Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Foto » FOTO: Tanah Bergerak, Warga Mengungsi, 7 Rumah Mesti Direlokasi

FOTO: Tanah Bergerak, Warga Mengungsi, 7 Rumah Mesti Direlokasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 17 Feb 2022
  • comment 0 komentar

KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Bencana alam tanah bergerak dengan retakan cukup luas yang terjadi Saruran, Dusun Kayangan, Lembang Rano Tengah, sejak Rabu, 16 Februari 2022, kian parah.

Berdasarkan peninjauan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja, Kamis, 17 Februari 2022, area retakan dan pergerakan tanah makin meluas. Bahkan, saat Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andi Lolo bersama tim berada di lokasi, pergerakan tanah masih terjadi.

“Area yang terdampak sekitar 10 hektare. Pada saat kami di lokasi, kami menyaksikan langsung pergeseran tanah ini dimana pohon bambu dan tiang listrik terus bergerak,” ujar Alfian, Kamis malam.

Seorang siswa SD melintas di jalan yang retak dan amblas akibat tanah bergerak di Rano Tengah.

Sesuai hasil peninjauan lapangan, selain rumah penduduk, sebuah gedung sekolah dasar juga terancam akan terkena imbas dari tanah bergerak di atasnya. Juga akses jalan yang retak dan amblas.

“Secara geografis, lokasi permukiman warga terdampak ini ada di tebing, jadi tanahnya mudah bergeser,” urai Alfian.

Pendataan yang dilakukan BPBD, ada 9 rumah milik penduduk yang terdampak tanah bergerak ini. Tujuh rumah diantaranya sudah dibongkar secara sukarela oleh warga. Kemudian ada dua unit rumah yang menyusul untuk dibongkar.

Sembilan rumah warga ini mesti direlokasi karena lokasi yang ada saat ini tidak memungkinkan lagi untuk ditempati membangun rumah.

“Ada 11 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 35 orang yang akan direlokasi,” kata Alfian.

Kebutuhan warga yang paling mendesak saat ini, lanjut Alfian, adalah pembongkaran dan relokasi rumah, tenda komando untuk posko pengungsian, logistik dapur unum selama pembongkaran rumah, dan pengerasan jalan sepanjang 300 meter oleh karena akses satu-satunya di lokasi pegeseran tanah juga sudah tidak dapat digunakan lagi.

Penyebab tanah bergerak di lokasi ini, kata Alfian, kemungkinan besar karena resapan air yang meluap dari bak penampungan di atas gunung, yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Akibat resapan air yang terus menerus ini membuat tanah menjadi sangat gembur dan mudah bergeser.

Sejumlah warga mulai membongkar rumah mereka yang terdampak tanah bergerak untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman.

“Pemeriksaan awal di lokasi tanah bergerak disebabkan oleh air yang berada di puncak tebing yang sudah puluhan tahun tidak dibuatkan drainase masuk secara masif ke dalam tanah. Ini yang membuat tanah menjadi gembur dan mudah bergerak apalagi geografis Rano sangat terjal perkampungannya dan rata-rata  bangunan di atas tebing curam. Dugaan kami bahwa lapisan atas tanah mungkin di dasarnya ada bebatuan makanya setelah puluhan tahun terkena air makanya tanah bergerak karena batu di dasarnya sdh tidak mampu menahan tanah permukaan,” pungkas Alfian. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat Tak Utuh yang Ditemukan di Bonggakaradeng Diautopsi

    Mayat Tak Utuh yang Ditemukan di Bonggakaradeng Diautopsi

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Setelah 21 hari disimpan di RSUD Lakipadada pasca ditemukan pada 16 April 2023, mayat tanpa identitas yang ditemukan di Tambolang, Lingkungan Buttu Kou, Kelurahan Rettebuttu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, akhirnya diautopsi oleh Tim dari Subbid Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Jumat, 28 April 2023. Autopsi dilakukan untuk mengetahui identitas serta penyebab kematian […]

  • Dua ASN Dinas Perikanan Toraja Utara Ditetapkan Tersangka Korupsi

    Dua ASN Dinas Perikanan Toraja Utara Ditetapkan Tersangka Korupsi

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Penyidik Kejaksaan Negeri Tana Toraja menetapkan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Perikanan Kabupaten Toraja Utara sebagai tersangka tindak pidana korupsi, Rabu, 20 September 2023. Kedua ASN itu, yakni CT dan PSP. Kepala Seksi Intelijen Kejari Tana Toraja, Muhammad Akbar, SH, dalam siaran pers tertulis, menyatakan CT selaku Panitia Pelaksana Teknis […]

  • OmBas: Akun Palsu Itu Banci

    OmBas: Akun Palsu Itu Banci

    • calendar_month Jum, 18 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    “Saya tidak anti kritik, saya terbuka. Tapi kalau pakai akun palsu, banci itu.” KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang mengingatkan media massa dan para pekerjanya agar selalu bekerja secara profesional, menjunjung tinggi kode etik, memberitakan secara berimbang, dan tidak membuat berita hoax. “Bekerjalah secara professional, berimbang, tidak sampaikan berita hoax. Kalian juga mesti […]

  • Dugaan Korupsi Dana BOK Rp 5,1 Miliar, Kejaksaan Tahan 2 Pegawai Dinkes Toraja Utara

    Dugaan Korupsi Dana BOK Rp 5,1 Miliar, Kejaksaan Tahan 2 Pegawai Dinkes Toraja Utara

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Desianti/Art
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Rantepao menetapkan dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2024 senilai Rp Rp5.161.554.000. Kedua tersangka itu, masing-masing berinisial ASP dan RTP. Sebelumnya, kedua orang ini masih berstatus saksi. […]

  • Bukan Hanya Toraja Utara yang Kena Sanksi Akibat Pelanggaran MoU Sekolah Penggerak

    Bukan Hanya Toraja Utara yang Kena Sanksi Akibat Pelanggaran MoU Sekolah Penggerak

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebanyak 13 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Toraja Utara mendapat sanksi pembatalan satuan pendidikan pelaksana Program Sekolah Penggerak Angkatan II dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Namun tidak hanya sekolah yang ada di Kabupaten Toraja Utara saja yang mendapat sanksi serupa. Beberapa Kabupaten/Kota lain dari […]

  • Pj. Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo Ajak Keluarga Tondon se-Papua Pegunungan Tetap Solid

    Pj. Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo Ajak Keluarga Tondon se-Papua Pegunungan Tetap Solid

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, WAMENA — Penjabat (Pj) Bupati Jayawijaya, Dr. Sumule Tumbo SE, MM hadir langsung dalam acara syukuran dan pelantikan Pengurus Keluarga Tondon Se-Papua Pegunungan yang digelar di Gedung Tongkonan Wamena, Minggu, 2 Juni 2024. Kehadiran Sumule Tumbo dalam acara tersebut, selain sebagai pemerintah setempat juga hadir sebagai bagian dari Keluarga Tondon se-Papua Pegunungan. Tak hanya […]

expand_less