Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kartini Masa Kini dari Toraja; Antara Adat, Aktivisme, dan Perjuangan Kesetaraan

Kartini Masa Kini dari Toraja; Antara Adat, Aktivisme, dan Perjuangan Kesetaraan

  • account_circle Desianti/Rls
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar

Peringatan hari kartini menjadi momentum reflektif Bagi Perempuan Indonesia untuk melanjutkan api semangat perjuangan R.A Kartini dalam konteks zaman yang terus berkembang dan melaju. Di tengah arus perubahan ini, suara perempuan dari daerah, termasuk Toraja menunjukkan peran strategis dalam memperjuangkan kesetaraan dan keadilan sosial.

Meisatari Putri Vermanari, seorang aktivis perempuan asal Toraja, hadir sebagai representasi “Kartini masa kini” yang memadukan nilai adat, keberanian berpikir kritis, dan komitmen terhadap perubahan. Baginya, menjadi perempuan Toraja bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga tentang keberanian untuk menafsirkan ulang nilai-nilai tersebut agar tetap relevan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan.

“Perempuan Toraja dibentuk oleh budaya yang kuat. Namun di saat yang sama, kami juga dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa nilai-nilai adat tidak membatasi ruang gerak perempuan, melainkan menjadi fondasi untuk bertumbuh dan berdaya,” ungkap Meisatari, yang saat ini menjadi Bendahara Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI).

Dalam realitas sosial saat ini, perempuan terutama di daerah masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari stereotip gender, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan ruang publik, hingga minimnya keterwakilan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kehadiran aktivis perempuan menjadi penting dalam mendorong perubahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui keterlibatannya dalam organisasi, ruang diskusi, serta kegiatan sosial, Meisatari menegaskan bahwa aktivisme perempuan tidak hanya hadir dalam aksi besar, tetapi juga dalam konsistensi membangun kesadaran kolektif. Ia percaya bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk bersuara dan membuka ruang bagi perempuan lain untuk ikut terlibat.

Salah satu isu yang ia soroti adalah kasus-kasus perobohan tongkonanrumah adat Toraja yang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol identitas, sejarah, dan martabat keluarga.

Dalam beberapa momentum konflik dan penertiban yang berujung pada perobohan tongkonan, Meisatari turut menyuarakan keprihatinannya. Ia menilai bahwa penyelesaian persoalan tersebut tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

“Tongkonan bukan hanya warisan budaya, tetapi juga ruang hidup yang memiliki makna spiritual dan sosial yang dalam. Ketika ia dirubuhkan tanpa pendekatan yang adil, yang terluka bukan hanya bangunannya, tetapi juga harga diri komunitas,” ungkapnya.

Selain isu budaya, Meisatari juga menyoroti realitas ketimpangan gender yang masih dirasakan oleh perempuan di Toraja. Dalam banyak aspek kehidupan, perempuan kerap dihadapkan pada batasan-batasan sosial yang membatasi partisipasi mereka, baik dalam pengambilan keputusan adat, akses pendidikan, maupun ruang kepemimpinan.

“Perempuan Toraja sering kali berada di posisi yang kuat dalam praktik kehidupan sehari-hari, tetapi belum sepenuhnya diakui dalam ruang-ruang strategis. Ini adalah tantangan yang harus kita jawab bersama bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penentu arah,” tegasnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, ruang diskusi, dan advokasi sosial, Meisatari terus mendorong hadirnya kesadaran kolektif bahwa perjuangan perempuan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap budaya. Ia percaya bahwa adat dan kesetaraan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan dapat berjalan berdampingan melalui pemaknaan yang lebih adil dan inklusif.

“Semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi tentang melanjutkan perjuangan. Perempuan harus menjadi subjek pembangunan berani mengambil peran, menentukan arah, dan memperjuangkan masa depan yang lebih adil,” tegasnya.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti pada simbol dan seremoni. tetapi hidup dalam keberanian perempuan untuk bersuara, termasuk dalam menghadapi persoalan-persoalan lokal yang kompleks. Dari Toraja, suara perempuan terus tumbuh mengakar pada budaya, bergerak dalam aktivisme, dan melangkah menuju kesetaraan yang nyata. (*)

  • Penulis: Desianti/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terjaring Razia Operasi Patuh, Beberapa Siswa Diminta Copot dan Hancurkan Sendiri Knalpot Racingnya

    Terjaring Razia Operasi Patuh, Beberapa Siswa Diminta Copot dan Hancurkan Sendiri Knalpot Racingnya

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Sejumlah sepeda motor milik siswa SMP dan SMK di Mengkendek, Tana Toraja, yang menggunakan knalpot bising (racing) terjaring razia Satuan Lalu Lintas Polres Tana Toraja, Senin, 17 Juli 2023. Mereka kedapatan menggunakan knalpot tak standar tersebut saat beberapa personil Satuan Lalu Lintas Polres Tana Toraja menggelar Operasi Patuh Pallawa 2023 di sekolanya. […]

  • BRI Bagikan ID Card BRIzzi kepada Jajaran KPU Toraja Utara

    BRI Bagikan ID Card BRIzzi kepada Jajaran KPU Toraja Utara

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebagai bentuk dukungan dan memberikan kemudahan transaksi, Bank BRI Cabang Rantepao membagikan  ID Card Brizzi kepada pimpinan dan seluruh pegawai lingkup KPU Kabupaten Toraja Utara. Program yang merupakan bentuk dukungan Bank BRI Kantor Cabang Rantepao kepada mitra kerjanya itu dilaksanakan pada Rabu, 27 Agustus 2025. Pimpinan Cabang BRI Rantepao, Sugeng Priyanto menyerahkan […]

  • 9 Sopir Positif Narkoba Terjaring Razia Terpadu di Terminal Makale

    9 Sopir Positif Narkoba Terjaring Razia Terpadu di Terminal Makale

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    Para Sopir yang positif Narkoba terjaring dalam operasi terpadu Tim Gabungan di Terminal Makale. (Foto: Monik-Karebatoraja)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE— Suasana Terminal Makale yang sedang ramai aktivitas mudik oleh para calon penumpang menjelang tahun baru tiba -tiba seketika menjadi tegang. Puluhan personil Tim Gabungan dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, TNI, Polri, Tim Kesehatan, […]

  • Polemik Lelang Agunan Berlanjut, Nurdiana Somasi KSP Marendeng

    Polemik Lelang Agunan Berlanjut, Nurdiana Somasi KSP Marendeng

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Polemik lelang agunan atau jaminan kredit milik Hj. Nudiana yang dilakukan oleh KSP Marendeng terus berlanjut. Terkini, Hj. Nudiana melalui kuasa hukumnya, Pither Singkali, SH, MH, melayangkan somasi kepada KSP Marendeng. Somasi adalah teguran tertulis dari satu pihak kepada pihak lain yang dianggap telah melakukan perbuatan wanprestasi atau melanggar hak. Tujuannya adalah memberi […]

  • Teknik Elektro UKI Toraja Borong Juara 1 dan 2 di Ajang Talent & Academic Show Expo 2022

    Teknik Elektro UKI Toraja Borong Juara 1 dan 2 di Ajang Talent & Academic Show Expo 2022

    • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Mahasiswa Teknik Elektro UKI Toraja menorehkan prestasi dalam ajang Lomba Talent & Academic Show 2022 yang diadakan Senin, 5 September 2022 lalu di Kampus 1 UKI Toraja. Dalam event tersebut, perwakilan dari Teknik Elektro UKI Toraja mempresentasikan 5 alat hasil karya mereka di hadapan 3 juri. Adapun 5 karya mereka adalah: – […]

  • 5 Hari Dicari, Amata Bitticaca, Korban Laka Lantas di Salubarani Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

    5 Hari Dicari, Amata Bitticaca, Korban Laka Lantas di Salubarani Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SALUBARANI — Hari kelima proses pencarian terhadap Amata Bitticaca atau Mama Rara, salah satu  penumpang minibus Toyota Innova, yang terjungkal ke sungai di Salubarani, Kamis, 24 Maret 2022, membuahkan hasil. Amata dicari sejak Minggu, 20 Maret 2022 pagi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jurnalis kareba-toraja.com, yang juga anggota KPA Anak Rimba Toraja,  Arsyad Parende, […]

expand_less