Mencetak Pendidik Tangguh Era Digital: Kolaborasi PGSD UKI Toraja dan IAKN Toraja Melalui Seminar Kesehatan Mental
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seminar Kesehatan Mental kolaborasi UKI Toraja dan IAKN Toraja di Kampus 1 UKI Toraja. (Foto: Multimedia UKI Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Sebanyak 300 mahasiswa gabungan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) memadati Aula Kampus 1 UKI Toraja, Makale, Rabu, 10 Juni 2026.
Kehadiran ratusan mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Bimbingan Konseling (BK) dan Psikologi ini dalam rangka mengikuti Seminar Kolaboratif Kesehatan Mental.
Seminar ini mengusung tema “Sinergi Penanganan Masalah Emosional dan Perilaku Generasi Digital: Dari Deteksi Dini di Sekolah hingga Intervensi Medis”.
Seminar ini menyoroti pentingnya alur rujukan (referral system) terpadu untuk masalah kecemasan, depresi, bullying hingga kecanduan gawai.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD UKI Toraja, Hakpantria, M.Pd.,
Dalam sambutannya, Hakpatria menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi akademis yang bertujuan mencetak calon pendidik yang peka terhadap kondisi psikologis siswa.
Seminar inovatif ini merupakan gagasan langsung dari dua dosen pengampu mata kuliah sekaligus psikolog dari Biro Psikologi Bonafide, yakni Iindarda Sangkung Panggalo, M.Psi., Psikolog (dosen UKI Toraja) dan Gabriela Gasing Allo Linggi’, M.Psi., Psikolog (dosen IAKN Toraja).
Bertindak sebagai Keynote Speaker, keduanya memberikan benang merah kepada ratusan mahasiswa mengenai pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam menangani krisis mental remaja.
Para peserta disuguhkan materi berkesinambungan dari tiga narasumber utama: Guru BK, Praktisi Psikologi dan Psikiater.
Salah satu perhatian utama dalam seminar ini tertuju pada paparan materi dari Praktisi Psikologi yang membahas strategi intervensi dan modifikasi perilaku bagi anak atau remaja yang dirujuk dari pihak sekolah.
Di tengah pemaparannya mengenai tekanan psikologis yang kerap dihadapi generasi muda saat ini, sang praktisi memberikan pesan penguat yang mendalam bagi seluruh peserta yang hadir:
“Stres bukan pertanda lemah, tapi sebuah sinyal bahwa dirimu perlu beristirahat.”
Pernyataan tersebut menjadi pengingat penting bagi para mahasiswa dan calon pendidik agar tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga peka terhadap sinyal kesehatan mental diri sendiri dan calon peserta didik mereka nantinya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon lulusan dari UKI Toraja dan IAKN tidak hanya cakap di dalam ruang kelas, tetapi juga siap membangun jejaring penanganan yang nyata demi menyelamatkan masa depan generasi digital, khususnya di wilayah Toraja. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende



Saat ini belum ada komentar