Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » 3 Oknum Pegawai MBG Tersangka Pembunuhan di Tikala, Begini Kronologi dan Motifnya

3 Oknum Pegawai MBG Tersangka Pembunuhan di Tikala, Begini Kronologi dan Motifnya

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Tiga oknum pegawai sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di Toraja Utara ditetapkan menjadi tersangka kasus penikaman yang menyebabkan seorang pemuda asal Tikala, Elius Sonda Randanan (18), meninggal dunia pada Minggu, 19 Juli 2026 dini hari.

Ketiga tersangka itu, masing-masing berinisial HP (22) warga Lembang Embatau, Kecamatan Tikala. Kemudian, YS (23) warga Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, dan NT (29) warga Lembang Tallulolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara.

Ketiganya diamankan di wilayah La’bo, Kecamatan Sanggalangi’, Kabupaten Toraja Utara pada Senin, 20 Juli 2026 atau kurang dari 24 jam setelah kejadian.

“Ketiganya sudah ditetapkan menjadi tersangka,” tegas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Toraja Utara, IPTU Ruxon, saat dikonfirmasi Kareba-Toraja.com, Selasa, 21 Juli 2026 siang.

Menurut IPTU Ruxon, berdasarkan keterangan para tersangka, mereka merupakan karyawan MBG pada sebuah SPPG di Tikala, Toraja Utara.

Sempat Dipukul Sebelum Ditikam

Terkait kronologis kejadian yang menyebabkan Elius Sonda Randanan (18) meregang nyawa, Kepala Unit Tindak Pidana Umum (Kanit Tipidum) Satreskrim Polres Toraja Utara, IPDA Fritz Pasulu menjelaskan bahwa awalnya, tersangka YS menelpon tersangka HP dan mengatakan bahwa dia dikeroyok dan dipukuli di daerah Tondon. Mendengar kabar itu, HP ditemani tersangka NT alias AT mengendarai sepeda motor menuju ke rumah YS di Jalan Serang Rantepao. Setelah itu, ketiga tersangka naik motor berputar-putar dari Malangngo’ hingga ke Bolu dan kembali ke Jalan Serang di rumah YS.

“Saat mereka kembali ke rumah YS, baru diketahui bahwa pengeroyokan itu hanya alasan YS saja agar HP dan AT datang ke rumahnya, itu hanya cerita rekayasa,” jelas IPDA Fritz Pasulu.

Saat mereka bertiga sedang di depan rumah YS, mereka melihat Sonda (korban) melintas mengendarai sepeda motor. Kemudian, YS mengejar, lalu disusul oleh HP dan AT. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Kia, dekat geraja Katolik Tikala, YS menghentikan korban Sonda.

“Kemudian YS memukul Sonda. Tak lama kemudian, HP dan AT tiba di lokasi. HP sudah tahu bahwa yang dipukuli ini adalah Sonda, lalu timbul niatnya untuk menikam,” terang IPTU Fritz Pasulu.

Akibat tikaman HP, korban Sonda menderita 4 luka, masing-masing di lengan, dada, dan perut.

Dendam Lama

Menurut IPDA Fritz Pasulu, pelaku mengenal korban karena pernah bermasalah dengan teman-teman korban. Masalanya adalah, pada sekitar bulan April 2026, pelaku pernah berkelahi dengan teman-teman korban. Tetapi kasus itu sudah didamaikan di SPKT Polres Toraja Utara. Tetapi rupanya pelaku masih dendam.

“Memang ada laporan masyarakat masuk tentang adanya perkelahian di dapur MBG di Tikala. Pada saat itu, yang berkelahi antara pelaku (HP) dengan teman korban. Tetapi sudah didamaikan di SPKT (Polres Toraja Utara),” urai IPDA Fritz.

“Dari keterangan yang kita dapat, mereka bertiga ini adalah karyawan MBG (SPPG) yang ada di Tikala,” ujar IPDA Fritz lebih lanjut.

Apakah ada indikasi, Sonda merupakan korban salah sasaran? “Kalau salah sasaran sih tidak, karena pelaku sendiri mengenal si korban ini. Bahwa korban ini adalah teman dari pelaku yang dia temani berkelahi di dapur MBG,” terang IPDA Fritz.

