BPBD Tana Toraja Gelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Tana Toraja Erianto L. Paundanan membuka secara resmi lokakarya Penyusunan rencana kontingensi tanah longsor. (Foto: Arsyad-Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja menggelar Lokakarya Penyusunan Rencana Kontingensi Tanah Longsor (Renkon). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Perpustakaan Daerah, Makale, 17 Juni 2026.
Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tana Toraja Erianto L Paundanan dan menghadirkan peserta dari unsur Forkopimda, BPBD, Basarnas, BMKG, Camat dan OPD terkait.
Dalam sambutannya, Erianto L. Paundanan menegaskan bahwa salah satu tugas utama Negara adalah menjamin keselamatan masyarakatnya.
Tanah longsor masih menjadi bahaya tinggi, olehnya itu harus diantisipasi secara terencana dan terukur melalui skenario kontijensi tanah longsor dengan melibatkan unsur sub urusan bencana tentang apa dan siapa berbuat apa dalam meresponse bencana di Kabupaten Tana Toraja.
Pada kesempatan lain, Kepala Badan BPBD Tana Toraja Christian Batara Sakkung menyebutkan kondisi geografis Tana Toraja yang memiliki curah hujan tinggi, topografi wilayah pegunungan dan lembah hingga wilayah aliran sungai Saddang yang relatif luas dan curam membuat potensi tanah longsor tidak bisa diabaikan.
Data BPBD dalam tiga tahun terakhir juga menunjukkan tanah longsor telah berdampak pada lebih dari 10 kecamatan berisiko tinggi tanah longsor
“Karena itu, kita perlu bekerja secara kolaboratif dan mengetahui peran masing-masing OPD sub urusan bencana, Unsur kebencanaan seperti TNI-Polri, Basarnas, BMKG, Balai Sungai serta unsur pentahelix Dari NGO, Dunia Usaha, PMI, akademisi dan Media. Renkon ini adalah jantung dari kesiapsiagaan kita,” tegas Christian Sakkung.
Lokakarya hari ini akan berlanjut dengan tahapan Asistensi renkon ke BNPB yang selanjutnya akan diajukan ke Bupati untuk ditandatangani sebagai dokumen legasi kontinjensi tanah longsor .
Kegiatan ini difasilitasi NGO Inanta dengan narasumber Leonardy Sambo selaku Tenaga Ahli Kebencanaan Sulsel. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende



Saat ini belum ada komentar