Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Adat dan Budaya » Tongkonan Ka’pun Dieksekusi, Waksekjen PMKRI Nilai Negara Gagal Lindungi Warisan Leluhur Toraja

Tongkonan Ka’pun Dieksekusi, Waksekjen PMKRI Nilai Negara Gagal Lindungi Warisan Leluhur Toraja

  • account_circle Desianti/Rls
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PMKRI Periode 2024–2026, Della Endangtri, mengecam keras pembongkaran Tongkonan Ka’pun di Kelurahan Ratte Kurra di Kabupaten Tana Toraja pada Jumat, 5 Desember 2025. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kegagalan negara dalam melindungi warisan budaya dan identitas masyarakat adat.

“Peristiwa ini bukan sekadar eksekusi lahan. Ini kegagalan negara memahami kebudayaan, kegagalan aparat menjaga keadilan, dan kegagalan sistem hukum membaca sejarah yang hidup dalam masyarakat adat,” ujar Della dalam keterangan tertulis yang diterima KAREBA TORAJA, Sabtu, 6 Desember 2025.

Menurutnya, Tongkonan Ka’pun telah berdiri lebih dari tiga abad dan melewati 16 generasi, menyimpan silsilah keluarga, kisah leluhur, dan memori kolektif masyarakat Toraja. Namun bangunan itu diratakan dalam satu hari oleh alat berat dengan pengamanan aparat bersenjata.

“Ironis, tongkonan yang tidak pernah tercantum dalam putusan sengketa justru dipaksakan menjadi objek eksekusi. Ini bukan sekadar salah objek, ini pelanggaran logika, moral, dan hati nurani publik,” tegas Della.

Ia mempertanyakan dasar hukum yang digunakan dalam eksekusi tersebut.

“Bagaimana mungkin putusan sejak 1988 yang tidak menyebut Tongkonan Ka’pun bisa dijadikan dasar penghancuran? Bila di lihat dari umurnya sudah bisa di pastikan bahwa Tongkonan Ka’pun adalah Cagar budaya sehingga di lindungi oleh undang- undang. Di mana akal sehat hukum itu diletakkan?”

Della menilai tindakan aparat justru bertentangan dengan upaya negara mempromosikan Toraja sebagai destinasi wisata budaya dan calon situs warisan dunia.

“Negara bangga menjual Toraja sebagai ikon budaya, tetapi pada saat yang sama aparatnya menghancurkan sejarah dengan alat berat. Jika ini disebut perlindungan budaya, maka kita sedang dibohongi,” ungkapnya.

Ia juga mengecam penggunaan peluru karet dan tindakan represif terhadap warga yang berupaya mempertahankan rumah leluhur mereka.

“Ketika hukum berubah menjadi palu godam yang meruntuhkan warisan adat, tragedi seperti ini tidak bisa dianggap sebagai prosedur biasa. Ini penghinaan terhadap sejarah,” katanya.

Della menegaskan bahwa hilangnya Tongkonan Ka’pun memang tidak dapat dipulihkan, tetapi tragedi ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terkait mekanisme eksekusi tanah adat di Indonesia khususnya di Toraja.

“Puing-puing Tongkonan Ka’pun adalah simbol lemahnya perlindungan negara. Tetapi dari puing itu juga harus lahir gelombang keberanian masyarakat adat untuk memastikan tidak ada lagi warisan leluhur yang hilang tanpa perlawanan,” ujarnya.

Sebagai anak muda Toraja, Della menyampaikan sikap tegasnya. “Saya lahir dan besar di Toraja. Saya menyatakan negara telah gagal menjalankan kewajibannya yang paling dasar. Tidak ada legitimasi moral bagi negara yang membiarkan warisan budaya dihancurkan oleh proses hukum yang cacat.” (*)

  • Penulis: Desianti/Rls
  • Editor: Arthur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selain Insfrastruktur, Warga Simbuang-Mappak Juga Keluhkan Kehadiran Guru ASN di Sekolah

    Selain Insfrastruktur, Warga Simbuang-Mappak Juga Keluhkan Kehadiran Guru ASN di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 9 Jun 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, SIMBUANG — Selain persoalan infrastruktur jalan yang masih menjadi masalah utama masyarakat  Simbuang – Mappak, Tana Toraja, ternyata banyak persoalan lain yang dianggap luput dari perhatian pemerintah daerah. Persoalan tersebut adalah terkait dengan kedisiplinan guru-guru yang bertugas di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Simbuang. Juga layanan kesehatan. Masyarakat mengeluh banyak guru di Kecamatan […]

  • Progres Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Palesan-Buakayu Dinilai Lambat

    Progres Pekerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Palesan-Buakayu Dinilai Lambat

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Arsyad Parende
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Proyek Rekonstruksi Jalan Poros Palesan – Buakayu yang merupakan Program Penataan Sistem Dasar Penanggulangan Bencana pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja mengalami keterlambatan progres pekerjaan. Proyek yang terletak di Lembang Buakayu Kecamatan Bonggakaradeng ini dianggarkan Rp 1,6 miliar melalui APBD Kabupaten Tana Toraja tahun 2025 dan ditargetkan rampung bulan […]

  • Victor Ucapkan Selamat kepada Theo-Zadrak, Pemenang Pilkada Tana Toraja

    Victor Ucapkan Selamat kepada Theo-Zadrak, Pemenang Pilkada Tana Toraja

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Calon Wakil Bupati Tana Toraja petahana, Victor Datuan Batara mengucapkan selama kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja terpilih, Theofilus Allorerung dan Zadrak Tombe. “Saya mengucapkan “SELAMAT” kepada peraih suara terbanyak dalam Pemilukada Tana Toraja 2020, yang terhormat Kakanda saya Theofilus Allorerung, SE dan Adinda saya Dr. Zadrak Tombe, Sp.A. […]

  • Inilah Daftar Nama Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Toraja Utara, Periode 2024-2029

    Inilah Daftar Nama Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Toraja Utara, Periode 2024-2029

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Toraja Utara sudah menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu 2024 Tingkat Kabupaten Toraja Utara yang berakhir pada Senin, 4 Maret 2024. Berdasarkan hasil rekapitulasi tersebut, berikut daftar Calon Legislatif (Caleg) yang hampir pasti duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara, periode […]

  • Catat ya, Awal Juli Nanti Group Band KOTAK Bakal Manggung di Toraja

    Catat ya, Awal Juli Nanti Group Band KOTAK Bakal Manggung di Toraja

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Group band ternama Indonesia, KOTAK akan manggung di Toraja, tepatnya di bekas Bandara Udara Rantetayo, Tana Toraja, 8 Juli 2023. Band KOTAK akan meramaikan panggung Toraja Carnaval, event promosi wisata yang digagas oleh politisi Partai Golkar, yang juga anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan (JRM). Toraja Carnaval 2023 merupakan gelaran kedua, setelah […]

  • Jumlah Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan di Toraja Utara Bertambah

    Jumlah Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan di Toraja Utara Bertambah

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Jaksa Penyidik Cabang Kejaksaan Negeri Tana Toraja di Rantepao kembali menetapkan satu tersangka kasus dugaan korupsi proyek jalan Bangkelekila-To’yasa di Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara. Dengan bertambahnya satu tersangka ini, jumlah orang yang kini berhadapan dengan hokum dalam kasus ini menjadi tiga orang. Sebelumnya, pada 7 Maret 2024 Jaksa Penyidik melakukan Penyerahan Tersangka […]

expand_less