oleh

BPBD Akan Datangkan Ahli Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Teliti Potensi Longsor di Gunung Sangbua, Kaduaja

KAREBA-TORAJA.COM, GANDASIL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja akan mendatangkan ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana untuk meneliti retakan tanah dan potensi longsor di sekitar Gunung Sangbua, Lembang Kaduaja, Kecamatan Gandangbatu Sillanan.

Untuk diketahui, karena ada banyak retakan di gunung dan khawatir terjadi longsor, sebanyak 244 KK dengan jumlah jiwa 671 orang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi retakan dan potensi longsor yang mengancam keselamatan warga tersebut masih dalam kategori aman atau berbahaya.

Kepala BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo mengatakan pihaknya sudah  berkomunikasi dengan Pusat vulkanologi dan Mitigasi Bencana untuk turun melakukan penelitian terhadap kejadian di Lembang Kaduaja.

Baca Juga  Bupati Tana Toraja “Tantang” Pengurus PMTI Gelar Lomba Desain Homestay

“Kami sudah bermohon dan pihak Vulkanologi sudah meminta data titik koordinat untuk informasi awal,” kata Alfian di lokasi pengungsian Posko Sangbua, Rabu, 23 Februari 2022.

Alfian mengatakan surat permohonan resmi ke Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana sudah dibuat dan berharap segera ditindaklanjuti.

Upaya BPBD Tana Toraja untuk mendatangkan ahli ini sejalan dengan keresahan masyarakat Kaduaja tentang kondisi retakan dan potensi longsor di wilayahnya.

Plt. Kepala Lembang Kaduaja, Y. Dipin Lading di hadapan Wakil Bupati bersama Tim Kementerian Sosial yang menyalurkan bantuan, Rabu, 23 Februari 2022 meminta pemerintah memberikan kejelasan tentang kondisi di Lembang Kaduaja.

Dipin Lading mengatakan sudah seminggu masyarakat tinggal di posko pengungsian dan masyarakat terus bertanya kapan kami bisa kembali ke rumah. (*)

Baca Juga  Cuaca Buruk Diprediksi Hingga Mei 2022, Kepala BPBD Tana Toraja himbau Masyarakat Waspada

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar

Berita Lainnya