oleh

Sambut Hari Jadi Toraja, PMTI Akan Adakan Lomba Desain Homestay

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa merespon positif “tantangan” yang dilontarkan Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, terkait pengembangan homestay di Toraja.

BACA: Bupati Tana Toraja “Tantang” Pengurus PMTI Gelar Lomba Desain Homestay

Hal itu disampaikan Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa dalam acara bincang-bincang dengan sejumlah jurnalis, yang dihadiri Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt Alfred Anggui dan Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong di halaman Gereja Toraja Jemaat Rantepao, Rabu, 20 April 2022 malam.

“Tentu kita sambut baik ide itu. Yang kita akan lakukan pertama-tama adalah menggelar lomba desain homestay. Iya, mesti desain dulu dong, jangan asal-asalan. Desainnya nanti mesti sesuai dengan kearifan lokal serta standar homestay untuk wisatawan,” terang Yulius.

Baca Juga  Yosia Rinto Kadang Kembali Pimpin Federasi Arung Jeram Indonesia Toraja Utara

Dia menyebut, lomba desain homestay ini akan dilaksanakan PMTI menjelang peringatan atau perayaan Hari Jadi Toraja, akhir Agustus tahun ini.

PMTI, kata dia, akan ikut ambil bagian, bahkan akan menjadi motor penggerak dalam peringatan Hari Jadi Toraja tersebut.

Peringatan Hari Jadi Toraja tahun ini diupayakan melibatkan tiga kabupaten, yakni Tana Toraja, Toraja Utara, dan Mamasa.

Beberapa tahun belakangan, setelah Toraja Utara mekar sebagai daerah otonom, peringatan Hari Jadi Toraja terkesan hanya dirayakan oleh Kabupaten Tana Toraja saja. Padahal, sejatinya, secara histrori Toraja itu satu, yang membedakan hanyalah batas dan urusan administrasi negara.

“Kita akan kolaborasikan itu. Mudah-mudahan PMTI bisa menjadi motor penggerak. Setelah selesai desainnya, baru kita kerahkan semua potensi dan kekuatan kita di PMTI untuk mewujudkan pembangunan homestay itu,” jelas Yulius.

Baca Juga  Penyaluran Dana Desa di Tana Toraja Sudah 55,32 Persen, DAK Fisik 10,53 Persen

Keberadaan homestay ini menjadi sangat penting karena keterbatasan kamar hotel yang tersedia di Tana Toraja maupun Toraja Utara saat ini. Dalam event-event besar, pemerintah mengalami kesulitan terkait ketersediaan kamar hotel. Salah satu contoh, tahun 2024 mendatang, Toraja Utara akan menjadi tuan rumah Sidang Raya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

“Ada sekitar 4000 tamu yang akan datang menghadiri Sidang Raya PGI ini. Saat ini, setelah kita invetrisir, kamar hotel yang tersedia hanya sekitar 900-an. Ini yang membuat kita mesti berpikir keras bagaimana mengatasinya,” ungkap Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong. (*)’

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya