oleh

WCD 2022; Membiasakan Diri Memilah Sampah Organik dan Anorganik

KAREBA-TORAJA.CPM, MAKALE — World Cleanup Day (WCD) adalah aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah. Aksi ini merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan bumi.

Aksi World Cleanup Day di Indonesia telah sukses dilaksanakan dari tahun 2018-2021 dengan total mencapai 22.694.328 relawan, 43.234.680 kg sampah telah dibersihkan, serta melibatkan 7.813 komunitas, 641 perusahaan, dan 353 universitas.

Pada tahun 2022, kegiatan WCDI akan mengusung tema “Kami 13 juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”.

Kabupaten Tana Toraja telah berkontribusi dalam aksi ini sejak tahun 2019-2021, dan di tahun ini akan kembali bergerak melalui dukungan dari pemda Tana Toraja yang melalui surat edaran No : 428/IX/2022/setda  tentang Pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) Tahun 2022 Melalui Aksi Cleanup dan Pilah Sampah di Lingkungan Masing-masing.

Baca Juga  Perkenalkan Dua Bersaudara yang Harumkan Tana Toraja di Berbagai Ajang Kejuaraan Taekwondo

“Harapannya kita sebagai masyarakat Toraja bisa lebih peduli akan lingkungan, terutama dengan isu sampah. Paling tidak dari awal kita sudah paham membedakan sampah organik dan anorganik, sampah yang bisa terurai dan tidak dapat terurai,” jelas Nirus Nikolas Sakke, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Toraja.

17 September 2022 merupakan puncak pelaksanaan WCD Tana Toraja 2022, walaupun sebenarnya pelaksanaan WCD terus sambil berjalan dari tanggal 10 September sampai 25 September 2022 nanti dalam berbagai bentuk kegiatan, baik itu edukasi ke sekolah-sekolah atau aksi memilah sampah anorganik dan mengolah sampah organik.

“Tahun ini hampir sama dengan tahun kemarin, kita juga mau membiasakan pandangan bahwa selain dengan memilah sampah bisa membantu bumi, sampah yang terpilah dengan baik juga bisa memiliki nilai ekonomis, cita-cita kita semoga segera di Tana Toraja, bank sampah bisa di aktifkan kembali,” terang Leader WCD Tana Toraja, Febe Tolan.

Baca Juga  Berperan Besar Menekan Angka Covid-19, Lima Orang di Tana Toraja Terima Penghargaan dari Kapolda Sulsel

Titik kumpul WCD Tana Toraja akan dilaksanakan di Plaza Kolam Makale dari jam 7 pagi sampai selesai.

“Relawan atau warga atau siapapun terkhususnya di area Makale, diharapkan datang membawa sampahnya untuk kita timbang di Plaza Kolam Makale. Tentunya sampah yang dikumpulkan ialah sampah yang sudah dipilah berdasarkan kategorinya, atau bisa di pilah bersama di plaza nanti,” imbuh Febe Tolan.

Tim WCD dan DLH Kab. Tana Toraja akan menyiapkan beberapa bibit buah-buahan dan juga voucher yang akan menjadi alat tukar sampah yang dikumpulkan.

“Ya, jadi nanti di plaza, kalau ada yang datang bawa sampahnya dan sudah di pilah, kita timbang, lalu akan kita tukar dengan beberapa hal yang kami kumpulkan dari donatur, tidak ada transaksi dalam bentuk uang rupiah disini, yang ada kita barter sampahnya dengan bibit, atau voucher dari donator,” tutup Febe Tolan.

Baca Juga  Satgas Covid-19 dan Polisi Hentikan Upacara Rambu Solo’ di Sanggalangi

Toraja Utara

Bukan hanya Tana Toraja, World Cleanup Day (WCD) tahun 2022 juga dilaksanakan oleh para pemerhati lingkungan di Toraja Utara. Mereka juga melaksanakan sejumlah aksi untuk memperingati WCD 2022 sekaligus mewujudkan “Kami 13 juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

Komentar