Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Dilema PPPK Toraja Utara; SK Belum Diperpanjang, Gaji Tertunda, Namun Mesti Tetap Kerja

Dilema PPPK Toraja Utara; SK Belum Diperpanjang, Gaji Tertunda, Namun Mesti Tetap Kerja

  • account_circle Desianti
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Senin, 8 Juni 2026, ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan 2024, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Toraja Utara untuk mengadukan nasib mereka.
Ratusan PPPK yang datang ini dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
Mereka mengadukan nasib mereka kepada para wakil rakyat, karena hingga pekan pertama Juni 2026, mereka belum mendapat perpanjangan Surat Keputusan (SK) dari Bupati Toraja Utara. Juga hak-hak mereka berupa gaji selama dua bulan serta gaji 13 yang hingga kini belum dibayarkan.
Meski begitu, secara moral dan tanggung jawab, PPPK ini mesti tetap kerja, demi masa depan anak bangsa dan kesehatan masyarakat.
“Kami guru tidak akan mogok kerja. Coba bayangkan bagaimana nasib anak-anak sekolah kalau guru mogok. Kewajiban moral bagi kami untuk mencerdaskan anak bangsa,” ungkap seorang PPPK guru.
Itu sebabnya, meski belum ada kejelasan soal perpanjangan kontrak, para guru PPPK di Toraja Utara mengaku tetap masuk kerja dan mengajar siswa-siswi yang ada di sekolah.
Demikian pula dengan PPPK tenaga kesehatan. Mereka dilema, galau. Bagaimana tidak, mereka dituntut untuk melayani pasien, tetapi tidak ada payung hukum bagi mereka berupa SK. Karena jika terjadi sesuatu, mereka tidak memiliki pegangan.
Jika SK ini tidak segera diperjelas (diperpanjang) dikhawatirkan pelayanan di masyarakat, terutama di Puskesmas yang menjadi garda terdepan sektor kesehatan, bisa terganggu. Bagaimana tidak, ada beberapa Puskesmas di Toraja Utara yang mengandalkan PPPK, karena kekurangan tenaga PNS. Sebagai contoh, di Puskesmas Ranteuma, Kecamatan Buntu Pepasan. Di Puskesmas ini, konon hanya 4 tenaga PNS, selebihnya PPPK.
“Sementara di sisi lain, kami dituntut untuk memenuhi taget capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Nasional, penurunan stunting, penanganan tuberkolosis dan sejumlah program nasional lainnya,” ungkap seorang tenaga kesehatan di hadapan tim penerima aspirasi DPRD Kabupaten Toraja Utara.
Untuk itu, para guru PPPK dan tenaga kesehatan ini meminta pemerintah Kabupaten Toraja Utara segera menerbitkan SK perpanjangan kontrak untuk mereka.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, sejauh ini belum mengeluarkan statemen atau pernyataan mengenai polemik SK PPPK Guru dan Tenaga Kesehatan ini.
Jumlah PPPK formasi tahun 2024 sebanyak 962 orang, terdiri dari tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis.
Menanggapi keluhan para PPPK ini, Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara, yang juga kader Partai Gerindra, Julianto Mapaliey, menyatakan bahwa persoalan PPPK ini merupakan salah satu dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.
Menurut Julianto, hampir semua daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di Indonesia mengalami persoalan yang sama. Sebab, perekrutan PPPK ini dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi penggajiannya dibebankan kepada anggaran daerah. Di sisi lain, transfer dana dari pusat menurun drastis akibat efisiensi anggaran.
Dampaknya, belanja pegawai di Toraja Utara, yang mestinya hanya maksimal 30% dari APBD kini membengkak menjadi 54%.
Ini diakibatkan karena penerimaan PPPK yang sangat banyak. Kondisi terkini di Toraja Utara, menurut Julianto, jumlah PPPK sekitar 4.000 an, sedangkan PNS hanya sekitar 3.400 an orang.
Meski begitu, Julianto menegaskan hak-hak PPPK yang telah bekerja selama dua bulan tetap harus dibayarkan. “Kalau saya tentunya, hak mereka yang sudah bekerja harus diberikan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Toraja Utara, Herman Pabesak, mengatakan pihaknya akan menjadwalkan rapat dengan pemerintah daerah untuk meminta penjelasan terkait persoalan yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir tersebut.
“Kami akan mendengar penjelasan pemerintah daerah terlebih dahulu agar mendapatkan kejelasan. DPRD tidak ingin memberikan informasi yang belum pasti kepada masyarakat maupun PPPK,” ujar Herman, yang merupakan politisi PDI Perjuangan. (*)

  • Penulis: Desianti
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legislator Provinsi Yuniana Mulyana Tinjau Penyaluran Bantuan Benih Cabe di Lembang Sillanan Tana Toraja

    Legislator Provinsi Yuniana Mulyana Tinjau Penyaluran Bantuan Benih Cabe di Lembang Sillanan Tana Toraja

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Prov Sulsel Yuniana Mulyana Kunjungan Pengawasan APBD di Lembang Sillanan, Tana Toraja. (Foto/Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, GANDANGBATU SILLANAN — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Demokrat Dapil 10 Sulsel Yuniana Mulyana menggelar kunjungan pengawasan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Lembang Sillanan, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Tana Toraja, Sabtu 28 Juni […]

  • Ketum PMTI: Pak Wali, Saya Titip Frans Karangan Jadi Salah Satu Nama Jalan di Kota Makassar

    Ketum PMTI: Pak Wali, Saya Titip Frans Karangan Jadi Salah Satu Nama Jalan di Kota Makassar

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PP-PMTI), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa mengupayakan agar Frans Karangan menjadi salah satu nama jalan di Kota Makassar. Hal ini disampaikan Yulius dalam sambutannya pada acara malam ramah tamah Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bersama PP-PMTI di Makassar, Kamis, 5 Januari 2023. “Pak […]

  • Peringati HUT ke-80, Umat Paroki Rantepao Gelar Aksi Bersih Sungai Sa’dan

    Peringati HUT ke-80, Umat Paroki Rantepao Gelar Aksi Bersih Sungai Sa’dan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ratusan umat Katolik dari Paroki Santa Theresia Rantepao melakukan aksi bersih Sungai Sa’dan, Selasa, 25 Agustus 2026. Aksi bersih dengan tema cinta lingkungan itu dilaksanakan di Ba’lele, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara. Membersihkan sampah di sungai merupakan salah satu aksi dari sekian banyak kegiatan sosial yang dilaksanakan umat dalam rangkaian kegiatan memperingati hari […]

  • Tiga Lembang di Toraja Masuk Daftar 300 Besar Anugerah Desa Wisata 2021

    Tiga Lembang di Toraja Masuk Daftar 300 Besar Anugerah Desa Wisata 2021

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Tiga Desa (Lembang) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja masuk daftar 300 besar Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata tahun 2021 yang diumumkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis, 19 Agustus 2021. Ketiga Lembang (Desa) tersebut, masing-masing Desa Wisata Kole Sawangan Kabupaten Tana Toraja dan Desa Wisata Nonongan serta Desa Wisata Panta’nakan […]

  • Dan Pongtasik Reses di Mebali Gandangbatu Sillanan, Masyarakat Berharap Peningkatan SDM Sambut Hadirnya Bandara Toraja

    Dan Pongtasik Reses di Mebali Gandangbatu Sillanan, Masyarakat Berharap Peningkatan SDM Sambut Hadirnya Bandara Toraja

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dan Pongtasik melaksanakan reses masa sidang II tahun 2020-2021 di Kelurahan Mebali, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Selasa 09 Februari 2021. Dalam reses masa sidang II ini, selain mendengar dan menerima aspirasi masyarakat, Dan Pongtasik juga melakukan sosialisasi penerapan protokol […]

  • 1.276 Mahasiswa Baru UKI Toraja Ikuti Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus

    1.276 Mahasiswa Baru UKI Toraja Ikuti Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE —- Sebanyak 1.276 Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja) tahun akademik 2024/2025 mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). PKKMB digelar selama tiga hari, dimulai hari ini, Kamis 29 Agustus 2024 sampai dengan Sabtu, 31 Agustus 2024. PKKMB UKI Toraja diawali dengan ibadah syukur lalu dilanjutkan dengan pembukaan […]

expand_less