Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Prof. Oktavianus Pasoloran Resmi Dilantik Sebagai Rektor UKI Toraja Periode 2025-2030

Prof. Oktavianus Pasoloran Resmi Dilantik Sebagai Rektor UKI Toraja Periode 2025-2030

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji Rektor UKI Toraja di Aula Kampus 1 UKI Toraja, Makale, Kabupaten Tana Toraja. (foto: Mon/kareba toraja).


KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M. Si., Ak. CA resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) Periode 2025-2030.

Pelantikan Rektor UKI Toraja digelar Rabu, 05 Februari 2025 bertempat di Aula Kampus 1 UKI Toraja, Makale, Kabupaten Tana Toraja.

Pelantikan dan pengambilan sumpah janji Rektor UKI Toraja disaksikan Kepala Bagian Umum LLDIKTI wilayah IX Sultanbatara, Ketua YPTKM, Dewan Pembina YPTKM, Dewan Pengawas YPTKM, Pengurus YPTKM, Ketua BPS Gereja Toraja, Forkopimda Tana Toraja dan Toraja Utara, Civitas Akademika UKI Toraja serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ini merupakan periode kedua Prof Oktavianus memimpin kampus dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Makale (YPKTM).

Ada 3 janji yang telah disampaikan oleh Prof Oktavianus yaitu memimpin, mengembangkan dan menjaga nama baik UKI Toraja.

Dalam ungkapan hatinya Prof. Oktavianus menyampaikan bahwa demi mewujudkan tema “Transformasi Budaya Unggul Menuju UKI Toraja Maju” dibutuhkan dukungan yang baik dari seluruh jajaran di tingkat Universitas, Fakultas dan Program Studi,  Dosen tenaga kependidikan, mahasiswa, seluruh stakeholder UKI Toraja, pemerintah daerah, gereja, dan segenap mitra untuk mengembangkan UKI Toraja kedepan.

Dalam sambutannya setelah melantik Rektor UKI Toraja, Ketua YPTKM, Yulianus Sampe berharap dibawa kepemimpinan Prof. Oktavianus dalam periode kedua bisa sama-sama untuk maju melangkah dengan melakukan lompatan-lompatan kedepan serta melaksanakan tri dharma perguruan tinggi bahkan dengan prestasi dan kinerja yang telah dicapai boleh dilipatgandakan kedepan sehingga  bisa membawa UKI Toraja ini unggul kedepan sebagai Universitas yang unggul di daerah.

Yulianus sampe juga berharap UKI Toraja kedepan bisa berkolaborasi nyata untuk mengangkat sekolah-sekolah di daerah 3T.

Sejalan dengan itu Kepala Bagian Umum LLDIKTI wilayah IX Sultanbatara, Syahruddin, S.T, M.M., juga menyampaikan harapannya agar kedepannya Rektor UKI Toraja dapat memperkuat sinergi antar seluruh sivitas akademika karena kekuatan utama dari sebuah perguruan tinggi terletak pada kolaborasi yang sulit baik sesama dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan dan seluruh elemen lainnya termasuk kolaborasi antar sesama universitas dan pemerintah untuk dapat menciptakan ekosistem kependidikan pendidikan tinggi yang lebih baik,  berkelanjutan dan terdepan dengan kebutuhan masyarakat.

Syahruddin juga menyampaikan betapa pentingnya saling menghargai demi mewujudkan visi UKI Toraja

“Oleh karena itu penting untuk menciptakan suasana yang inklusif, saling menghargai, dan saling mendukung sehingga visi bersama untuk menjadikan UKI Toraja sebagai perguruan tinggi yang bermutu, berkarakter dan melayani terus dapat kita pertahankan”

Dalam wawancaranya bersama wartawan Kareba Toraja, Prof. Oktavianus menyampaikan bahwa dalam satu periode sebelumnya pada penguatan good university governance

“Kita dalam periode ini telah membangun tata kelola, kemudian memperkuat sistem terintegrasi kita terutama pada pengembangan SDM dosen”

“Untuk 5 tahun kedepan tonggak pengembangan kita adalah membawa UKI Toraja ke satu tonggak  yang disebut sebagai riset universiry, jadi untuk menuju kesana ada 4 isu strategis yang telah kita rumuskan yaitu pertama penguatan SDM, kedepan kita berharap guru besar kita bertambah juga peningkatan dalam kompetensi dan kualifikasi dosen, kemudian isu strategis yang kedua pengembangan riset dan pengabdian masyarakat, yang ketiga adalah penguatan kerjasama dan kemitraan, serta yang keempat itu terkait dengan penguatan tata kelola sendiri” urai Prof. Oktavianus

Prof Oktavianus berharap dengan 4 pilar isu strategis ini maka kedepan UKI Toraja yang kemudian kemari digagas dengan satu tema “Transformasi Budaya Unggul menuju UKI Toraja Maju” itu bisa terwujud. (*)

Penulis: Monika Rante Allo
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OPINI: Salib, Kekuasaan, dan Keberanian Moral

    OPINI: Salib, Kekuasaan, dan Keberanian Moral

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Refleksi Jumat Agung Bagi Masyarakat Beriman Zaman Sekarang Peristiwa Jumat Agung bukan sekadar kisah religius tentang penderitaan Yesus di masa lampau. Ia adalah cermin sejarah manusia yang terus berulang dalam berbagai bentuk sepanjang zaman. Kisah salib memperlihatkan bagaimana kekuasaan, ketakutan, kepentingan kelompok, dan stabilitas sosial sering kali lebih diutamakan daripada kebenaran dan keadilan. Karena itu […]

  • Dinas Sosial dan TP PKK Toraja Utara Latih Juru Bahasa Isyarat untuk Teman Tuli

    Dinas Sosial dan TP PKK Toraja Utara Latih Juru Bahasa Isyarat untuk Teman Tuli

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Desianti/Rls
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Untuk membangun ruang publik yang semakin inklusif, Dinas Sosial bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara dan Yayasan Rehabilitasi Bersumber Masyarakat (RBM) Toraja menggelar Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI). Pelatihan yang menghadirkan Anggi, seorang instruktur sekaligus penyandang tuli, itu berlangsung di Rantepao, Toraja Utara, Selasa, 25 November 2025. Pelatihan ini adalah sebuah […]

  • Lomba Sekolah Sehat; SDN 150 Perindingan Juara 1, SDN 139 Tampapute Juara 2

    Lomba Sekolah Sehat; SDN 150 Perindingan Juara 1, SDN 139 Tampapute Juara 2

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sekolah Dasar Negeri (SDN) 139 Tampapute, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, berhasil meraih juara 2 dalam lomba Sekolah Sehat Kabupaten Tana Toraja tahun 2020. Yang meraih juara 1 pada lomba ini adalah SDN 150 Perindingan dan juara 3 adalah SDN 173 Kayuosing. Lomba Sekolah Sehat ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan […]

  • 1.182 Peserta Ikut Seleksi CPNS di Toraja Utara, yang Mau Diterima 46 Orang

    1.182 Peserta Ikut Seleksi CPNS di Toraja Utara, yang Mau Diterima 46 Orang

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTELEMO — Sebanyak 1.182 peserta mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Toraja Utara tahun 2021. Selain CPNS, terdapat pula 275 peserta yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru. Formasi yang diperebutkan oleh ribuan peserta seleksi itu, yakni 46 orang untuk CPNS dan 85 orang untuk […]

  • Lagi, Perantau Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan

    Lagi, Perantau Toraja Jadi Korban Kebrutalan KKB di Yahukimo, Papua Pegunungan

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAYAPURA —  Perantau asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kembali menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIT, seorang perantau yang merupakan tukang kayu asal Toraja, Daniel Datti, ditemukan tewas dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Jenazah Daniel ditemukan di […]

  • Pemahat Batu Terpanggil Menjadi Penyelenggara Pemilu, Alasannya Bikin Bangga

    Pemahat Batu Terpanggil Menjadi Penyelenggara Pemilu, Alasannya Bikin Bangga

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Ini adalah kisah tentang seorang pemahat batu asal Sangalla’, Kabupaten Tana Toraja. Namanya Monto. Sehari-harinya, pria lulusan SMA ini bekerja sebagai pengrajin atau pemahat batu. Batu hasil pahatan Monto ini biasanya digunakan masyarakat sebagai pengalas tiang rumah (parandangan, dalam istilah Toraja). Meski berprofesi sebagai pemahat batu, namun hal itu tidak menyurutkan niat Monto untuk berkontribusi […]

expand_less