Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Diaspora » Chelsy, Remaja Toraja Korban Pembunuhan di Nabire Dimakamkan, Diantar Ribuan Pelayat

Chelsy, Remaja Toraja Korban Pembunuhan di Nabire Dimakamkan, Diantar Ribuan Pelayat

  • account_circle Monika Rante Allo
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, NABIRE — Ribuan keluarga, kerabat, dan warga Toraja mengantar kepergian Chelsy Kaltrin Chandra (14), ke peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kimi, Distrik Teluk Kimi, Nabire, Papua Tengah, Minggu, 2 Agustus 2026.

Chelsy Kaltrin Chandra, siswi kelas 2 SMP berusia 14 tahun merupakan korban pembunuhan yang ditemukan dalam kondisi terbakar di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026 malam.

Chelsy Kaltrin Chandra adalah anak sulung dari pasangan suami istri asal Toraja. Namun sejak berusia 2 tahun dia sudah kehilangan sang ayah. Dia menjadi anak yatim. Ibunya, Maria Tasik menjadi orang tua bagi Chelsy.

Prosesi pemakaman Chelsy Kaltrin Chandra diawali dengan ibadah pelepasan jenazah di di rumah duka yang berada di kawasan Nabarua Bawah, Nabire.

Ribuan warga yang mengenakan pakaian serba hitam dan menggunakan sepeda motor dan mobil mengantar jenazah ke TPU Kimi. Isak tangis tak terbendung saat peti jenazah diturunkan ke liang kubur.

Hukum Seadil-adilnya

Ketua Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Nabire, Yulianus Pasang, yang dikonfirmasi Kareba-Toraja.com melalui sambungan telepon, Minggu, 2 Agustus 2026 malam, menyatakan dukacita yang mendalam atas kepergian Ananda Chelsy Kaltrin Chandra. Yulius mengatakan, semua warga Toraja di Nabire berduka.

Setelah menjelaskan panjang lebar mengenai kronologi kejadian hingga aksi damai warga Toraja menuntut keadilan di Mapolres Nabire, Yulianus meminta warga Toraja tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Memang sejak jenazah ditemukan dan selama dua hari sesudahnya itu agak rawan. Tapi syukurlah masyarakat kita, terutama anak-anak muda masih mendengar saya, sehingga aparat kepolisian bisa menangkap pelakunya,” tutur Yulianus.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa IKT dan keluarga, maupun warga Toraja di Nabire akan tetap mengawal proses hukum yang seadil-adilnya bagi pelaku pembunuhan.

“Pelakunya sudah ditangkap. Proses hukum ini akan kami kawal. Saya sudah sampaikan juga bahwa kalau putusan pengadilan tidak sesuai dengan harapan keluarga dan masyarakat, maka pasti Nabire ini tidak akan baik-baik saja. Jadi saya harap Pak Kapolres, Pak Kapolda, Kejaksaan, Pengadilan, agar kasus ini benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Yulianus.

Menurut Yulianus, kasus pembunuhan yang sangat sadis dan tak berperikemanusiaan. Betapa tidak, korban sudah dibunuh, diperkosa, lalu dibakar.

“Ini kasus yang sadis, keterlaluan. Kalau pembunuhan biasa, mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah dibunuh, diperkosa, abis itu dibakar. Ini yang kita tidak bisa terima,” tandas Yulianus.

Hal yang sama juga disampaikan pihak keluarga korban, Ruben Tandi. Kepada Kareba-Toraja.com, yang menghubunginya via telepon, Minggu, 2 Agustus 2026 malam, Ruben Tandi menegaskan pihak keluarga akan mengawal kasus ini hingga ada putusan pengadilan yang seadil-adilnya.

“Pihak kepolisian sudah bilang bahwa mereka akan bekerja maksimal. Jadi kami meminta pasal yang dikenakan kepada pelaku memang betul-betul harus pasal yang berat. Pihak kepolisian juga sudah bilang bahwa pasal yang dikenakan adalah pasal pembunuhan berencana, yaitu pasal 459 KUHP yang baru,” tegas Ruben.

Remaja 14 Tahun Tersangka

Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolres) Nabire, Komisaris Polisi (Kompol) Pieter Kendek menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan dan menangkap seorang terduga pelaku bernisial AWS (14). AWS ini merupakan siswa kelas 3 SMP di Nabire dan merupakan putra seorang anggota Polri.

“Sudah ada terduga pelaku yang kita tangkap. Semua sudah kami sampaikan melalui press release. Mulai dari awal penanganan TKP sampai penangkapan dan prosesnya,” ungkap Kompol Pieter Kendek kepada Kareba-Toraja.com, yang melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu, 2 Agustus 2026 malam.

Selain terduga pelaku, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, botol berisi minyak tanah, telepon genggam milik korban dan pelaku, serta sejumlah barang bukti lainnya.

