Tak Terima Ditegur, Diduga Sopir Pelansir BBM di SPBU Minanga Tantang Babinsa
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Gusti, Pengawas SPBU Minanga, Kecamatan Mengkendek memberikan keterangan kepada wartawan terkait insiden antara sopir pelangsir BBM dengan Babinsa. (AP/Kareba Toraja).
KAREBA-TORAJA.COM, MENGKENDEK — Suasana tegang terjadi SPBU Minanga Jalan Poros Makale Mengkendek, KM 10, Lembang Buntu Tangti, Kecamatan Mengkendek, Sabtu, 7 Februari 2026 pagi.
Sekitar pukul 08.00 Wita pagi, seorang anggota Babinsa dari Kodim 1414 Tana Toraja yang sedang antri mengisi BBM melihat beberapa kendaraan yang diduga pelansir BBM ikut dalam antrian panjang.
Melihat kondisi tersebut, Babinsa berniat untuk menegur agar keluar dari antrian dengan alasan agar kendaraan lain yang betul-betul hanya ingin mengisi BBM bisa diprioritaskan.
“Saya tegur baik- baik biar masyarakat yang memang hanya mau mengisi bisa didahulukan, apalagi masih pagi jam 8 sudah macet karena antrian panjang. Namun teguran tersebut tidak diterima,” tutur Babinsa tersebut.
Salah satu sopir yang diduga pelansir justru menantang Babinsa dengan alasan punya hak yang sama untuk mengisi bahan bakar.
“Kami cuma cari makan disini, kami bukan pencuri,” tantang oknum sopir pelansir.
Meski begitu, kata Babinsa, tidak semua sopir pelansir menantang atau melawan saat ditegur. Beberapa sopir pelansir yang lain mau mendengar dan memilih keluar dari antrian.
Oknum Babinsa tersebut sangat menyayangkan sikap arogan beberapa oknum sopir pelansir tersebut yang harusnya justru melihat situasi antrian panjang dan lebih mengutamakan masyarakat umum namun tidak terima ditegur.
“Sangat disayangkan Pak. Ditegur baik-baik malah melawan, sementara antrian sangat panjang mereka bolak balik masuk SPBU,” sesalnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Minanga, Gusti yang dikonfirmasi, Senin, 9 Februari 2026 membenarkan kejadian tersebut. Namun pada saat kejadian dia mengaku sedang off (tidak masuk kantor) sehingga tidak mengetahui persis kronologi kejadian.
Gusti juga membenarkan adanya aktivitas pelansir. Namun pada saat kejadian pengawas lambat hadir sehingga tidak ada yang mengontrol petugas di bagian pengisian.
Lebih lanjut, Gusti mengatakan biasa motif yang digunakan oleh para sopir adalah mengganti plat dan barkode, sehingga petugas bagian pengisian tidak memperhatikan.
Gusti mengatakan kejadian tersebut sudah sampai di pimpinan SPBU dan SPBU sudah mendapatkan teguran dari Provinsi sehingga tidak diizinkan lagi aktivitas pelansir keluar masuk mengisi.
Meski pengawas SPBU mengakui tidak lagi mengizinkan pengisian BBM berulang pada kendaraan yang sama namun dari pantauan wartawan KAREBA TORAJA Senin, 9 Februari 2025 siang, masih terlihat kendaraan minibus yang berisi belasan jergen keluar masuk mengisi BBM. (*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar