Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Buntut Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, GMKI Minta BGN Cabut Kemitraan Yayasan Magnolia Champaca

Buntut Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG, GMKI Minta BGN Cabut Kemitraan Yayasan Magnolia Champaca

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mencabut kemitraan Yayasan Magnolia Champaca, yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batupapan 1 Makale, Tana Toraja. Desakan ini menyusul insiden ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Makale yang mengalami keracunan usai menyantap makan begizi gratis (MBG).

SPPG Batupapan 1 merupakan dapur yang melayani MBG untuk SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan sanksi penghentian sementara (suspend) kepada SPPG Makale Batupapan 1 pasca insiden keracunan ratusan siswa SMP tersebut. Sanksi suspend ini diungkapkan

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, yang juga Penanggung Jawab Wilayah SPPG termasuk SPPG di Tana Toraja, Mulyadi, S.K.M., M.Si, Jumat, 4 September 2026.

‎”Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari BGN, maka SPPG Tana Toraja Makale Batupapan 01 sudah disuspend sementara atau pemberhentian layanan sementara,” terang Mulyadi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kabupaten Tana Toraja.

GMKI berpendapat Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai gagap dan terkesan meremehkan nyawa peserta didik dengan hanya memperlakukan insiden ini sebagai statistik kejadian semata.

“BGN harus betul-betul serius dalam menanggapi kejadian keracunan ini. Apresiasi kepada Sudaryono atas tindakan tegasnya, tetapi apakah itu harus berulang selalu?” tegas M. Vicky R. F, pengurus Pusat GMKI dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi Kareba-Toraja.com, Sabtu, 5 September 2026.

GMKI juga mendesak BGN untuk segera menghentikan kebiasaan “pemadam kebakaran” yang baru bergerak setelah jatuh korban. Kasus di Tana Toraja menunjukkan adanya celah sistemik yang parah dalam pengawasan kualitas dan keamanan pangan yang disajikan kepada anak-anak.

“BGN harus panggil mitra dan evaluasi total yayasan, serta tidak membuang badan atau melempar kesalahan penuh ke tingkat bawah. BGN harus segera memanggil Yayasan Champaca Virginiana sebagai yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1, untuk dimintai pertanggungjawaban penuh, baik secara hukum, finansial, maupun operasional,” lanjut Vicky.

Menurut Vicky, tak hanya unit yang bermasalah di Makale, BGN wajib mengaudit dan mengawasi secara ketat seluruh jaringan SPPG lain yang beroperasi di bawah yayasan tersebut.

“Jika ditemukan kelalaian standar operasional prosedur (SOP) sanitasi dan kelayakan bahan baku, izin kemitraan harus dicabut permanen untuk memberikan efek jera,” tandasnya.

Dorong Kejaksaan Usut Potensi Korupsi

GMKI juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kejari Tana Toraja, untuk turun tangan mengusut tuntas indikasi tindak pidana korupsi yang potensi menjadi akar masalah keracunan berulang ini.

Praktik pemotongan anggaran, penggunaan bahan baku murah tak layak konsumsi demi mengejar margin keuntungan, hingga permainan penunjukan mitra penyedia yang tidak kompeten adalah bentuk korupsi nyata yang langsung mengorbankan keselamatan anak-anak.

“Jika ada permainan anggaran di balik piring makan siswa, Kejaksaan harus menyeret pihak-pihak bertanggung jawab ke meja hijau tanpa kompromi. Anak-anak sekolah bukan ajang eksperimen program, apalagi ladang pengerukan keuntungan,” tegas Vicky.

BGN dan seluruh pemangku kepentingan dituntut membuktikan komitmen nyata, benahi sistem pengawasan sekarang, atau akui kegagalan dalam menjaga keselamatan generasi mendatang. (*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Event Taekwondo Nasional, Pasemba Toraya Run Gelar Lomba Lari 8K

    Dukung Event Taekwondo Nasional, Pasemba Toraya Run Gelar Lomba Lari 8K

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Dalam rangka mendukung dan memeriahkan gelaran Kejuaraan Taekwondo se-Indonesia yang akan dilaksanakan awal Desember mendatang, komunitas Lari Passemba Toraya Run menggelar melaksanakan event lari 8 kilometer. Lomba lari yang akan digelar pada Sabtu, 10 Desember 2022 itu terbuka untuk umum. Untuk diketahui, Turnamen Taekwondo berskala nasional akan digelar di Makale, Tana Toraja, […]

  • Pengurus IKKT Batam Bantah Bergabung ke IKAT Nusantara

    Pengurus IKKT Batam Bantah Bergabung ke IKAT Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Toraja (IKKT) Batam, membantah ikut bergabung dalam organisasi Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Nusantara, yang dideklarasikan di Jakarta, 2 Oktober 2022 yang lalu. Bantahan Pengurus IKKT Batam ini disampaikan melalui klarifikasi tertulis ke Redaksi Kareba-Toraja.com, terkait pemberitaan berjudul: Sejumlah Tokoh Deklarasikan Ikatan Keluarga Toraja (IkaT) Nusantara, yang tayang di […]

  • Respon Permintaan Presiden Jokowi, Pemuda Muhammadiyah Toraja Tanam Pohon di Mapongka

    Respon Permintaan Presiden Jokowi, Pemuda Muhammadiyah Toraja Tanam Pohon di Mapongka

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Presiden Joko Widodo berkunjung ke Tana Toraja, Kamis, 18 Maret 2021. Ini adalah kunjungan kedua kalinya ke Tana Toraja. Dalam kunjungan itu, Presiden meresmikan Bandara Toraja dan menyaksikan proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ge’tengan, Kecamatan Mengkendek. Selain bercerita soal proses pembangunan Bandara Toraja serta keunggulan objek wisata Toraja yang belum pernah dia […]

  • Pohon Kering Ancam Keselamatan Warga di Makale Utara, BPBD dan PLN Saling Lempar Tanggung Jawab

    Pohon Kering Ancam Keselamatan Warga di Makale Utara, BPBD dan PLN Saling Lempar Tanggung Jawab

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, LEMO — Sebatang pohon berukuran besar yang berdiri di tepat di pinggir jalan Jalan Poros Makale-Rantepao, tepatnya di Pala’-Pala’, Kelurahan Lemo, Kecamatan Makale Utara, mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan. Pohon yang sudah mati dan mulai kering serta berdiri tepat dipinggir jalan ini sangat rawan tumbang, apalagi saat ini cuaca buruk seperti angin dan […]

  • Bawaslu Tana Toraja Gelar Patroli Kawal Hak Pilih Pasca Penetapan DPS

    Bawaslu Tana Toraja Gelar Patroli Kawal Hak Pilih Pasca Penetapan DPS

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Bawaslu Tana Toraja dan jajarannya gencar melakukan patroli Kawal Hak Pilih pasca pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS). (foto: dok. istimewah). KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Bawaslu Tana Toraja memaksimalkan pengawasan pasca pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) oleh KPU Tana Toraja pada tanggal 18 Agustus 2024. Bawaslu Tana Toraja dan jajarannya kebawa mulai dari Panwaslu Kecamatan hingga Pengawas […]

  • BPBD Akan Datangkan Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Teliti Potensi Longsor di Gunung Sangbua, Kaduaja

    BPBD Akan Datangkan Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Teliti Potensi Longsor di Gunung Sangbua, Kaduaja

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja akan mendatangkan ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana untuk meneliti retakan tanah dan potensi longsor di sekitar Gunung Sangbua, Lembang Kaduaja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Untuk diketahui, karena ada banyak retakan di gunung dan khawatir terjadi longsor, sebanyak 244 KK dengan jumlah jiwa 671 […]

expand_less