Ditinggal ke Tetangga, Rumah Nenek Leni di Saluallo Ludes Terbakar
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebuah rumah milik warga Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla' Utara, Tana Toraja, ludes terbakar pada Jumat, 10 Juli 2026 petang. (Foto: dok. istimewah/MRA).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ UTARA — Sebuah rumah permanen milik seorang warga bernama Marta Kondobungi atau yang akrab disapa Nenek Leni, yang terletak di kawasan jalan masuk objek wisata Sa’pak Bayobayo, Lembang Saluallo, Kecamatan Sangalla’ Utara, Tana Toraja, ludes terbakar pada Jumat, 10 Juli 2026 sore. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 Wita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, api pertama kali terlihat dari bagian dapur rumah. Kronologi kejadian berawal ketika Nenek Leni sedang memasak di dapur. Namun, dia meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah tetangga, sehingga api yang menyala tidak terawasi dan diduga menjalar membakar material di sekitarnya.
Seorang saksi mata, Ramayanto, yang kebetulan melintas di sekitar lokasi, menjadi orang pertama yang memberikan pertolongan.
“Kebetulan saya lewat bawah air dalam piber dan saya langsung singgah. Saya kasih pertolongan pertama,” ujar Ramayanto saat diwawancarai.
Lebih lanjut, Ramayanto menambahkan bahasa ada 3 mobil pemadam kebakaran yang juga dikerahkan ke lokasi.
Diketahui, Nenek Leni tinggal seorang diri di rumah tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar mengingat rumah batu tersebut hangus terbakar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tana Toraja, Eli Bernard, yang dikonfirmasi Jumat malam, mengatakan api diketahui berasal dari dapur.
“Kronologi kejadian berawal ketika Nenek Leni sedang memasak makanan babi menggunakan tungku kayu. Namun, beliau meninggalkan rumah untuk pergi bertetangga tanpa ada yang menjaga tungku tersebut. Di sekitar dapur, terdapat tumpukan kayu dan kabel yang menjadi bahan mudah terbakar. Api kemudian menyulut material tersebut dan dengan cepat menjalar ke plafon rumah yang terbuat dari kamacca’ (bambu anyam), sehingga api langsung menyebar dengan cepat ke seluruh bagian rumah,” urai Bernard.
Bernard juga menyampaikan bahwa sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sebuah mobil tandon air yang kebetulan melintas di sekitar lokasi sempat membantu memagari api sebelum petugas tiba.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran yang diturunkan tiba di lokasi pada pukul 17.43 Wita. Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, api berhasil dipadamkan pada pukul 17.56 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu unit rumah batu hampir ludes dan seluruh barang serta peralatan rumah tangga milik pemilik habis terbakar.
Beberapa lumbung dan rumah Toraja yang bersebelahan dengan lokasi kejadian berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga masyarakat yang sigap membawa tandon air milik warga setempat.
Bernard juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Masyarakat diharapkan tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala saat meninggalkan rumah dan memastikan tidak ada bahan mudah terbakar di sekitar sumber api.
Segera hubungi DAMKAR Tana Toraja jika terjadi kebakaran di nomor 0823-1177-7635. Waspada musim kemarau! (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar