat penting di hadapan peserta upacara bendera. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelajar tentang pentingnya pemilihan yang jujur, adil, dan berintegritas. Di hadapan peserta upacara, Brikken Linde Bonting mengajak semua […]

  • 4 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Maut Bus Ketty Jurusan Toraja- Kendari, Berikut Identitasnya

    4 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Maut Bus Ketty Jurusan Toraja- Kendari, Berikut Identitasnya

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Bus Ketty jurusan Toraja – Kendari yang masuk ke jurang di Jalan Poros Toraja – Palopo tepatnya di Km. 14 Kelurahan Battang, Kota Palopo. (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Korban jiwa akibat kecelakaan maut Bus Ketty jurusan Toraja – Kendari yang masuk ke jurang di Jalan Poros Toraja – Palopo tepatnya di Km. 14 […]

  • Hasil Penelitian Ahli Vulkanologi, Longsor di Gunung Sangbua Ancam 7 Rumah, Selebihnya Masih Aman

    Hasil Penelitian Ahli Vulkanologi, Longsor di Gunung Sangbua Ancam 7 Rumah, Selebihnya Masih Aman

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana dari Kementerian ESDM telah melakukan penelitian terhadap potensi bencana longsor di Gunung Sangbua Lembang Kaduaja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Penelitian tersebut dilaksanakan pada hari kamis, 10 Maret 2022 dan hasilnya dipaparkan paparkan langsung kepada Pemda Tana Toraja yang dipimpin Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, Sabtu, 12 Maret […]

  • Vakum Sejak Pandemi, Dinas Pariwisata Toraja Utara Hidupkan Kembali Wisata Hutan Bambu To’kumila’

    Vakum Sejak Pandemi, Dinas Pariwisata Toraja Utara Hidupkan Kembali Wisata Hutan Bambu To’kumila’

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Pengunjung Menikmati Atraksi Seni  Budaya di Hutan Bambu To’kumila’ Lembang Tonga Riu Kecamatan Sesean Suloara’ Toraja Utara. (Foto/AP-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, SESEAN SULOARA’ — Pandemi Covid yang terjadi pada tahun 2019 lalu berdampak pada sektor Pariwisata Toraja Utara salah satunya Objek Wisata Pasar Tradisional Hutan Bambu To’kumila’ yang terletak di Lembang Tongan Riu Kecamatan Sesean Suloara’ […]

  • Kondisi SMAN 12 Tana Toraja Terkesan Dibiarkan, Legislator Golkar Ini Geram

    Kondisi SMAN 12 Tana Toraja Terkesan Dibiarkan, Legislator Golkar Ini Geram

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAPPAK — Tanah di sekitar gedung SMA Negeri 12 Tana Toraja longsor lagi pada Minggu, 16 Mei 2021 malam. Padahal, longsor sebelumnya (tahun 2019) yang merusak beberapa ruang kelas di SMA yang terletak di Kelurahan Kondodewata Kecamatan Mappak ini, belum diatasi. Kondisi ini memicu kecemasan pada para siswa dan guru dalam melakukan aktivitas belajar […]

  • Pemkab Toraja Utara Pekerjakan Ratusan TKD Kesehatan Tanpa Digaji

    Pemkab Toraja Utara Pekerjakan Ratusan TKD Kesehatan Tanpa Digaji

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mempekerjakan sebanyak 170 tenaga kesehatan tanpa digaji selama tahun 2022. Ketika diangkat atau di-SK-kan kembali tahun 2023, hingga Maret, mereka juga belum digaji. Tenaga kesehatan yang tidak mendapat gaji selama tahun 2022 itu bekerja pada beberapa Puskesmas di Toraja Utara dan RSUD Pongtiku. Dalam Surat Keputusan (SK) Nomor […]

expand_less