Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BUMN » Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Tana Toraja 98,54 Persen, AMDAL Belum Ada

Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Tana Toraja 98,54 Persen, AMDAL Belum Ada

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kunjungan kerja Komisi III DPRD Tana Toraja ke Sekolah Rakyat. (Foto: arsyad)

 

 

KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Pembangunan Sekolah Rakayt di Kabupaten Tana Toraja hingga memasuki awal bulan November 2026 belum juga rampung.

Kontraktor pelaksana klaim progres sudah mencapai 98,54% dimana pekerjaan bangunan telah seluruhnya rampung dan sisa pengerjaan instalasi listrik, pipa dan pengerjaan tanggul.

Progres tersebut dipaparkan Ilham selaku Koordinator Lapangan Kontraktor Pelaksana dihadapan Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja dalam agenda kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Buntu Mapongka Lembang Marinding Kecamatan Mengkendek, Senin 02 November 2026.

Ditengah-tengah pemaparan progres, Dahlan Bangapadang selaku Anggota Komisi III mempertanyakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkunga (AMDAL) Sekolah Rakyat yang sebelumnya diberitakan beberapa media jika Sekolah Rakyat belum memiliki dokumen AMDAL.

Pihak Kontraktor tak menampik hal tersebut dimana dokumen AMDAL belum rampung namun proses sudah pada tahap akhir.

“Untuk AMDAL prosesnya sudah pada tahap akhir pak” tutur Ilham menjawab pertanyaan Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja.

Dahlan kemudian menyinggung aduan masyarakat Lembang Marinding salah satunya terkait kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari Pembangunan Sekolah Rakyat karena belum terbitnya dokumen AMDAL yang seharusnya sudah ada sebelum pembangunan fisik saat itu dimulai.

Kunjungan kerja Komisi III yang diikuti oleh Ketua DPRD Tana Toraja Kendek Rante, Ketua Komisi III Agustinus Patinggi dan Anggota Komisi III Dahlan Banganpadang dan Yuli Saranga’ dalam rangka menindaklanjuti surat aduan yang masuk ke Komisi III dari masyarakat Lembang Marinding terkait pembangunan Sekolah Rakyat.

Surat Aduan tersebut memuat beberapa poin aspirasi diantaranya:

  1. Aspirasi pertama adalah terkait rekrutmen tenaga kerja (tenaga pendidik, administrasi, satpam, kebersihan dan koki) yang tidak melibatkan warga lokal termasuk tidak adanya sosialisasi soal rekrutmen tersebut.
  2. Kerusakan lingkungan yang semakin parah diantaranya jembatan penghubung 3 Lembang hanyat terbawa arus karena perubahan debit air setelah pembangunan sekolah rakyat, jalan tani rusak tergerus air, drainase dan irigasi sawah tertimbun sedimen, pencemaran udara akibat debu.

Dari dua aspirasi tersebut, masyarakat Marinding menyampaikan tuntutan agar  DPRD segera menindaklanjuti, meminta kontraktor untuk bangun kembali jembatan yang hanyut, memperbaiki irigasi dan drainase yang tertimbun sedimen, meminta rekrutmen ulang dan terbuka serta mengutamakan warga lokal serta memberikan teguran kepada kontraktor yang dinilai lalai jalankan AMDAL.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Tana Toraja menelan anggaran sebesar Rp. 241,3 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025/2026.

Berdasarkan papan informasi proyek, proyek dengan tanggal kontrak 17 November 2025 dikerjakan dengan durasi kontrak 180 hari kalender oleh Kontraktor Pelaksana Waskita – FYP KSO dan Konsultan pengawas PT Agrinas Pangan Nusantara – PT Antariksa Globalindo KSO. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Warga Sipil Asal Toraja T*w*s Dit*mbak di Intan Jaya, Papua Tengah

    Lagi, Warga Sipil Asal Toraja T*w*s Dit*mbak di Intan Jaya, Papua Tengah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Desianti
    • 1Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAYAPURA — Penembakan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Rabu, 8 Oktober 2025 pagi. Korban penembakan kali ini adalah Anselmus Arfin (25), seorang karyawan PT TJP, asal Salu Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Informasi yang diperoleh KAREBA TORAJA, pemuda […]

  • Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Pensiunan Guru di Rantetayo

    Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Pensiunan Guru di Rantetayo

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tana Toraja menetapkan HB (70 tahun) sebagai tersangka pembunuhan terhadap Subaedah (65), yang merupakan istrinya sendiri. Almarhumah Zubaedah, yang merupakan pensiunan guru, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah di rumahnya di Lingkungan Kanan, Kelurahan Padang Iring, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Kamis 28 Juli 2022. […]

  • Kepala Lembang Mesti Memberikan Data yang Benar Soal Masyarakat Penerima Bantuan

    Kepala Lembang Mesti Memberikan Data yang Benar Soal Masyarakat Penerima Bantuan

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang mengingatkan kepada para Kepala Lembang agar melakukan pendataan yang benar kepada masyarakat, yang akan menjadi sasaran bantuan sosial dari pemerintah. Hal ini disampaikan Bassang saat membuka kegiatan Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Lembang, yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Lembang di ruang pola kantor gabungan dinas Marante, […]

  • Sejumlah Cendekiawan Toraja di Makassar Diskusikan Wacana DOB Luwu Raya-Toraja

    Sejumlah Cendekiawan Toraja di Makassar Diskusikan Wacana DOB Luwu Raya-Toraja

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Desianti/Rls
    • 2Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Sejumlah cendekiawan asal Toraja melaksanakan Fokus Group Diskusi (FGD) di Aula Gedung PGIW Sulselra, Sabtu 14 Maret 2026. Forum diskusi yang diprakarsai Simon Batong tersebut dihadiri sejumlah kalangan, termasuk Ketua Panitia DOB Luwu Raya-Toraja, Pdt. Musa Salusu. Para cendekiawan yang hadir dalam diskusi tersebut memaparkan sejumlah ide dan gagasan guna mendorong percepatan […]

  • Bawa Nama Toraja Utara, Tim Basket Kejurda Pelajar 2023 Tak Dibiayai Pemda

    Bawa Nama Toraja Utara, Tim Basket Kejurda Pelajar 2023 Tak Dibiayai Pemda

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Tim Basket Putra Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pelajar 2023 asal Toraja Utara yang akan mengharumkan nama Toraja Utara di tingkat provinsi, kurang mendapatkan perhatian dari Pemda Toraja Utara. Tim Basket Putra Toraja Utara tidak mendapatkan dukungan anggaran sehingga harus berangkat ke Makassar secara mandiri dengan bantuan pihak diluar Pemda Toraja Utara. Saat akan […]

  • BPBD Tana Toraja  Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor

    BPBD Tana Toraja Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Tana Toraja Erianto L. Paundanan membuka secara resmi lokakarya Penyusunan rencana kontingensi tanah longsor. (Foto: Arsyad-Kareba Toraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja menggelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor (Renkon). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Perpustakaan Daerah, Makale, 17 Juni 2026. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh […]

expand_less