Saat ini, ketiga tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Toraja Utara, guna proses hukum lebih lanjut. Penyidik kepolisian kelihatan akan mengenakan pasal yang cukup berat karena dari hasil pemeriksaan sementara terdapat indikasi bahwa penikaman ini direncanakan sebelumnya. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satres Narkoba Polres Toraja Utara Tangkap 2 Pria, Diduga Pengedar Sabu-sabu

    Satres Narkoba Polres Toraja Utara Tangkap 2 Pria, Diduga Pengedar Sabu-sabu

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara mengungkap dua kasus peredaran narkoba di wilayah Toraja Utara. Dua orang pria, serta sejumlah barang bukti, berhasil diamankan dalam penggerebekan di dua lokasi berbeda. Meski pengungkapannya sudah berlangsung beberapa hari lalu, namun Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara baru merilis ke publik pada Minggu, 8 Maret […]

  • Seorang Warga Simbuang Melahirkan di Jalan, Bayinya Meninggal, IPPEMSI: Pemprov Sulsel Harus Bertanggungjawab

    Seorang Warga Simbuang Melahirkan di Jalan, Bayinya Meninggal, IPPEMSI: Pemprov Sulsel Harus Bertanggungjawab

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Setelah jagat maya dihebohkan beberapa waktu lalu dengan viralnya video seorang warga Simbuang ditandu sepanjang 4 kilometer akibat akses jalan yang tidak bisa dilalaui ambulance, kini nasib naas kembali dirasakan oleh warga Simbuang, seorang Ibu (MA) terpaksa menepih di pinggir jalan poros untuk melahirkan karena jalan yang biasanya dilalui oleh kendaraan belum […]

  • Ayo, Ikuti Lomba Pohon dan Lampu Natal di Rantepao, Total Hadiahnya Puluhan Juta!

    Ayo, Ikuti Lomba Pohon dan Lampu Natal di Rantepao, Total Hadiahnya Puluhan Juta!

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Menyemarakkan perayaan Natal tahun 2023, Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja menggelar lomba menghias pohon dan lampu Natal, yang diberi label Toraja Light Festival (TLF) 2023. Festival yang dipusatkan di halaman Gereja Toraja Jemaat Rantepao itu menyediakan hadiah-hadiah menarik, yang totalnya mencapai puluhan juta rupiah. Festival ini akan diisi dengan lomba pohon […]

  • Juara Tingkat Provinsi, Siswa SMKN 1 Tana Toraja Akan Ikuti Lomba IT Networking Nasional

    Juara Tingkat Provinsi, Siswa SMKN 1 Tana Toraja Akan Ikuti Lomba IT Networking Nasional

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Yuici Gilbert, siswa SMK Negeri 1 Tana Toraja keluar sebagai Juara 1 Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Bidang IT Network System Administration di Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Lomba tersebut digelar selama dua hari, sejak Rabu 14 Juli hingga Kamis 15 Juli 202 di lingkungan SMKN 2 Pinrang Kabupaten Pinrang, Sulsel. Siswa […]

  • Tana Toraja Terima Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Sulsel

    Tana Toraja Terima Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Provinsi Sulsel

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Arsyad Parende/Rls
    • 0Komentar

    Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serahkan Piagam Penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat kepada Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg. (Foto:Diskominfo)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan atas keberhasilan dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Penyerahan Penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Tana Toraja digelar diselah-selah upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) […]

  • Terhalang Longsor, Warga Simbuang Tana Toraja Tandu Jenazah Sejauh 10 Km

    Terhalang Longsor, Warga Simbuang Tana Toraja Tandu Jenazah Sejauh 10 Km

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Warga Tandu Jenazah Sejauh 10 Km Akibat Jalan Rusak. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, SIMBUANG — Cerita pilu tentang ketertinggalan pembangunan kembali datang dari Kecamatan Simbuang Tana Toraja. Jenazah seorang warga bernama Kalimbuang (60) harus ditandu sejauh 10 kilometer untuk sampai ke rumah duka karena ambulans yang membawanya dari rumah sakit ke rumah duka terhalang longsor. […]

expand_less