UKI Toraja dan Motivator Pembangunan Masyarakat Gelar Seminar Bertajuk Hutan, Pemuda dan Keadilan Gender
- account_circle Arsyad Parende
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Seminar Bertajuk Hutan, Pemuda dan Keadilan Gender oleh UKI Toraja bersama Motivator Pembangunan Masyarakat. (Foto: Multimedia UKI Toraja)
KAREBA-TORAJA.COM, TALLUNGLIPU —- Universitas Kristen Indonesia Toraja ( UKI Toraja) bekerjasama dengan Yayasan Motivator Pembangunan Masyarakat Indonesia yang lebih dikenal dengan Yayasan Motivator Kondoran menggelar seminar bertajuk Hutan, Pemuda dan Keadilan Gender.
Kegiatan berlangsung di Aula Kampus 2 Fakultas Teknik UKI Toraja, Kondoran Kecamatan Tallunglipu Toraja Utara, Kamis 05 Maret 2025.
Dalam seminar yang mengangkat tema “Membangun Aksi Iklim Berbasis Komunitas Lokal” ini menghadirkan 4 narasumber yakni Ruth Tandi Ramba selaku Direktur Motivator Pembangunan Masyarakat, Ir Driyunitha M.P selaku Dosen Fakultas Pertanian UKI Toraja, Abdurrahman Abdullah dari Forest and Society Research Group Fakultas Kehutanan Unhas dan Alfianus Hanssel dari MiFarm.
Seminar ini diharapkan menjadi ruang dialog untuk menjembatani kearifan adat dengan pendekatan modern serta mendorong peran kampus dan komunitas dalam merespon krisis iklim secara inklusif.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi pemuda komunitas bergerak bersama dari pengetahuan ke aksi nyata.
Rektor UKI Toraja Prof. Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Kealumnian dan Pengembangan Pdt. Dr. Johana R. Tangirerung M.Th dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan seminar ini.
Pdt. Dr Johana mengatakan Hutan adalah entitas dan identitas sehingga Pemuda (Mahasiswa) adalah unsur yang sangat penting menjadi pelaku utama dalam menjaga indentitas dan entitas itu.
Kegiatan ini bagian dari upaya kampus dengan komunitas yang berkolaborasi untuk terus mendorong kampus berdampak.
Perempuan dan hutan adalah dua entitas dan realitas yang sama-sama sering direduksi dan didegradasi sehingga diharapkan peran atau pengalaman perempuan itu hadir sebagai titik balik menyadari bahwa ada yang harus diperbaiki dari hutan kita dan perspektif melihat hutan.
Sementara itu Manager Diklat MPM Wiranus Beslar dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini tidak hanya seminar tapi merupakan aksi gotong royong untuk melakukan aksi aksi mitigasi perubahan iklim yang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2018 oleh MPM.
Wiranus Beslar menyampaikan terimakasih atas kolaborasi Universitas, NGO, Komunitas dan Pemerintah untuk bagaimana bersama -sama memecahkan masalah dan isu-isu perubahan iklim dan masalah lingkungan. (*)
- Penulis: Arsyad Parende
- Editor: Arthur

Saat ini belum ada komentar