Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Polemik Pembangunan Tower Sutet PT Malea di Tanah Tongkonan Berakhir, Kedua Pihak Capai Kata Sepakat

Polemik Pembangunan Tower Sutet PT Malea di Tanah Tongkonan Berakhir, Kedua Pihak Capai Kata Sepakat

  • account_circle Admin Kareba
  • calendar_month Jumat, 10 Nov 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KAREBA-TORAJA.COM, RANO — Polemik pembangunan tower sutet PT Malea Energy dalam wilayah Tongkonan Bua’ Puru’ di Lembang Rano Utara yang sempat mendapat penolakan dari pihak Tongkonan, akhirnya selesai.

Tanah lokasi pembangunan tower tersebut sebelumnya diklaim telah dibeli oleh pihak PT Malea Energy untuk pembangunan tower, namun hal itu mendapat penolakan dari pihak keluarga Tongkonan yang lain yang menganggap tanah Tongkonan tidak boleh diperjualbelikan.

Penolakan ini muncul karena lokasi pembangunan tower itu dinilai masuk dalam wilayah Tongkonan dan akan mengancam eksistensi Tongkonan jika tower tersebut nantinya dibangun sehingga pihak keluarga Tongkonan meminta PT Malea menggeser titik yang telah ditentukan keluar dari area Tanah Tongkonan.

Bahkan keluarga Tongkonan sempat kecewa karena ditengah penolakan itu, pihak PT Malea Energy justru terus melakukan pekerjaan pembangunan tower.

Setelah melalui beberapa pertemuan, pihak PT Malea dan keluarga Tongkonan akhirnya mencapai titik temu. Tanah yang sebelumnya dibeli PT Malea akhirnya tidak jadi dibeli karena pihak Tongkonan justru secara sukarela menghibahkan tanah tersebut.

Elka Rerung sapaan Pong Kresna, selaku salah satu perwakilan Tongkonan saat dihubungi KAREBA TORAJA, Jumat, 10 November 2023 membenarkan bahwa setelah melalui beberapa kali pertemuan atau kombongan, baik antar rumpun Tongkonan sendiri dan pertemuan dengan pihak PT.Malea, lalu dilakukan survei bersama di lapangan akhirnya kedua pihak mendapat solusi yang paling efektif.

“Kita bersyukur kepada Tuhan dan kepada semua pihak yang terlibat selama ini. Kami komitmen bahwa tidak ada tanah Tongkonan dijual melainkan dihibahkan. Itupun hanya dititik beberapa tower saja, ini saya garis bawahi yaa..!,” tegas Elka Rerung.

Elka menegaskan titik tower yang sebelumnya dinilai akan menggangu eksistensi Tongkonan telah disepakati untuk digeser dan ketinggian kabel disepakati untuk dinaikkan.

“Sebagai konpensasi hibah atas tanah tersebut, maka pihak perusahaan berkerjasama dengan warga Tongkonan melalui aliansi yang telah terbentuk untuk melestarikan Tongkonan. Salah satunya yaitu PT Malea akan meratakan tanah Tongkonan yang ditentukan seluas 50×100 m2 untuk pembangunan Tongkonan kelak sebagai lambang pemersatu. Kemudian, membuat jalan raya menuju Tongkonan. Berikut air bersih serta Tongkonan akan mendapat dana CSR secara bertahap dan item-item lainnya sudah terkonsep dalam surat perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani di kantor PT. Malea oleh beberapa perwakilan Tongkonan dengan pihak perusahaan yang diwakili Victor Datuan Batara dan diketahui Kepala Lembang Rano Utara, Ketua BPL dan Dusun Puru,” urai Elka Rerung.

Lebih lanjut, Elka Rerung mengatakan sejak dari awal pihak Tongkonan menegaskan bahwa tidak bermaksud menghalangi pembangunan yang dilakukan oleh PT Malea hanya saja ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan dan hari ini semua itu telah terealisasi.

Sementara itu, Victor Datuan Batara yang dikonfirmasi terkait polemik ini juga menyampaikan apresiasinya.

“Puji Tuhan dan Alhamdulillah setelah kami komunikasi dengan pihak Tongkonan, malah tanah yang ditempati tapak tower dihibahkan untuk PT Malea,” ujar Victor, Jumat, 10 November 2023.

Victor tak menampik selama ini hanya karena tidak terbangun komunikasi yang baik sehingga terjadi miskomunikasi di lapangan.

“Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan sepanjang ada komunikasi,” tutup VDB, sapaan akrab Victor Datuan Batara. (*)

Penulis: Arsyad Parende
Editor: Arthur

  • Penulis: Admin Kareba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Provinsi Sulawesi Selatan Bakal Miliki Perda Sistem Pertanian Organik

    Provinsi Sulawesi Selatan Bakal Miliki Perda Sistem Pertanian Organik

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Provinsi Sulawesi Selatan bakal memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai Sistem Pertanian Organik. Pertanian organik adalah cara-cara atau sistem budidaya pertanian yang menghindarkan penggunaan pupuk ataupun pestisida buatan pabrik. Perda tentang Sistem Pertanian Organik ini merupakan inisiatif anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Komisi B. Naskah akademik dan konsultasi publik serta […]

  • OPINI: Pendidikan Nasional dan Budaya Bangsa

    OPINI: Pendidikan Nasional dan Budaya Bangsa

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Eka (Mahasiswa Prodi PGSD, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang). PENDIDIKAN menjadi suatu usaha yang dilakukan dengan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan juga digunakan sebagai sebuah wadah untuk mewariskan budaya dan karakter bangsa untuk generasi selanjutnya agar proses pengembangan budaya dan karakter bangsa dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa yang akan […]

  • Jumlah Kerbau “Tanda” yang Terinfeksi PMK di Tana Toraja Bertambah

    Jumlah Kerbau “Tanda” yang Terinfeksi PMK di Tana Toraja Bertambah

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, MAKALE — Jumlah kerbau “tanda” (bonga/saleko) yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan satu ekor (2 ekor di Toraja Utara), per 10 Juli 2022, jumlah bertambah menjadi 4 ekor. Empat ekor kerbau “tanda” yang terinfeksi PMK ini, menurut laporan Medik Veteriner Dinas Pertanian Tana Toraja tersebar di Kecamatan Makale. […]

  • Guru Asal Toraja Ditembak OPM di Ilaga, Puncak, Papua Pegunungan

    Guru Asal Toraja Ditembak OPM di Ilaga, Puncak, Papua Pegunungan

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, ILAGA — Andarias Tanna (36), seorang guru asal Akung, Lembang (Desa) Bangkelekila’, Kecamatan Bangkelekila’, Kabupaten Toraja Utara, tewas ditembak di Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Pegunungan, Selasa, 24 Desember 2024. Guru yang bertugas di SMP Negeri Ilaga itu ditembak (diduga dilakukan anggota Organisasi Papua Merdeka/OPM) saat hendak menutup kios di Kago-Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten […]

  • Polisi dan Brimob Kembali Gagalkan Rencana Adu Kerbau di Tallunglipu

    Polisi dan Brimob Kembali Gagalkan Rencana Adu Kerbau di Tallunglipu

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, TALLUNGLIPU — Aparat Kepolisian Resor Toraja Utara diback-up personil BKO Brimob Pare-Pare kembali menggagalkan rencana kegiatan adu kerbau (silaga tedong/tedong silaga) di Aya, Kelurahan Tampo Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, Jumat, 28 November 2020. Pencegahan terhadap aktivitas adu kerbau tersebut dilakukan polisi dengan alasan menjalankan Maklumat Kapolri yang melarang adanya kerumunan demi mencegah penularan virus Corona. […]

  • Cabup Nomor Urut 1, Dedy Palimbong Dinilai Berhasil Turunkan Angka Stunting di Toraja Utara

    Cabup Nomor Urut 1, Dedy Palimbong Dinilai Berhasil Turunkan Angka Stunting di Toraja Utara

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Admin Kareba
    • 0Komentar

    KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Masalah stunting menjadi salah satu pembahasan dalam debat pertama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara, yang digelar KPU Kabupaten Toraja Utara di Hotel Misiliana, Senin, 4 November 2024. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Stunting bisa disebabkan oleh malnutrisi yang dialami ibu saat […]

expand_less