Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bencana Alam » Mata Air di KM 5 Mengkendek Jadi Andalan Saat Kemarau, Warga Harap Bantuan Pipa dan Generator dari Pemerintah

Mata Air di KM 5 Mengkendek Jadi Andalan Saat Kemarau, Warga Harap Bantuan Pipa dan Generator dari Pemerintah

  • account_circle CR2/IP
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Situasi antrean truk pengangkut air bersih di mata air Kanaan km 5 mengkendendek. (Foto: Arsyad)

 


KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah menyebabkan sejumlah rumah tangga kesulitan mendapatkan air bersih.

Mata air di RT Kanaan, Kelurahan Tengan Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja ini masih terus mengalir dan menjadi salah satu sumber air yang diandalkan masyarakat.

Pantauan di lokasi Senin 21 September 2026, belasan mobil truk terlihat mengantre untuk mengisi air ke dalam tandon yang berada di atas kendaraan. Aktivitas pengambilan air ini berlangsung sejak pagi pukul 06.00 Wita hingga 21.00 Wita.

Salah seorang warga, Yunus Massora (44), mengatakan tingginya aktivitas pengambilan air terlihat dari banyaknya kendaraan yang datang secara bergantian.

Air yang diambil dari mata air tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah di Mengkendek seperti IAKN, Pesantren, Marinding dan daerah sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk kebutuhan sebagian masyarakat di Kota Makale.

Menurut Yunus, keberadaan mata air tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi kemarau yang membuat kebutuhan terhadap air semakin meningkat.

Untuk mengalirkan air dari mata air menuju jalan raya tempat kendaraan mengantre, warga menggunakan pompa yang digerakkan oleh mesin generator. Jarak sumber mata air dengan jalan raya sekitar 250 meter, sehingga diperlukan jaringan pipa untuk menyalurkan air.

Mesin generator dioperasikan hampir tanpa henti selama aktivitas pengambilan air berlangsung. Generator hanya dihentikan sementara selama sekitar satu jam, yakni dari pukul 12.00 hingga 13.00 Wita, sebelum kembali digunakan.

Yunus berharap Pemerintah dapat memberikan dukungan berupa fasilitas jaringan pipa dan generator, sehingga sumber mata air tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Harapan kami pemerintah bisa membantu menyediakan pipa dan generator untuk masyarakat,” ujar Yunus.

Hingga malam hari, aktivitas pengambilan air di lokasi tersebut masih berlangsung. Mata air yang tetap mengalir di tengah kemarau menjadi salah satu sumber penting yang menopang kebutuhan air masyarakat di Mengkendek dan sejumlah wilayah sekitarnya. (*)

  • Penulis: CR2/IP
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Remaja di Sangalla’ Utara Dianiaya Menggunakan Pecahan Kaca yang Dimasukkan ke Mulut

    Seorang Remaja di Sangalla’ Utara Dianiaya Menggunakan Pecahan Kaca yang Dimasukkan ke Mulut

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA — Usia dua pelakunya terbilang masih belia. Namun tindakan penganiayaan yang mereka lakukan tergolong cukup sadis. Memasukkan pecahan kaca ke dalam mulut korbannya. Pengeroyokan terhadap anak dibawah umur berinisial JZ, 17 tahun, itu terjadi di Lembang Leatung, Kecamatan Sangalla’ Utara, Minggu, 3 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 Wita. Penganiayaan dilakukan oleh dua […]

  • Komunitas Toraja Fishing Club Lepas 3.500 Bibit Ikan Nila di Sungai Sa’dan

    Komunitas Toraja Fishing Club Lepas 3.500 Bibit Ikan Nila di Sungai Sa’dan

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komunitas Pemancing Ikan Toraja bernama Toraja Fishing Club (TFC) terus menunjukkan kepedulian yang besar terhadap keberlangsungan populasi ikan air tawar di wilayah Toraja (Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara). Bekerjasama dengan badan usaha yang bergerak di bidang budidaya ikan air tawar bernama UD. Bintang Maelo, Senin, 5 April 2021, TFC kembali melepas […]

  • Toraja Coffee Festival Kembali Digelar, Usung Semangat Bangkitkan Kopi Toraja

    Toraja Coffee Festival Kembali Digelar, Usung Semangat Bangkitkan Kopi Toraja

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Aroma kopi Toraja yang diracik oleh tangan-tangan handal akan kembali menyeruak di jantung Toraja Utara pada 19-20 September 2025 mendatang. Setelah sukses perdana, Toraja Coffee Festival (TCF) kembali hadir dengan semangat yang sama, “Make Toraja Coffee Great Again”. Di balik gelaran ini, satu kerinduan yang ingin diwujudkan, melihat kopi Toraja kembali berjaya, […]

  • Layanan Cuci Darah Kini Hadir di RSUD Lakipadada Tana Toraja

    Layanan Cuci Darah Kini Hadir di RSUD Lakipadada Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Layanan cuci darah (hemodealisis) kini hadir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada, Tana Toraja. Fasilitas Hemodealisis ini diresmikan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, Selasa, 14 November 2023, disaksikan Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Ketua Tim Pengerek PKK Tana Toraja, Yariana Somalinggi, Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, dr. Rudi Andilolo, Direktur […]

  • UPDATE: Satu Korban Longsor Buntao’ Meninggal, 2 Orang Masih Dicari

    UPDATE: Satu Korban Longsor Buntao’ Meninggal, 2 Orang Masih Dicari

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Satu dari delapan orang korban tanah longsor yang terjadi di jalan poros Rantepao-Buntao, tepatnya di Salu Tembamba, Kelurahan Tallang Sura’, Kecamatan Bunto’, Toraja Utara, Jumat, 26 April 2024, meninggal dunia. Korban bernama Martina Lintin (49) atau Ma’ Lisa itu meninggal dunia sekitar pukul 14.30 Wita setelah dirawat beberapa saat di RS Elim […]

  • 80 Kasus Kejahatan Seksual Terjadi di Tana Toraja dalam 3 Tahun, Kapolres Minta Semua Pihak Harus Peduli

    80 Kasus Kejahatan Seksual Terjadi di Tana Toraja dalam 3 Tahun, Kapolres Minta Semua Pihak Harus Peduli

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Salah satu pelaku kejahatan seksual yang terjadi di Kabupaten Tana Toraja dan berhasil diamankan pihak Polres Tana Toraja. (foto: dok. istimewa). KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kejahatan seksual yang menimpa anak dibawah umur di Kabupaten Tana Toraja menjadi salah satu perhatian khusus Polres Tana Toraja. Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo saat di temui media menjelaskan, bahwa […]

expand_less