Seminar Pendidikan Yubileum 85 Tahun BPKT; Menemukan Semangat Panggilan sebagai Guru Melalui Yesus Sang Guru Sejati

KAREBA-TORAJA.COM, RANTETAYO — Seminar Pendidikan Katolik dalam rangka perayaan Yubileum 85 tahun Baptis Pertama Katolik di Toraja  (BPKT) digelar di Halaman Gereja Katolik Rantetayo, Jumat, 5 Mei 2023.

Kegiatan yang mengsung tema “Menemukan semangat panggilan sebagai Guru melalui Yesus Sang Guru Sejati” ini dihadiri Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang dan Wakil Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeq, sekaligus memberikan sambutan yang juga sebagai kuliah umum untuk peserta.

Peserta dalam kegiatan seminar pendidikan ini adalah ratusan guru pendidikan agama Katolik di sekolah- sekolah yang ada di Tana Toraja dan Toraja Utara serta guru-guru yang beragama Katolik se-Tana Toraja dan Toraja Utara.

Seminar pendidikan menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Carolus Patampang SS MA (Dosen STIKPAR Toraja – Ketua Komisi Pendidikan/MPK KAMS) dan Drs. Petrus Simido, Praktisi Pendidikan.

Baca Juga  Dampak Perda Kelembagaan Baru, Istri Mantan Bupati Tana Toraja Non Job

Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang memotivasi para Guru-guru Yang hadir sebagai peserta agar senantiasa bersemangat dalam melaksanakan tugas pengabdian.

Ombas, begitu Yohanis Bassang biasa disapa, mengajak para guru agar menjauhkan diri dari sikap cemburu dan iri hati terhadap pencapaian orang lain.

Ombas juga bercerita tentang perjalanan karirnya mulai sejak pertama kali menjadi ASN hingga apa yang diraihnya saat ini menjadi orang nomor satu di Toraja.

Ombas berharap perjuangan yang dijalaninya selama ini bisa menjadi spirit dan motivasi untuk peserta seminar agar bisa meraih sukses dalam hidup.

Hal yang sama juga disampaikan Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg dalam sambutannya.

Baca Juga  Yuniana Mulyana Pimpin Tim Manggala Trans Kampung Baru dalam Lomba "Ma'Barattung"

Zadrak Tombeg yang selain berlatar dokter juga berlatar pendidik ikut memberikan motivasi kepada para peserta seminar.

Zadrak Tombeg mengatakan predikat guru itu tidak hanya saat berdiri didalam kelas saja tapi guru itu adalah seorang figur dimanapun dia berada.

“Jabatan Bupati itu terbatas tapi guru sampai pensiun pun akan tetap dipanggil guru bahkan saat dia sudah meninggal dunia orang akan tetap mengenangnya sebagai bapak/ibu guru,” kata Zadrak.

Zadrak Tombeg juga mengatakan menjadi guru itu adalah sebuah panggilan bukan pelarian karena jika profesi guru hanya sekedar pelarian maka inilah yang bisa menjadi titik awal munculnya persoalan hukum terhadap guru misalnya kekerasan terhadap anak didiknya.

“Di era kemajuan teknologi saat sekarang ini Guru itu dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan,” ucap Zadrak.

Baca Juga  Update: Perubahan Jadwal Vaksinasi di Art Centre Rantepao yang Berhadiah Sembako

Sementara itu, Vikep Toraja, RD Bartholomeus Pararak, yang membuka seminar pendidikan Katolik dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bagian dari rencana strategis Keuskupan Agung Makassar yang telah ditetapkan untuk tahun 2021-2025.

“Selanjutnya, kita sebagai Gereja dan lembaga ingin ikut berpartisipasi mendukung pemerintah dengan platform merdeka belajar sebagai suatu platform yang memang sangat penting untuk kita dukung bersama karena memiliki tujuan yang sangat holistik menyentuh seluruh aspek kehidupan kita sebagai manusia yakni bahagia di dunia dan di akhirat,”ungkap Pastor Bartholomeus.

“Kita berharap seminar ini bisa memberikan banyak pengalaman dan refleksi untuk lebih memaksimalkan potensi dan peran guru ke depan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar