Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Adat dan Budaya » Tolak Gheotermal, Masyarakat Bittuang Gelar Kombongan Kalua’

Tolak Gheotermal, Masyarakat Bittuang Gelar Kombongan Kalua’

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kombongan Kalua’ menolak Gheotermal di Bittuang. (Foto:AP/Karebatoraja)

 


KAREBA-TORAJA.COM, BITTUANG — Masyarakat Bittuang yang berasal dari 4 Wilayah Adat yakni Wilayah Adat Balla, Wilayah Adat Se’seng, Wilayah Adat Bittuang dan Wilayah Adat Pali menggelar Kombongan Kalua’ atau Rapat Akbar terkait adanya rencana eksplorasi panas bumi atau Gheotermal di Lembang Balla Kecamatan Bittuang Tana Toraja.

Kombongan Kalua’ digelar Selasa 27 Januari 2026 bertempat di Tongkonan Tondottuan Lembang Balla Kecamatan Bittuang Tana Toraja dan dihadiri ratusan masyarakat.

Dalam Kombongan Kalua’ tersebut, masing-masing Tokoh Adat perwakilan dari setiap wilayah adat menyampaikan orasi yang pada intinya menyampaikan penolakan terhadap adanya rencana eksplorasi panas bumi di Bittuang.

Secara garis besar penolakan disampaikan masyarakat karena gheotermal dinilai mengancam ruang hidup (tanah adat) dan lingkungan.

Markus Raya Rada salah satu Perwakilan Masyarakat Adat menegaskan bahwa rencana survey wilayah dan eksplorasi panas bumi Bittuang yang sedang ditender di Kementerian ESDM tanpa pemberitahuan kepada masyarakat sehingga hal ini dinilai tidak menghormati dan menghargai hak – hak masyarakat.

Markus Raya Rada juga mengatakan dari hasil studi banding di salah satu Pembangkit Listrik Panas Bumi di Jawa Barat diketahui bahwa ada potensi kerusakan pipa atau instalasi jika industri tersebut berada dalam kawasan rawan longsor dan Bittuang adalah daerah rawan longsor sehingga hal itu sangat berpotensi terjadi jika gheotermal di bangun di Bittuang.

Masyarakat juga sepakat bahwa menolak dan tidak mengizinkan siapapun yang masuk ke wilayah Bittuang khususnya wilayah Lembang Balla untuk melakukan survey dan apapun bentuknya.

Ketua AMAN Toraya Romba Marannu Sombolinggi yang memimpin jalannya Kombongan Kalua’ mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga komitmen dan terus daling mendukung dan menguatkan.

menurut Romba’ dalam situasi seperti ini masyarakat bisa saja dipecah belah dengan berbagai macam cara sehingga kekuatan masyarakat menjadi lemah dan bisa saja menjadi pintu masuk pihak pihak yang ingin memuluskan proyek gheotermal.

Romba mengingatkan masyarakat bahwa masyarakat harus berdaulat diatas tanah adatnya sendiri karena pembangunan Gheotermal akan merampas ruang hidup (tanah adat) jika masyarakat tidak melakukan perlawanan.

Masyarakat bahkan mengancam jika survey wilayah dan eksplorasi dipaksakan, makan masyarakat akan melakukan tindakan pengusiran dari wilayahnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah perwakilan organisasi yang hadir mulai dari AMAN TORAYA, Organisasi Pemuda Bittuang, Foruma Mahasiswa Toraja, PPGT, Perwakilan Wilayah Adat Balla, Bittuang, Se’seng dan Pali, Perwakilan Tongkonan, Perwakilan Tokoh Perempuan dan sejumlah perwakilan kelompok lainnya mendeklarasikan diri dan menyatukan sikap membentuk suatu organisasi perlawanan yang diberi nama Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Gheotermal.

Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Gheotermal ini akan menjadi wadah perlawanan dalam upaya menghentikan rencana eksplorasi panas bumi ( Gheotermal) di Bittuang.

Diberitakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Tambang dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara telah menyatakan penolakan terhadap rencana Survey wilayah dan eksplorasi panas bumi di Bittuang yang mencakup wilayah seluas 12.979 hektare yang dilelang oleh Kementerian ESDM. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Ketum PMKRI Minta Polri Usut Tuntas (Dugaan) Pembunuhan Gadis Asal Toraja di Morowali

    Mantan Ketum PMKRI Minta Polri Usut Tuntas (Dugaan) Pembunuhan Gadis Asal Toraja di Morowali

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Benidiktus Papa angkat suara menanggapi kasus tewasnya Agnes Retni Anggarini (25) di salah satu mess kontraktor, yang terletak di Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 21.40 Wita, Sabtu, 13 Mei 2023. Beni, yang merupakan Ketua PP […]

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia Kerjasama RS Elim Rantepao Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

    Ikatan Dokter Anak Indonesia Kerjasama RS Elim Rantepao Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Bakti Sosial Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia Kerja sama RS Elim Rantepao. (Foto/Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Salah satu kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025 yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Tana Toraja adalah kegiatan pengabdian masyarakat berupa skrining atau deteksi dini penyakit […]

  • Ini Pernyataan Sikap FKUB Toraja Utara Terkait Insiden Lelaki Gondrong yang Ancam Warga dengan Badik di Rantepao

    Ini Pernyataan Sikap FKUB Toraja Utara Terkait Insiden Lelaki Gondrong yang Ancam Warga dengan Badik di Rantepao

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara menggelar rapat untuk membahas insiden lelaki gondrong berjanggut panjang yang mengancam warga dengan badik di Jalan Andi Mappanyukki Rantepao, Minggu, 29 Agustus 2021. Rapat digelar di aula Kantor Pusat Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja dan dihadiri oleh seluruh elemen dan pimpinan umat beragama di Toraja […]

  • Perempuan Toraja Berdoa Rayakan Natal Bersama Anak Panti Asuhan Tangmentoe

    Perempuan Toraja Berdoa Rayakan Natal Bersama Anak Panti Asuhan Tangmentoe

    • calendar_month Rabu, 7 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Perempuan Toraja Berdoa (PTB) dan Persekutuan Doa Kaboro’na Puang menggelar perayaan Natal Oikumene 2022 bersama anak-anak Panti Asuhan Tangmentoe Tagari Rantepao, Rabu, 7 Desember 2022. Natal bersama -sama anak panti asuhan ini digelar sederhana namun berlangsung begitu khidmat di Aula Panti Asuhan Tangmentoe Tagari. Dr. Esther Ryan Megah Mandalawati, Ketua Perempuan Toraja […]

  • Kakek Daud Dapat Bantuan Bedah Rumah dari BPS Gereja Toraja

    Kakek Daud Dapat Bantuan Bedah Rumah dari BPS Gereja Toraja

    • calendar_month Minggu, 12 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, TONDON — Dulunya, ini sebuah gubuk reot yang dihuni kakek Daud di Panga’, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara. Dirinya yang kini hanya tinggal seorang diri, tak mampu berbuat banyak untuk perbaikan rumah. Istri tercinta sudah berpulang tujuh (7) tahun lalu, ditambah lagi kondisi yang sudah menua, membuat kakek Daud hanya bisa pasrah dan ikhlas […]

  • SMKN 1 Tana Toraja dan PT. Panasonic Bangun Kerjasama Program Magang ke Jepang

    SMKN 1 Tana Toraja dan PT. Panasonic Bangun Kerjasama Program Magang ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — SMKN 1 Tana Toraja dan PT. Panasonic Manufacturing Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia SMKN 1 Tana Toraja. Penandatanganan MoU antara pihak SMKN 1 Tana Toraja yang diwakili oleh Kepala SMKN 1 Tana Toraja Sofyan Linggi dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia yang […]

expand_less