Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Warga Tongkonan Tolak Pembangunan Tower Listrik PLTA Malea, VDB: Silahkan Gugat Penjualnya!

Warga Tongkonan Tolak Pembangunan Tower Listrik PLTA Malea, VDB: Silahkan Gugat Penjualnya!

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Warga Tongkonan Batu Lettong menolak pembangunan tower listrik oleh PT Malea Energy, operator PLTA Malea di atas tanah milik Tongkonan tersebut.

Lokasi pembangunan tower listrik tersebut berada pada tanah yang diklaim milik Tongkonan Batu Lettong di Puru, Lembang Rano Utara, Kecamatan Rano, Kabupaten Tana Toraja.

Penolakan warga itu dilakukan dengan alasan merusak eksistensi Tongkonan dan pendirian tower akan berdampak pada kesehatan warga sekitar.

Dalam keterangannya, Jumat, 22 September 2023, Elka Rerung atau Pong Kresna, selaku salah satu keturunan dari Tongkonan To’Lamba, sangat menyangkan pihak perusahaan yang akan membangun Tower tegangan tinggi di areal tanah Tongkonan To’lamba Puru tanpa melalui musyawarah atau kombongan dengan rumpun keluarga to ma’tongkonan dari To’lamba di Puru terlebih dahulu, sehingga pendirian tower listrik tersebut sangat menciderai adat istiadat bahkan melanggar hukum.

Pong Kresna menyatakan, selaku salah satu ahli waris dari Tongkonan To’Lamba pihaknya beberapa kali didatangi rumpun keluarga dan tokoh adat Puru untuk memperjuangkan hak-haknya yang dilanggar pihak perusahaan PT. Malea Energy.

“Langka yang kita sarankan yaitu langka persuasif dengan cara membuat surat protes kepada PT. Malea Energy dan ditembuskan ke Forkopimda Tana Toraja dan AMAN sebanyak dua kali dengan harapan segala sesuatunya pasti ada jalan keluarnya, namun fakta di lapangan, pihak PT.Malea Energy melalui karyawannya atau mitranya tetap melakukan aktifitas pembangunan tower di wilayah Tongkonan tersebut bahkan didirikan di atas batu lettong tongkonan,” sesal Pong Kresna.

Pong Kresna menegaskan bahwa hal itu merupakan sebuah pelanggaran berat yang mengarah kepada penghinaan sebuah tongkonan besar di wilayah Puru yang keturunannya menyebar di wilayah Rano, Lembang Buakayu, Palesan dan sekitarnya karena di wilayah tongkonan ada peninggalan leluhur mereka, seperti Issong (lesung), batu alang, sumur, olon bala batu dan kayu gaweng(pohon ajaib).

“Ingat, kami tidak menghalangi PT. Malea Energy menjalankan proyek pribadinya tetapi hargai kami selaku pemilik tongkonan. Kami punya hak istimewa yang tidak bisa ganggu oleh siapa pun. Kami juga akan melestarikan tongkonan kami kedepan sesuai kemampuan kami nantinya dan perusahaan dalam persoalan ini harus objektif karena tidak ada hubungannya warga puru yang bekerja sebagai karyawan di PT. Malea dengan persoalan ini, jangan diancam-ancam mau di PHK itu kuno. Silahkan perusahaan cari alternatif lain,” tandas Pong Kresna.

Dengan mengakhiri perbincangannya, Pong Kresna mengharapkan adanya aksi nyata dari wakil rakyat atau anggota DPRD dari dapil 3 untuk menyuarakan aspirasi dan tangisan warga Puru yang selama ini jalan sendiri. Namun apabila tidak diindahkan, warga tongkonan pasti melakukan aksi hukum dan bekerjasama dengan pemerhati budaya, LSM, AMAN, WAHLI dan media yang kredibel.

Untuk diketahui PT.Malea Energy dengan mitranya yaitu PT.BMS adalah perusahaan Swasta pembangkit listrik tenaga air sungai saddang yang menghasilkan  daya 2×45 MegaWatt yang beropersi di sekitar Lembang Patekke dan Lembang Rano Utara, Tana toraja. Saat ini PT Malea sedang pembangunan penambahan daya 2×75 MegaWatt.

Dikonfirmasi terkait penolakan dari warga Tongkonan ini, pimpinan PT Malea Energy, operator PLTA Malea Tana Toraja, Victor Datuan Batara, menyatakan tanah atau lokasi yang dipersoalkan itu sudah dibeli secara sah oleh perusahaan sesuai dengan bukti-bukti kepemilikan yang ada.

