Berkunjung ke Tana Toraja, Ganjar Pranowo Duduk di Alang yang Pernah Diduduki Presiden Jokowi

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Calon Presiden RI, Ganjar Pranowo berkunjung ke Toraja, Sabtu, 25 November 2023. Ada beberapa agenda yang dilakukan oleh Capres usungan PDI Perjuangan tersebut. Salah satunya, mengunjungi gereja Katolik Paroki Hati Tak Ternoda Santa Perawan Maria Makale.

Di pelataran gereja ini, Ganjar Pranowo disambut dan ditemani beberapa tokoh agama. Ganjar duduk di Alang (lumbung padi khas Toraja), yang pernah diduduki Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Tana Toraja, 23 Desember 2018.

Pada Alang yang diduduki Ganjar Pranowo juga masih terlihat lukisan Presiden Jokowi, yang dipasang beberapa saat setelah kunjungan Presiden.

Sekitar 20 menit, Ganjar Pranowo berbincang sambil menikmati kopi Toraja dengan tokoh-tokoh agama yang hadir. Setelah itu, Ganjar Pranowo berjalan kaki menuju ke kampus Universtitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja yang lokasi tidak jauh dari gereja.

Baca Juga  Konvensi Nasional III Pendeta Gereja Toraja Resmi Dibuka, Dihadiri Ketua MUI Sulsel

Di kampus terbesar di Toraja itu, Ganjar Pranowo memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa yang hadir.

Sebelumnya, usai tiba di Bandara Toraja sekitar pukul 11.30 Wita, Ganjar disambut cukup banyak warga dan kader partai pengusung maupun relawan. Ganjar dan rombongan kemudian menuju ke Tongkonan Sangulele, Kantor Pusat Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Toraja Utara.

Di BPS, Ganjar berbincang dengan para tokoh agama yang hadir. Kerumunan warga yang sejak pagi menunggu kedatangan Ganjar seketika menyeruak saat Ganjar yang didampingi Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui turun dari lantai dua, tempat pertemuan. Teriakan “Presiden” terdengar dari beberapa ibu-ibu yang hadir.

Baca Juga  Siswa SMA Kristen Rantepao Belajar Tentang Longsor di To'yasa Akung Sekaligus Serahkan Bantuan

Setelah itu, Ganjar menuju ke Makale, Kabupaten Tana Toraja untuk memberikan kuliah umum di UKI Toraja. (*)

Penulis: Siska Papalangi’/Rls
Editor: Arthur

Komentar