Reses, Yosia Rinto Kadang Tinjau Jalan Putus Akibat Longsor di Buntu Pepasan
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Disela-sela kegiatan reses, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yosia Rinto Kadang meninjau jalan yang putus akibat longsor di Kecamatan Buntu Pepasan, Toraja Utara. (MRA/Kareba Toraja).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, BUNTU PEPASAN — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Yosia Rinto Kadang, menemukan kondisi memprihatinkan pada ruas jalan poros Matande di Lembang Paonganan, Kecamatan Buntu Pepasan, Kabupaten Toraja Utara, saat melaksanakan kegiatan reses, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah tersebut menyebabkan badan jalan mengalami kerusakan parah hingga putus total. Akibatnya, ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Jalan poros Matande merupakan jalur strategis yang menghubungkan lima Lembang dan Kelurahan dan antar Kecamatan di Kabupaten Toraja Utara.
Melihat kondisi tersebut, Yosia Rinto Kadang menyampaikan keprihatinannya dan menilai penanganan segera sangat dibutuhkan agar akses masyarakat dapat kembali normal.
“Kerusakan ini harus segera ditangani karena jalan ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Selain menghubungkan Toraja Utara dan Luwu Utara, jalur ini juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat. Saya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara agar segera dilakukan penanganan darurat sehingga akses masyarakat dapat kembali terbuka,” ujar Yosia.
Dalam dialog bersama warga, masyarakat berharap pemerintah segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan sekaligus melakukan penanganan permanen berupa pembangunan talud dan penguatan lereng agar longsor tidak kembali terjadi saat musim hujan.
Yosia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait kerusakan infrastruktur akan terus diperjuangkan. Ia juga mendorong adanya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik, mengingat jalur tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antar Kecamatan.
“Keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi harus menjadi prioritas. Meskipun statusnya masih jalan kabupaten, saya akan ikut mengawal agar penanganannya dapat segera direalisasikan,” tegasnya.
Kunjungan reses tersebut menjadi kesempatan bagi Yosia Rinto Kadang untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memastikan persoalan infrastruktur yang berdampak pada kehidupan warga mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende







Saat ini belum ada komentar