“Untuk perkembangan penyelidikan, sampai saat ini, terduga pelaku masih tunggal. Tapi kita terus melakukan penyembangan penyidikan, juga memeriksa sejumlah saksi,” jelas Kompol Pieter.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, penyidik, kata Kompol Pieter Kendek, menemukan adanya pembunuhan berencana dalam peristiwa ini. Namun kepastian mengenai pasal apa yang akan dikenakan kepada tersangka, masih butuh pengembangan. (*)

  • Penulis: Monika Rante Allo
  • Editor: Arsyad Parende

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 110 Peserta Lomba Latto-latto Akan Unjuk Skill di Moment 110 Tahun IMT

    110 Peserta Lomba Latto-latto Akan Unjuk Skill di Moment 110 Tahun IMT

    • calendar_month Rabu, 15 Mar 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Sebanyak 110 peserta Lomba Latto-latto anak dan remaja akan menunjukkan skill di momentum 110 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT), pada hari Jumat, 17 Maret 2023 di Halaman Gereja Toraja Rantepao, Toraja Utara, pukul 14.00 Wita. Koordinator Lomba, Pdt. Frederik Polis P. M.Th menyampaikan permainan tradisional yang sedang viral tersebut, disambut antusias oleh […]

  • Mengenal Lebih Dekat Ukiran Toraja Lewat Aplikasi PASSURA

    Mengenal Lebih Dekat Ukiran Toraja Lewat Aplikasi PASSURA

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    Peluncuran aplikasi PASSURA di Hotel Heritage Toraja, Rantepao, Senin 02 September 2024. (foto: Ind/kareba-toraja). KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Ukiran atau dalam Bahasa Toraja disebut Passura’ adalah salah satu kekayaan warisan budaya Toraja dan Indonesia. Passura’ tidak  hanya memberi nilai keindahan seni dan kreativitas tapi juga kaya makna dan filosofi. Selama ini, Passura’ biasa dilihat dan dinikmati […]

  • Sering Dirazia Satpol PP, Asosiasi Pengusaha THM di Tana Toraja Mengadu ke DPRD

    Sering Dirazia Satpol PP, Asosiasi Pengusaha THM di Tana Toraja Mengadu ke DPRD

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Tana Toraja bersama OPD Terkait dan Asosiasi Pengusaha Tempat Hiburan Malam. (Foto: Istimewa)   KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Komisi II DPRD Tana Toraja menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Satuan […]

  • Reses Masa Sidang II, JRM Serahkan Bantuan untuk Kelompok Paduan Suara Pesparawi

    Reses Masa Sidang II, JRM Serahkan Bantuan untuk Kelompok Paduan Suara Pesparawi

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SANGALLA’ —  Anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan (JRM) kembali melakukan Reses Masa Persidangan II Tahun 2021/2022. Kegiatan Temu Konstituen itu dilaksanakan di Lembang Turunan, Kecamatan Sangalla’, Tana Toraja, Minggu, 6 Februari 2022. Hadir Kepala Lembang Turunan Jonos Kadang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dasawisma, dan pemuda setempat. Dalam reses tersebut sejumlah keluhan dan kebutuhan […]

  • Jalan ke Bokin Rusaknya Makin Parah, Ombas: Saya Tidak Janji, Mudah-mudahan Masuk Prioritas

    Jalan ke Bokin Rusaknya Makin Parah, Ombas: Saya Tidak Janji, Mudah-mudahan Masuk Prioritas

    • calendar_month Rabu, 20 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEBUA — Kondisi jalan poros Sanggalangi-Bokin, Kecamatan Rantebua, rusak parah. Kondisi ini, menurut warga setempat, sudah berlangsung bertahun-tahun. Pantauan jurnalis kareba-toraja.com, yang melintas di jalan poros sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut, terdapat beberapa titik yang rusaknya parah. Kerusakan parah terlihat di wilayah Lembang Sapan Kua-Kua, Paniki, Pedamaran, Kelurahan Bokin, dan beberapa titik lainnya. […]

  • Mulai Besok, Event Tari “Toraya Ma’gellu’” Digelar di Art Centre Rantepao

    Mulai Besok, Event Tari “Toraya Ma’gellu’” Digelar di Art Centre Rantepao

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Monika Rante Allo
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Toraja Utara bisa menjadwalkan agendanya untuk menonton pertunjukan tari dari berbagai daerah di Indonesia dalam event tahunan bertajuk “Toraya Ma’gellu’” yang digelar di Art Centre Rantepao, sejak Jumat hingga Sabtu, 19-20 Juni 2026. Rangkaian kegiatan menghadirkan workshop, kompetisi tari, parade budaya, hingga pertunjukan puluhan sanggar seni […]

expand_less