oleh

Bunda Maria, Bunda Toleransi; Merdeka dalam Keberagaman Toleran dalam Perbedaan

Ribuan umat Katolik Se-Kota Makassar (Kevikepan Makassar) dan sekitarnya memadati kompleks Bumi Rajawali, dalam rangka memeriahkan Perayaan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, pada hari minggu 14 Agustus 2022. Sejak pukul 15.00 sore, umat Katolik sudah mulai memadati kompleks bumi rajawali untuk mengikuti kegiatan ini. Meskipun perayaan ini diawali dengan hujan rintik-rintik, namun  umat tetap bertahan dan sama sekali tidak menyurutkan semangat untuk mengikuti perayaan ini sampai selesai. Puluhan Pastor, Frater dan Suster ikut serta dalam peristiwa perayaan iman ini.

Pastor Joni Payuk CICM sebagai Vikaris Episkopal Keuskupan Agung Makassar, yang memimpin perayaan ini membacakan renungan seragam dalam rangka Pekan Merdeka Toleransi Provinsi Sulawesi Selatan. Pastor Joni Payuk CICM dalam renungan itu berpesan bahwa toleransi merupakan tali perekat keberagaman bagi masyarakat Indonesia. Dan bertepatan dengan momentum 17 Agustus dan Pekan Merdeka Toleransi 2022, kita diajak untuk meningkatkan kualitas hidup berbangsa dan bernegara dengan semangat toleransi yang tinggi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga  Tanda Persaudaraan, Warga Muslim Arak "Lettoan" Berisi Kambing di Acara Mangrara Gereja Katolik Rantetayo

Pastor Albert Arina, yang merupakan Ketua Komis Kerasulan Awam dan Komisi Hubungan Antarumat  Beragama Keuskupan Agung Makassar, yang sekaligus merupakan tuan rumah penyelenggara kegiatan ini  (Paroki Santo Yoseph Pekerja Gotong-Gotong), dalam sambutannya mengatakan bukan suatu kebetulan bahwa perayaan iman ini kita dirayakan juga dalam konteks semangat 17 Agustus. Mengutip kata-kata Mgr. Albertus Soegiopranoto telah menggelorakan semangat umat Katolik dalam berbangsa dan bernegara dengan mengatakan,  “100% Katolik 100% Indonesia”. Artinya, menjadi orang Katolik yang baik, tidak bertentangan dengan menjadi warga  negara Indonesia yang baik. Demikian pula sebaliknya. Menjadi warga negara Indonesia yang baik, sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan yang dianut dalam Gereja Katolik.  Itulah keistimewaan dan kekhasan Gereja Katolik dalam hidup berbagai dan bernegara dan dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia.

Baca Juga  Gereja Katolik Pala’-Pala’ Diresmikan, Begini Pesan Bupati Tana Toraja

Lebih khusus lagi, perayaan iman ini dirangkaikan dengan  Pekan Merdeka Toleransi yang dilaksanakan selama sepekan, dari tanggal  13-20 Agustus 2022, yang digagas oleh Kakanwil Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan, dalam kerjasama dengan Pangdam XIV Hasanuddin, Polda Sulsel, Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, dan majelis-majelis agama se-provinsi Sulawesi Selatan.

Perayaan  ini sebenarnya sudah menjadi agenda tahunan bagi umat Katolik Kota Makassar (Kevikepan Makassar). Namun karena pandemi Covid 19, mengharuskan kita membatasi diri. Maka setelah dua tahun kegiatan ini diberhentikan untuk sementara, tahun ini 2022 kembali dilaksanakan karena situasi telah memungkinkan. *

Penulis: Pastor Albert ArinaPastor Administrator Paroki St.Yoseph Pekerja Gotong-Gotong, Ketua Komisi Kerawam – HAK KAMS

Komentar