Kenakan Busana Adat Toraja, Siswi SMAN 2 Enrekang Kristin Natalia Patading Juara Duta Pelajar Enrekang 2026
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kristin Natalia Patading, Siswa SMAN 2 Enrekang bersama Orangtua di ajang Duta Pelajar Enrekang 2026. (Foto: Dokumen Pribadi)
KAREBA-TORAJA.COM, ENREKANG — Duta Pelajar Kabupaten Enrekang Tahun 2026 berlangsung sukses dan meriah yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Senin malam 18 Mei 2026.
Ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar-pelajar berbakat dari berbagai sekolah di Kabupaten Enrekang ini berlangsung ketat.
Kristin Natalia Patading, siswi SMA Negeri 2 Enrekang berhasil keluar sebagai juara pertama untuk kategori puteri.
Kristin unggul diatas finalis lainnya berdasarkan penilaian dari Juri dengan beberapa kategori penilaian mulai dari:
- Kemampuan Akademik: Meliputi pengetahuan umum dan kemampuan analisis.
- Kepribadian: Sikap, etika dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
- Bakat dan Kreativitas: Kemampuan menampilkan bakat unik yang dimiliki.
- Wawasan Kebangsaan: Pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dan budaya daerah.
Tak hanya itu, Kristin berhasil menarik perhatian juri dengan tampil bedah dalam balutan busana adat Toraja diantara peserta lain yang menggunakan busana adat Bugis.
Busana Adat Toraja yang digunakan Kristin bukan tanpa alasan, Pelajar berprestasi kelahiran Enrekang tahun 2008 silam ini adalah gadis keturunan Toraja dari pasangan ayah Salman Patading dan ibu Surita Masirri.
Kedua orangtuanya adalah asli Toraja, ibunya dari Buntu Pune, Ba’tan Kesu’ sementara ayahnya dari La’bo Toraja Utara yang sejak tahun 1993 menetap di Kota Enrekang karena tuntutan pekerjaan.
Kepada Wartawan Kareba Toraja, Kristin mengaku memilih menggunakan pakaian adat Toraja karena ini adalah bentuk kebanggaannya terhadap identitas dan budaya yang dimiliki.
“Bagi saya, budaya tidak hanya dipakai saat berada di daerah asalnya saja, tetapi juga harus diperkenalkan dan dibanggakan dimanapun kita berada” tutur Kristin.
“Melalui ajang Duta Pelajar Kabupaten Enrekang ini, saya ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan dan generasi muda memiliki peran untuk menjaga serta memperkenalkannya kepada masyarakat luas” tutur Kristin lebih lanjut.
Kristin mengaku menggunakan baju adat Toraja juga menjadi strategi bagi dirinya untuk menarik perhatian juri karena Kristin melihat finalis yang lain kebanyakan mengenakan baju adat Bugis sehingga ingin tampil beda dari finalis lainnya. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar