Hadiri Pembukaan SSA Ke-26, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang Ingatkan Gereja Toraja Utamakan Pelayanan Meski Ada “Tedong Silaga”
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Anggota DPR RI Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang memberikan sambutan dalam Pembukaan SSA Ke-26 Gereja Toraja. (Foto: Arsyad- Kareba Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, PALOPO — Anggota DPR RI dari Partai Demokrat Irjen Pol (Purn) Drs. Frederik Kalalembang hadir dalam acara pembukaan Sidang Sinode Am XXVI Gereja Toraja yang digelar di Luwu Convention Center (LCC) Palopo 09 Juli 2026.
Dalam acara pembukaan yang berlangsung meriah dengan perpaduan atraksi budaya dan pujian – pujian tersebut, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang didaulat menyampaikan sambutan selamat sebagai perwakilan tokoh masyarakat Toraja.
Dihadapan ribuan peserta SSA Ke-26, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang menyampaikan selamat dan sukses atas pelaksanaan Sidang Sinode Am tersebut.
Dalam sambutannya, Irjen Pol (P) Frederik Kalalembang menyinggung soal desas desus Gereja Toraja beberapa hari sebelum pelaksanaan SSA terkait adanya upacara Rambu Solo’ yang tidak dilayani oleh Gereja Toraja karena adanya aktivitas adu kerbau (tedong silaga) disana.
Frederik Kalalembang mengingatkan Gereja Toraja agar tetap mengutakan pelayanan.
Frederik Kalalembang mengingatkan Gereja bahwa tugas pelayanan itu penting apapun kondisi dan situasinya, terkait disana terjadi judi itu menjadi tugas Penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian.
“Saya dengar di acara Rambu Solo’ ada adu kerbau tidak dilayani oleh Gereja Toraja. Untuk itu, mari kita diskusikan nanti bentuknya judi itu bagaimana? Karena di Lapas saja, kita datang melayani, mendoakan. Kalaupun ada judi, itu domainnya dari pihak Kepolisian,” tutur Frederik Kalalembang.
Di pembukaan SSA yang dihadiri dua Bupati Toraja ini, Frederik Kalalembang menyinggung tugas Bupati sebagai koordinator Forkopimda yang bertugas membangun komunikasi terkait situasi yang terjadi di wilayahnya.
“Pak Bupati itu sebagai Koordinator Forkopimda. Dimana anggota Forkopimda ada Kapolres, Kajari, Dandim. Kalau ada persoalan apapun di wilayahnya, Pak Bupati jangan belok kiri, belok kanan. Itu tanggung jawabnya” pesan Frederik Kalalembang.
Di momen kebersamaan itu juga, Frederik Kalalembang menyampaikan agar dalam Gereja juga tak hentinya menyampaikan selain bahaya judi juga untuk menjauhi narkoba, pergaulan bebas dan hoaks.
Frederik Kalalembang juga berharap kepada seluruh yang hadir, baik pendeta, untuk aktif memberikan informasi jika ada masyarakat Toraja dimanapun berada yang membutuhkan bantuan agar bisa dibantu karena itulah kepedulian kita sebagai Sang Torayan” tutup Frederik Kalalembang. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar