Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekobis » Mulai Malam Ini, Pasar Malam Bolu Dipindahkan ke Rest Area Bua Tallulolo

Mulai Malam Ini, Pasar Malam Bolu Dipindahkan ke Rest Area Bua Tallulolo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, KESU’ — Aktivitas Pasar Malam yang selama ini berlangsung di Terminal Bolu, Kecamatan Tallunglipu, kini dipindahkan ke Rest Area di Bua Tallulolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara.

“Aktivitasnya mulai dipindahkan malam ini (Selasa, 18 Mei 2021). Saat ini, kami sedang mengaturnya di sini,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Toraja Utara, Atto Matandung, saat dikonfirmasi kareba-toraja.com, Selasa, 18 Mei 2021 malam.

Lokasi yang digunakan sebagai Pasar Malam itu adalah Rest Area yang dibangun pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Poros Rantepao-Makale, dekat BRI Unit Bua, Lembang Bua Tallulolo, Kecamatan Kesu’.

Atto mengatakan, jam operasi Pasar Malam di Rest Area Bua Tallulolo ini mulai pukul 21.00 Wita hingga 05.00 Wita atau dari jam 9 malam hingga jam 5 subuh.

“Berdasarkan SK Pak Bupati, jam operasional Pasar Malam dimulai jam 9 malam dan berakhir jam 5 subuh. Pada jam 5 subuh semua operasional di Pasar Malam dihentikan,” jelas Atto.

Dia mengatakan, Pasar Malam ini dibuka untuk umum, terutama bagi pedagang sayur mayur dari luar Toraja dan para pedagang di Pasar Pagi dan Pasar Bolu. Juga dibuka untuk masyarakat yang mau membeli barang untuk dijual lagi di Pasar Rakyat.

“Untuk masyarakat umum juga bisa,” katanya.

Selain mengakomodir para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Malam Bolu, pemerintah juga memberikan ruang kepada para pedagang kuliner subuh yang selama ini berjualan di pertokoan lama Rantepao.

“Pedagang kuliner di Pasar Malam Bolu juga kami beri kesempatan,” lanjut Atto.

Setiap pedagang maupun mobil yang membawa barang dagangan, jelas Atto, akan dipungut retribusi. Pemungutan retribusi ini dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Besaran retribusinya saya belum tahu, karena selama ini dikelola Bapenda. Nanti retribusinya akan dikelola Perdagangan dan Dinas Perhubungan untuk retribusi mobil,” kata Atto Matandung. (*)

Penulis: Desianti
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemensos Salurkan Bantuan Program untuk Dua Sanggar Seni di Toraja Utara

    Kemensos Salurkan Bantuan Program untuk Dua Sanggar Seni di Toraja Utara

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyalurkan bantuan Program Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi kepada dua kelompok Sanggar Seni di Toraja Utara. Dua sanggar seni itu, masing-masing Sanggar Seni Tari Pakaraya Art dan Rumah Budaya Tindoki. Bantuan senilai Rp 50 juta untuk masing-masing sanggar diserahkan oleh Dinas Sosial Toraja Utara yang diwakili Kepala […]

  • Dua Kelompok Remaja Berkelahi di Makale; Kubu Pacar vs Mantan Pacar

    Dua Kelompok Remaja Berkelahi di Makale; Kubu Pacar vs Mantan Pacar

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dua kelompok remaja terlibat perkelahian di depan rumah sakit Sinar Kasih Toraja, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Selasa, 25 Mei 2021. Dua kelompok remaja ini diketahui adalah pengunjung RS Sinar Kasih Toraja yang hendak menjenguk pasien yang sama, seorang remaja perempuan. Kedua kelompok masing-masing kelompok pacar dari sang pasien dan kelompok […]

  • Reses, Anggota DPRD Sulsel, Yosia Rinto Kadang Serap Aspirasi di wilayah Timur Toraja

    Reses, Anggota DPRD Sulsel, Yosia Rinto Kadang Serap Aspirasi di wilayah Timur Toraja

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Gabriel Steven
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGGALANGI — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Daerah Pemilihan X (Tana Toraja dan Toraja Utara), Yosia Rinto Kadang melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2025–2026 di Lembang Patapadang, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Selasa, 28 Oktober 2025. Kegiatan reses ini dihadiri oleh masyarakat, aparat pemerintah Lembang tokoh masyarakat. Dalam pemaparannya, Yosia Rinto […]

  • Sudah 3 Hari Dicari, Remaja 16 Tahun Diduga Lompat ke Sungai, Belum Ditemukan

    Sudah 3 Hari Dicari, Remaja 16 Tahun Diduga Lompat ke Sungai, Belum Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 2 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SA’DAN — Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap Stoner Samen, remaja berusia 16 tahun, warga Sadan Malimbong yang diduga lompat ke Sungai Sa’dan, pada Kamis, 30 April 2023. Pencarian yang dilakukan sejak pagi, Minggu, 2 April 2023, masih belum membuahkan hasil. Hingga petang, Tim menghentikan pencarian dan akan dilanjutkan pada Senin, 3 April […]

  • 23 Warga Lembang Bau Selatan, Tana Toraja Diduga Mengalami Keracunan Makanan

    23 Warga Lembang Bau Selatan, Tana Toraja Diduga Mengalami Keracunan Makanan

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, BONGGAKARADENG — Sebanyak 23 warga Kampung Bake’, Lembang Bau Selatan, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja diduga keracunan setelah menyantap makanan pada acara tanam jagung bersama, Minggu, 15 Mei 2022. Camat Bonggakaradeng, Naptali Pantong Tarra yang dikonfirmasi, Senin, 16 Mei 2022 membenarkan 23 warga Lembang Bau Selatan mengalami gejala keracunan tersebut. Naptali mengatakan berdasarkan informasi […]

  • Muat Pasal Kontradiktif, Ranperda RTRW Tana Toraja Ditolak Mahasiswa

    Muat Pasal Kontradiktif, Ranperda RTRW Tana Toraja Ditolak Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Cr1/NDL
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tana Toraja ditolak Koalisi Mahasiswa Toraja. Alasannya, beberapa pasal dalam Ranperda RTRW itu dinilai kontradiktif. Salah satu contoh, wilayah adat yang masuk dalam kategori hutan konservasi dan  cagar budaya, tetapi dalam waktu yang sama juga dikategorikan sebagai kawasan industri dan pertambangan. […]

expand_less