VDB, sapaan akrab Victor Datuan Batara, menegaskan bahwa pihaknya menghormati dan mengetahui secara baik bahwa semua lokasi atau tanah yang ada di Toraja, tidak ada yang tidak masuk dalam kategori tanah adat atau tongkonan. Namun ada beberapa tanah adat yang sudah disertifikatkan dan milik pribadi.

“Sama dengan tanah yang diklaim di Rano itu. Yang jual itu pemiliknya kok, sesuai dengan bukti-bukti kepemilikan yang ada,” terang VDB, Sabtu, 23 September 2023.

VDB mengatakan, pihak PT Malea Energy sudah menyarankan kepada warga Tongkonan untuk menggugat secara hukum orang yang menjual tanah tersebut kepada PT Malea.

“Sudah disarankan, silahkan gugat penjualnya kalau memang mempunyai bukti kepemilikan yang otentik,” pungkas VDB. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Tana Toraja Turunkan Ratusan Personil Gabungan

    Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Tana Toraja Turunkan Ratusan Personil Gabungan

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Kepolisian Resor Tana Toraja menurunkan 326 personil gabungan untuk pengamanan Natal dan pergantian tahun 2023ke 2024. Personil gabungan itu terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan tenaga kesehatan. Ratusan petugas gabungan ini akan bertugas di tiga pos pengamanan, yakni Posko Perbatasan Tana Toraja – Enrekang (Salubarani), Posko Makale, dan Pos […]

  • Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT RI Ke-79, RS Elim Kumpulkan 59 Kantong Darah

    Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT RI Ke-79, RS Elim Kumpulkan 59 Kantong Darah

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Aksi Donor Darah Akbar yang digelar di Gedung BPS Gereja Toraja Tongkonan Sangulele Rantepao. (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Dalam rangka memperingati HUT RI Ke-79 Tahun, RS Elim Rantepao mengadakan Aksi Donor Darah Akbar yang digelar di Gedung BPS Gereja Toraja Tongkonan Sangulele Rantepao , Sabtu, 10 Agustus 2024. Dalam kegiatan ini RS Elim […]

  • STIKes Lakipadada Gelar Capping Day, 109 Mahasiswa Siap Mengabdi di Rumah Sakit

    STIKes Lakipadada Gelar Capping Day, 109 Mahasiswa Siap Mengabdi di Rumah Sakit

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Monika/ IP(CR1)
    • 0Komentar

    Capping Day bagi Mahasiswa STIKes Lakipadada. (Foto: CR1/IP)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — sebanyak 109 Mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Lakipadada) mengikuti proses Capping Day, Kamis 17 September 2026 bertempat di Gedung Tammuan Mali’ Makale, Tana Toraja. Capping day adalah acara seremoni pemasangan topi perawat (cap) atau atribut profesi kepada […]

  • Januari – 18 Juni, 108 Kasus, 2 Orang Meninggal karena Demam Berdarah di Toraja Utara

    Januari – 18 Juni, 108 Kasus, 2 Orang Meninggal karena Demam Berdarah di Toraja Utara

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Rantepao merupakan Kecamatan dengan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terbanyak dari semua kecamatan yang ada di Kabupaten Toraja Utara. Hingga pertengahan Juni 2022, jumlah kasus DBD yang tecatat di wilayah kerja Puskesmas Rantepao sebanyak 56 kasus. Dari jumlah itu, satu pasien diantaranya, meninggal dunia. Sedangkan total kasus DBD se-Kabupaten Toraja Utara, […]

  • Persiapan Pra Porprov, FPTI Tana Toraja Boyong Atlet Uji Coba di Luar Daerah

    Persiapan Pra Porprov, FPTI Tana Toraja Boyong Atlet Uji Coba di Luar Daerah

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2021
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, TANA TORAJA — Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Kabupaten (Pengkab) Tana Toraja melakukan sejumlah persiapan jelang pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Cabang Olahraga Panjat Tebing tahun 2021/2022. Pra Porprov Panjat Tebing yang akan diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota Se – Sulsel dijadwalkan dilaksanakan 21 – 28 Januari 2022 mendatang di Kabupaten Bantaeng. […]

  • Digelar 4-10 Oktober, Toraja Highland Festival Diharapkan Bisa Bangkitkan Gairah Wisata Toraja Utara Toraja

    Digelar 4-10 Oktober, Toraja Highland Festival Diharapkan Bisa Bangkitkan Gairah Wisata Toraja Utara Toraja

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Highland Festival Toraja Utara siap untuk digelar 4-10 Oktober 2021 di sejumlah tempat di Kabupaten Toraja Utara. Kesiapan pelaksanaan Toraja Highland Festival disampaikan Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) MPC Toraja Utara, Damayanti Batti pada press confrence yang digelar di Ruang Media Center Satgas Covid-19, Kantor Bupati Toraja Utara, Selasa, 28 September 2021. […]

expand_less