oleh

Dirgahayu 77 Tahun Republik Indonesia yang Sederhana dari Perbatasan Toraja-Luwu

KAREBA-TORAJA.COM, WALENRANG —- Jika biasanya, perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung dengah penuh semarak kemeriahan, maka berbeda dengan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Toraja Utara-Luwu.

Perayaan Hari Ulang Tahun ke 77 Republik Indonesia hanya dirayakan secara sederhana namun penuh makna.

Bertempat di Tamuan Tarun, Desa Ilan Batu Uru, Kelurahan Walenrang Barat – Luwu, Gereja Toraja Jemaat Sa’dan To’ao’ bersama 2 Cabang Kebaktiannya, Mendila dan Paonganan, memperingati melalui ibadah syukur yang dirangkaikan upacara penaikan bendera Merah Putih.

Kegiatan yang sudah kedua kalinya dilaksanakan di lokasi tersebut menjadi pelecut semangat nasionalisme warga jemaat atas kasih anugrah Tuhan yang dicurahkan untuk Indonesia tercinta.

Baca Juga  Pejabat Kepala Bandar Udara Toraja Berganti, Anas Pindah ke Poso

Bukan tanpa alasan, jarak cabang kebaktian menuju kota, cukup jauh sehingga menjadi kerinduan untuk berkumpul bersama walau dalam segala keterbatasan yang ada.

Upacara dan ibadah dipimpin Pendeta Thri Sandy dengan tema perenungan berdasar pada Mazmur 82.

“Dalam Kitab ini, menekankan Keadilan dan Kedaulatan Allah yang dapat diwarisi sebagai anak Allah, yang hadir di tengah bangsa ini untuk mewujudkan damai sejahtera,”ungkap Pendeta Sandy.

Lanjut, kegiatan membawa sebuah harapan agar situasi yang dihadapi bangsa ini secara umum dan jemaat secara khusus dapat terwujud melalui jargon 77th Kemerdekaan. “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat”. Semoga Jemaat Gereja Toraja di Sa’dan To’Ao’ dan Cabang Kebaktiannya, dapat mewujudkan nilai nasionalisme serta kecintaan bagi bangsa anugerah Tuhan.

Baca Juga  Tampung Delegasi GMKI Papua, JRM: Mereka Saudara Saya

Seusai ibadah, warga jemaat kemudian mengucap syukur atas Hari Kemerdekaan RI dengan makan bersama. (*)

Citizen Reporter: Ima
Editor: Arthur

Komentar