Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Diinterpelasi DPRD, Wabup: Pengurangan Honorer (TKD) Toraja Utara Belum Final

Diinterpelasi DPRD, Wabup: Pengurangan Honorer (TKD) Toraja Utara Belum Final

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Paripurna interpelasi memang belum dilaksanakan. Tapi dalam dua kali rapat pimpinan diperluas, yang merupakan tahapan menuju paripurna interpelasi, Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang tidak menghadiri undangan DPRD. Dia hanya mendelegasikan kepada Penjabat Sekretaris Daerah, Salvius Pasang dan Wakil Bupati, Frederik Victor Palimbong.

KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pemerintah Kabupaten Toraja Utara akan melakukan verifikasi ulang terhadap honorer atau Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

Verifikasi ulang itu dilakukan karena begitu banyak data yang tidak sinkron serta banyaknya tenaga yang sudah lama mengabdi, tetapi tidak terakomodir.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong ketika memberikan penjelasan mewakili Bupati Yohanis Bassang dalam rapat pimpinan diperluas (lanjutan) yang digelar ruang sidang utama DPRD Toraja Utara, Selasa, 12 April 2022.

“Kita belum memutuskan secara final tentang TKD, karena kita sedang atau sementara menata kembali berdasarkan pertimbangan kemanusiaan, pengalaman, lama kerja dan kebutuhan, termasuk masukan dan saran dari anggota DPRD,” tutur Dedy.

Selain itu, pemerintah juga akan mengecek kembali keakuratan data, baik secara fisik, maupun masa tugas TKD di seluruh OPD, Kecamatan, dan Kelurahan, serta sekolah-sekolah.

Penjelasan Wakil Bupati Toraja Utara ini menjawab begitu banyak pertanyaan dari anggota dewan terkait kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam proses rasionalisasi atau pengurangan TKD tahun 2022.

Untuk diketahui, jumlah tenaga kontrak daerah di Toraja Utara sebanyak 4.353 orang tahun 2020. Dari jumlah itu, pemerintah akan menguranginya menjadi 1.940 orang sesuai dengan anggaran yang tersedia dalam APBD Toraja Utara tahun 2022  sebesar Rp 19 miliar lebih. Selain mengurangi jumlah, pemerintah juga menaikkan gaji TKD, dari semula Rp 650 ribu per bulan menjadi Rp 1 juta per bulan.

Sebelumnya, dengan jumlah TKD 4.353 orang dan upah Rp 650 ribu, pemerintah harus menyediakan anggaran sebesar sekitar Rp 36 miliar per tahun untuk membayar gaji mereka. Besarnya anggaran gaji honorer ini memakan 65% dari total pendapatan asli daerah (PAD) yang pada tahun lalu hanya mencapai Rp 55 miliar.

“Dengan pengurangan ini, daerah bisa berhemat sekitar Rp 17 miliar dari PAD,” terang Frederik Palimbong.

Meski begitu, Dedy, sapaan akrab Frederik Victor Palimbong, mengatakan pemerintah akan merespon dan menerima saran serta masukan dari anggota dewan terkait pengurangan honorer ini.

“Setiap masukan anggota dewan, akan kami pertimbangan dalam memutuskan persoalan TKD. Kami sudah meminta waktu kepada Pak Bupati agar penataan TKD itu dilakukan per OPD. Itu juga sebagai respon dari masukan dan saran dari anggota dewan terkait adanya TKD yang sudah lama mengabdi tapi tidak diakomodir atau kontraknya tidak diperpanjang,” urai Dedy.

Selain soal verifikasi ulang, Dedy juga menginformasikan bahwa jumlah tenaga kontrak daerah sudah berkurang dengan terangkatnya 514 orang yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun ini.

“Tentu data-data yang masuk ini akan kita sesuaikan dengan jumlah TKD yang sudah masuk PPPK,” katanya.

Peluang Seleksi PPPK

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Toraja Utara terlihat begitu serius memperjuangkan tenaga kontrak daerah yang SK-nya sudah tidak diperpanjang pemerintah ini.

Banyak alasan yang dikemukakan oleh para wakil rakyat itu, termasuk di dalamnya soal kemanusiaan, lama masa kerja, dan banyaknya TKD yang baru masuk.

Namun ada satu alasan yang paling krusial terungkap dalam rapat pimpinan diperluas itu, yakni peluang TKD mengikuti seleksi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun depan. Karena salah satu syarat untuk mengikuti seleksi PPPK adalah tenaga honorer yang bekerja terus-menerus tanpa terputus.

“Kalau SK mereka dihentikan tahun ini, itu sama saja menghilangkan peluang mereka untuk mengikuti seleksi PPPK tahun depan,” tegas Stepanus Mangatta dari Fraksi Gerindra.

Pemerintah, menurut Ketua Fraksi Nasdem, Harun Rantelembang, mesti mengedepankan prinsip kemanusiaan dalam memutus hubungan kerja para TKD ini. Sebab, menurut Harun, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak orang susah mencari kerja dan mendapat uang.

“Sedangkan orang santai-santai saja di rumah, dibantu pemerintah melalui BLT. Ini tenaga TKD sudah bekerja keras, menerima gaji kecil, tapi pemerintah tidak menghargainya, mereka malah diberhentikan. Ini logika kita kebalik-balik. Kemudian, peluang mereka mau jadi PPPK sudah jelas tertutup,” sesal Harun.

Bupati Tidak Hadir

Dalam pembahasan mengenai TKD yang memakan waktu hampir 3 jam itu, terlihat sekali bahwa persoalan ini tidak hanya menjadi kegelisahan anggota-anggota Fraksi pengusung interpelasi, seperti Nasdem, PDIP, dan Gerindra. Tapi beberapa anggota dewan lain, termasuk dari Fraksi pendukung pemerintah, Golkar dan Demokrat, juga angkat suara. Masalah TKD ini terlihat menjadi kegelisahan bersama anggota DPRD Toraja Utara.

Karena begitu krusialnya masalah TKD, yang didalamnya terkandung persoalan kemanusiaan, politik, dan ekonomi, banyak anggota DPRD yang menyesalkan ketidakhadiran Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang dalam rapat ini. Kehadiran Yohanis Bassang dinilai sangat penting artinya karena dia, dalam kapasitasnya sebagai Bupati Toraja Utara, memiliki kewenangan dan kebijakan dalam memutuskan segala sesuatu terkait daerah ini.

“Tabe’ saudara Wakil Bupati, Pak Bupati sekarang dimana?” tanya Ketua DPRD Toraja Utara, Nober Rante Siama’.

“Pak Bupati ada agenda di SMP Lentera,” timpal Dedy Palimbong.

“Mestinya acara di Lentera ini boleh didelegasikan, karena menyangkut kepentingan rakyat. Bupati harus bicara dengan perwakilan rakyat. Bupati lebih penting di Lentera atau di sini? Kali ini kita maklumi, tapi ke depan, tidak boleh lagi. Sepanjang Saudara Bupati ada di dalam daerah dan melaksanakan tugas yang tidak terlalu urgen, saya pikir Saudara Bupati harus hadir di tempat ini,” tandas Nober Rante Siama’. (*)

Penulis/Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RS Elim Rantepao Gelar Seminar Bagi Penyandang Hemofilia

    RS Elim Rantepao Gelar Seminar Bagi Penyandang Hemofilia

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — RS Elim Rantepao terus meningkatkan pelayanan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Lewat seminar bertema “Strategi Pemeriksaan Hemofilia, Menemukan Solusi Untuk Pasien” RS Elim Rantepao mengajak Penyandang Hemofilia untuk mengenal lebih dekat penyakit Hemofilia dan solusi pencegahan serta pengobatan. Seminar dilaksanakan di Aula RS Elim Rantepao, Sabtu 16 November 2024. Seminar terselenggara […]

  • Ini Daftar Juara Festival Paduan Suara Natal Toraja Utara Tahun 2021

    Ini Daftar Juara Festival Paduan Suara Natal Toraja Utara Tahun 2021

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Festival Paduan Suara Natal (FPSN) yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Toraja Utara tahun 2021, resmi ditutup, Sabtu, 18 Desember 2021. Festival yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Toraja Utara tersebut berlangsung selama sepekan, dari tanggal 12-18 Desember 2021. Festival Paduan Suara Natal tahun 2021 ini dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni Kelompok […]

  • OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

    OPINI: Kemunduran Budaya dan Tragedi Tongkonan; Saat Warisan Leluhur Menjadi Korban Sengketa

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Imanuel* KEMUNDURAN budaya menjadi ancaman serius yang kian nyata di era modern saat ini. Nilai-nilai luhur yang telah dibangun oleh leluhur kita selama ribuan tahun kini mulai memudar, tidak lagi dijunjung sebagai warisan kebanggaan, melainkan seringkali menjadi korban dalam konflik sosial dan persoalan hukum. Salah satu potret menyedihkan dari kemunduran ini dapat dilihat dari […]

  • Viral, Warga dan Polisi Tangkap Pencuri di Salu, Toraja Utara

    Viral, Warga dan Polisi Tangkap Pencuri di Salu, Toraja Utara

    • calendar_month Sabtu, 2 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SOPAI — Sebuah video detik-detik penangkapan seorang pencuri di sebuah kios milik warga, beredar luas di beberapa platform media sosial, Sabtu, 2 Maret 2024. Pantauan KAREBA TORAJA, ada dua video yang ramai-ramai dibagi oleh warganet. Setelah dicaritahu, lokasi video penangkapan pencuri itu di jalan poros Alang-alang-Salu, Lembang Salu Sarre, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara. […]

  • Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Kole Sawangan Layak Jadi Destinasi Unggulan

    Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Kole Sawangan Layak Jadi Destinasi Unggulan

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MALIMBONG BALEPE’ — Salah satu rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno di Toraja adalah mengunjungi Desa Wisata Lembang Kole Sawangan di Kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Tana Toraja, Minggu 21 November 2021. Tiba di Kole Sawangan, Sandiaga Uno terpukau dengan keindahan alam, kehidupan keseharian masyarakat Toraja yang dibalut dalam kolosal […]

  • Potongan Jasad Bayi Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek, Polisi Lakukan Olah TKP

    Potongan Jasad Bayi Ditemukan di Halaman Rumah Kost di Mengkendek, Polisi Lakukan Olah TKP

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Kepolisian Resor Tana Toraja melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan potongan jazad bayi laki-laki di halaman rumah kost, di Lingkungan Saruran, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja, Senin, 4 April 2022. Potongan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki dan masih terlilit tali pusar tersebut ditemukan warga pada Minggu, 3 April 2022 petang. […]

expand_less