Warga Sipil Asal Toraja Ditembak KKB, Jenazah Ditemukan dalam Kondisi Terbakar
- account_circle Monika Rante Allo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membunuh seorang sopir lajuran asal Tampan Bonga, Toraja Utara di Jalan Trans Wamena-Nduga, Selasa, 15 September 2026. (Foto: dok. istimewah).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KAREBA-TORAJA.COM, WAMENA — Air mata belum juga kering, karena kehilangan Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Peternakan Jayawijaya, yang meninggal dengan cara sadis ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026.
Jenazah Almarhumah Aprida Rapi juga baru tiba di Toraja pada Sabtu, 12 September 2026. Dan, hingga kini, jenazah Almarhumah Aprida Rapi belum dimakamkan.
- BERITA TERKAIT: Tiga ASN Asal Toraja dan NTT Tewas Ditembak OTK di Jayawijaya, Papua Pegunungan
- BERITA TERKAIT: Tiba di Toraja, Jenazah Aprida Rapi, Korban Penembakan di Jayawijaya, Disambut Isak Tangis Keluarga
Kini kabar duka kembali menyelimuti warga Toraja. Seorang perantau yang berprofesi sebagai sopir lajuran di jalur Trans Wamena-Nduga disandera kemudian ditembak dan dibakar bersama kendaraannya. Peristiwa sadis dan tak manusiawi itu terjadi pada Selasa, 15 September 2026.
Sopir yang menjadi korban tersebut diketahui bernama Aris Sanda alias Papa Tasya (41). Korban diketahui berasal dari Lembang (Desa) Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara.
Informasi yang diperoleh Kareba-Toraja.com, menyebutkan sebelum dibunuh, Aris sempat disandera dan dipaksa membuat video pengakuan dukungan terhadap kemerdekaan Papua. Dalam video yang beredar, Aris mengungkap pengakuan itu dibawah todongan senjata. Ia juga dipaksa mengangkat bendera bintang kejora. Sejumlah orang di sekitarnya tampak membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa parang.
Dalam video yang beredar luas tersebut, Almarhum Aris Sanda juga mengaku bahwa dirinya adalah pendatang yang bekerja sebagai sopir lajuran sejak tahun 2013.
Namun, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), melalui juru bicaranya, Sebby Sambom Sebby mengatakan pihaknya harus melakukan penembakan itu karena korban dituding sebagai agen intelijen militer yang menyamar sebagai sopir.
TPNPB juga mengingatkan pada warga pendatang agar tak beraktivitas di wilayah rawan konflik itu.
“Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogoya bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan agen militer berprofesi sebagai tukang sopir di jalur trans Wamena-Nduga,” tegas Sebby Sambom.
Jenazah Ditemukan
Sejak kejadian pada Selasa, 15 September 2026, informasi soal kondisi Aris Sanda masih simpang siur. Di media sosial beredar informasi bahwa Aris sudah ditembak. Namun belum ada sumber resmi yang mengkonfirmasi itu.
Kareba-Toraja.com, baru mendapat konfirmasi dari Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Jayawijaya, Yohanis Tuku pada Rabu, 16 September 2026 siang. Saat dikonfirmasi, Yohanis mengaku berada di rumah duka di Wesaput, Jalan J.B Wenas, Wamena.
“Iya, informasi terakhir, jenazah bersama mobilnya sudah ditemukan. Namun sudah berubah bentuk, karena mobilnya sudah dibakar, sama korban juga dibakar,” ungkap Yohanis.
Yohanis menyebutkan bahwa saat ini aparat TNI dan Polri sudah melakukan evakuasi terhadap korban. Dan menurut rencana, setelah dievakuasi dan diperiksa di rumah sakit, jenazah korban akan disemayamkan di Jalan J.B Wenas, sambil menunggu proses pemberangkatan ke Toraja.
“Iya, rencana (jenazah) mau dibawa pulang ke kampung (Toraja),” kata Yohanis. (*)
- Penulis: Monika Rante Allo
- Editor: Arsyad Parende




Saat ini belum ada komentar