Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Gian Anugrah: Harus Ada Kepastian Hukum Hilangnya Stoner, Agar Keluarga tidak Larut dalam Trauma dan Kesedihan Berkepanjangan

Gian Anugrah: Harus Ada Kepastian Hukum Hilangnya Stoner, Agar Keluarga tidak Larut dalam Trauma dan Kesedihan Berkepanjangan

  • account_circle Arsyad Parende
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gian Anugrah (Wakil Ketua PTI Papua Barat Daya) desak Pengkungkapan Kasus hilangnya Stoner. (Foto: Istimewa)

 


KAREBA-TORAJA.COM, PAPUA BARAT DAYA — Dukungan masyarakat terhadap pengungkapan hilangnya Stoner Sammen (16) Warga Lembang Sa’dan Malimbong Toraja Utara terus mengalir.

Salah satunya datang dari Wakil Ketua Pemuda Toraja Indonesia (PTI) Papua Barat Daya Gian Anugrah.

Gian Anugrah ikut mendesak pengusutan secara tuntas hilangnya Stoner Sammen yang terjadi tiga stengah tahun lalu tepatnya 31 Maret 2023.

Gian Anugrah, meminta aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Saya mengenal Stoner sejak masih kecil ketika kami sama-sama berada di Sorong, Papua Barat Daya. Karena itu, saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu. Negara harus hadir memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban,” tegas Gian Anugrah.

Gian bahkan mengurai dari sudut pandang psikologi bahwa keluarga yang kehilangan anggota keluarga tanpa kepastian umumnya mengalami ambiguous loss, yaitu kondisi kehilangan yang tidak memiliki kepastian mengenai nasib korban. Situasi tersebut sering menimbulkan kesedihan berkepanjangan, kecemasan, trauma, hingga menurunnya rasa percaya terhadap proses hukum apabila mereka merasa belum memperoleh kepastian.

Dalam kondisi demikian, kepastian hukum bukan hanya menjadi kebutuhan untuk menegakkan keadilan, tetapi juga berperan penting dalam membantu proses pemulihan psikologis keluarga.

Kasus hilangnya Stoner Sammen diharapkan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Keluarga korban menanti kepastian atas nasib anak mereka, sementara masyarakat berharap proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Gian Anugrah, pengungkapan kasus ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang bersalah, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak korban, keadilan bagi keluarga, dan penegakan supremasi hukum agar tidak ada lagi kasus serupa yang menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Menurut Gian, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum sebagaimana dijamin dalam konstitusi. Oleh sebab itu, apabila terdapat dugaan tindak pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, proses penyelidikan dan penyidikan harus dilakukan secara objektif berdasarkan alat bukti yang sah.

“Apabila benar terjadi tindakan pengejaran, pengeroyokan, serta pelemparan terhadap korban sebagaimana yang disampaikan keluarga dan saksi, maka peristiwa tersebut berpotensi mengandung unsur tindak pidana yang harus diusut secara menyeluruh” urai Gian Anugrah.

Gian Anugrah mengurai apabila ditemukan bukti yang cukup, aparat penegak hukum dapat menilai kemungkinan adanya unsur penganiayaan, pengeroyokan, perbuatan yang mengakibatkan kematian atau hilangnya seseorang, maupun tindak pidana lain sesuai fakta penyidikan. Keberadaan rekaman CCTV, keterangan saksi, hasil penyelidikan, serta alat bukti lainnya menjadi bagian penting untuk mengungkap peristiwa secara objektif.

“Prinsip utama dalam negara hukum adalah setiap dugaan tindak pidana harus diproses berdasarkan bukti, bukan berdasarkan asumsi ataupun tekanan dari pihak mana pun” tutup Gian Anugrah. (*)

  • Penulis: Arsyad Parende
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Bacaleg, PKB Naik Pete-pete ke KPU Tana Toraja

    Daftar Bacaleg, PKB Naik Pete-pete ke KPU Tana Toraja

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Satu-satunya keunikan dalam pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) oleh parpol peserta Pemilu 2024 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tana Toraja kali ini dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kehadiran pengurus PKB Tana Toraja di KPUD setempat menarik perhatian karena satu-satunya partai yang menggunakan Pete-pete atau angkutan kota. PKB mendaftarkan Bacaleg sekitar pukul […]

  • Tiga ASN Asal Toraja dan NTT Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Papua Pegunungan

    Tiga ASN Asal Toraja dan NTT Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Papua Pegunungan

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, WAMENA — Rombongan pegawai Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya, yang sedang mengantar bantuan pangan (bapang) diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026. Insiden penembakan itu menyebakan tiga pegawai Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Jayawijaya, meninggal dunia. Ketiga pegawai yang meninggal dunia terkena tembakan […]

  • FOTO: Tanah Bergerak, Warga Mengungsi, 7 Rumah Mesti Direlokasi

    FOTO: Tanah Bergerak, Warga Mengungsi, 7 Rumah Mesti Direlokasi

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Bencana alam tanah bergerak dengan retakan cukup luas yang terjadi Saruran, Dusun Kayangan, Lembang Rano Tengah, sejak Rabu, 16 Februari 2022, kian parah. Berdasarkan peninjauan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Kamis, 17 Februari 2022, area retakan dan pergerakan tanah makin meluas. Bahkan, saat Kepala BPBD Tana Toraja, […]

  • P*rk*sa Anak Tiri, Pria Bejat Ini Ditangkap Tim Resmob Polres Toraja Utara

    P*rk*sa Anak Tiri, Pria Bejat Ini Ditangkap Tim Resmob Polres Toraja Utara

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Desianti/Art
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Toraja Utara menangkap seorang pria dewasa berinisial MP (37), Sabtu, 21 Februari 2026. Warga Lembang Marante, Kecamatan Sopai, ini ditangkap karena dilaporkan melakukan p*m*rk*saan terhadap anak tirinya sendiri. Perbuatan bejat tersebut dilakukan MP sejak anak tirinya masih dibawah umur. Kemudian dilakukan secara berulang hingga […]

  • Perantau Asal Toraja Dib*nuh OTK di Deiyai, Papua Tengah

    Perantau Asal Toraja Dib*nuh OTK di Deiyai, Papua Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Desianti
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, DEIYAI — Pembunuhan terhadap warga negara yang merantau dan mencari nafkah di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, terjadi lagi. Senin, 9 Maret 2026 sore, seorang perantau asal Toraja, Alexander Lintang (47) ditemukan meninggal dunia di Kampung Okomo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai. Alexander Lintang, yang diketahui berasal dari Sa’dan Pebulian, Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara, […]

  • APBD Minim Karena Refocusing, Pemkab Toraja Utara Loby Pemerintah Pusat

    APBD Minim Karena Refocusing, Pemkab Toraja Utara Loby Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sabtu, 11 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, JAKARTA — Pemerintah dan DPRD Kabupaten Toraja Utara meloby pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk membiayai program-program pembangunan tahun 2021 dan 2022. Dalam upaya meloby pemerintah pusat, Kamis, 9 September 2021, Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong beserta Wakil Ketua dan sejumlah anggota DPRD Toraja Utara bertemu dengan […]

expand_less